IKLAN BULAN INI

Showing posts with label Green Consumerism. Show all posts
Showing posts with label Green Consumerism. Show all posts

Sunday, 30 May 2010

Pemkot Akan Buat Perda Kantong Plastik

Kamis, 3 Juni 2010 | 15:04 WIB

* Tahun Depan Bisa Dibahas Dewan

BANDUNG, TRIBUN- Pemerintah Kota Bandung mewacanakan pembuatan peraturan daerah (perda) mengenai pengggunaan kantong plastik. Rencananya, Pemkot akan memasukkan aturan larangan penggunaan kantong plastik di toko-toko pakaian dan factory outlet.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, rencana pembuatan perda mengenai kantong plastik tersebut akan dibahas lebih detail oleh pihak pemkot. Pihaknya berharap dengan adanya perda tersebut penggunaan plastik dapat diminimalisasi.

"Alasannya karena plastik itu sampah yang paling susah terurai. Kalau nanti ada perda larangan penggunaan plastik jadi sampah yang tidak terurai akan berkurang," kata Dada usai melakukan launching Bandung Green & Clean (BGC) di Taman Pramuka, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (3/6).

Pemkot Bandung, kata Dada, juga akan tetap memperhatikan iklim usaha para pengusaha plastik yang ada di Kota Bandung. Oleh karena itu, pelarangan tidak akan dilakukans secara total. Pemkot masih akan mempertimbangkan jenis usaha apa akan dilarang menggunakan plastik.

Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mengatakan, pihaknya setuju dengan rencana pembatasan penggunaan kantong plastik oleh Pemkot Bandung. Pihaknya juga siap melakukan pembahasan lebih mendalam terhadap lembaran kota (LK) yang nantinya diajukan pihak eksekutif ke legislatif.

Erwan menilai, rencana pembuatan perda tersebut merupakan upaya tepat pemkot dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, selain pembatasan kantong plastik, beberapa permasalahan lain yang menyangkut lingkungan hidup juga layak untuk diatur melalui perda. (*)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22697/pemkot-akan-buat-perda-kantong-plastik
Read more ...

Cintai Lingkungan dengan Kantong Ajaib

Kamis, 3 Juni 2010 | 15:41 WIB

MAU mulai mengkompos? Kalimat itulah yang ditawarkan anak-anak muda dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknolog (YPBB) dalam kampanye zerowaste dalam sebuah akun facebook mereka, belum lama ini. Beberapa jam setelah status FB itu terpampang tanggapan dari berbagai akun pun bermunculan. Banyak orang ternyata masih peduli dengan lingkungan.

DI akun facebook YPBB, tamu akun yang menerima undangan sebanyak 3.011 akun, sebanyak 2.198 belum menanggapi, 517 menolak, 225 menyatakan mungkin datang, dan 71 akun menyatakan akan hadir dalam acara Bikin (starter) TAKAKURA bareng.


Namun panitia sendiri sudah mempunyai target minimal 15 orang dengan masing-masing peserta dikenakan biaya sebesar Rp 35 ribu. Dan biaya peserta itu sesuai penjelasan panitia untuk penyediaan bahan penyusun Takakura seperti bahan-bahan starter, fasilitas pembuatan starter, file soft copy yang berisi manual penggunaan Takakura dan label penggunaan, skop kecil, stok sekam untuk bantalan sekam, serta snack dan makan siang.

"Kami beryukur peserta yang mendaftar lebih dari target minimal. Yang daftar 20 orang, tapi satu orang tidak hadir. Jumlah ini sangat ideal dengan kondisi tempat yang tidak terlalu besar dan panitia juga orangnya tidak banyak," Anil, Humas YPBB saat ditemui disela kegiatannya Bikin (starter) Takakura bareng di Kantor Detik Bandung Jalan Lombok 33, Sabtu (22/5) siang.

Meski jumlah peserta hanya 19 orang, lanjut Anil cukup mewakili untuk menjadikan para peserta itu sebagai pionir di daerahnya masing. Karena pesertanya cukup beragam, ada ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, dan palajar.

Peran yang paling utama dalam pengelolaan sampah memang dibutuhkan kebijakan yang tepat dari pemerintah. Sebelum kebijakan itu dirasakan tepat, setiap keluarga dalam rumah tangga pun bisa berbuat sesuatu untuk mengurangi produksi sampah dari dalam rumah sendiri, serta menjadikannya bermanfaat. Salah satunya dengan cara menyimpan sampah organiknya pada kantong ajaib.

"Upaya pengurangan sampah dengan takakura itu, sesuai penelitinya mampu mengurangi sampah rumah tangga kita sebanyak 70 persen. Caranya cukup sederhana, hanya dua langkah yakni memisahkan dan memanfaatkan sampah," kata Dedi Supriyatna Staf Khusus Divisi Zero Waste YPBB saat ditemui Tribun seusai memberikan arahan Bikin (starter) Takakura bareng kepada peserta di Kantor Detik Bandung, Sabtu (22/5) siang.

Ditambahkan Dedi, komposting Takakura ini prinsipnya tidak jauh beda dengan biopori yang dibuat di halaman rumah. Keduanya berfungsi untuk membuat kompos dan bisa mengurangi volume sampah suatu komunitas. Bedanya hanya cara membuatnya, untuk Takakura dibutuhkan keranjang plastik berpori atau karung plastik atau keranjang bambu seperti tolombong. Lalu dibutuhkan kardus untuk menutup pinggiran dinding keranang, sekam dibungkus kain untuk alas bawah dan penutup atas keranjang sebelum ditutup lembaran kardus, serta bahan starternnya yang terdiri dari tanah gembur, bekatul, sekam dan air gula.

"Kalau biopori kan tinggal menggali lubang saja, dan tidak membutuhkan perhatian seperti Takakura," katanya.

Acara di kantor pemberitaan online Bandung itu cukup mengasyikan. Mereka bekerja sama serius tapi santai. Kelompok anak muda ini pun sudah merencanakan untuk acara selanjutnya yang difokuskan kepada pertemuan lanjutan untuk para pengguna takakura (baik lama maupun baru) berupa sharing dan konsultasi.

Titi, ibu rumah tangga yang menjadi peserta mengaku sangat tertarik karena ini merasa gelisah dengan kondisi lingkungan sekarang ini. Seperti soal sampah, masih banyak orang yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
"Maka saat saya bertemu dengan kelompok anak-anak muda ini saat ada pameran di ITB, dan setelah diskusi banyak, saya jadi tertarik. Dan ini merupakan kegiatan ketiga kali yang saya ikuti," tutur warga Ciumbuleuit ini.

Peserta lainnya, Sidik warga Riung Bandung yang masih mahasiswa, juga merasa tertarik. "Meski baru ikut sekali, banyak hal baru saya dapat untuk lebih peduli lingkungan," ungkapnya. (dedy herdiana)

Sudah Ada Sejak Pertengahan 2007
TAKAKURA banyak dikenal orang sebagai keranjang sakti atau mungkin akan lebih enak lagi disebut si kantong ajaib. Karena Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga.

Bentuknya yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini disebut masyarakat sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga ini pertama kali dikenalkan berkat keberhasilan peniliti, Mr Koji Takakura yang penilitiannya pada tahun 2008. Ia merupakan utusan Jepang atas kerjasama antara KitakyushuSurabaya tentang mengelola sampah yang dimulai tahun 2001 sampai

2006. Selama itu Takakura dan timnya secara berkala datang ke Surabaya untuk melakukan penelitian dan melaksanakan hasil penelitian itu.Dalam penelitiannya , ia membiakkan bakteri tertentu yang "memakan" sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Ia pun menjadikan sampah rumah tangga. Kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering.

Jenis bakteri yang dikembangbiakkan oleh Takakura ini, kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut "Takakura Home Method" yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura.Keberhasilan Mr. Takakura menemukan sistim kompos yang praktis tidak saja memberikan sumbangsih bagi teknologi penguraian sampah organik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis komunitas. (dedy herdiana/berbagai sumber)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22707/cintai-lingkungan-dengan-kantong-ajaib
Read more ...

Thursday, 27 May 2010

RI mampu jadi produsen produk pertanian organik

Kamis, 27/05/2010 15:29:27 WIB

Oleh: Martin Sihombing

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian organik yang aman untuk dikonsumsi memiliki nutrisi tinggi serta ramah lingkungan sangat besar. Sementara itu, potensi pertanian Indonesia untuk menghasilkan produk organik sangat besar sehingga diharapkan bisa menyuplai pangan ke dunia.

"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemuka di dunia, mampu memasok pangan dunia," katanya dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, tadi pagi.

Selain itu, tambahnya, produk organik memiliki keunggulan bukan hanya bisa mudah diterima pasar global, tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena tingkat produktivitasnya tinggi.

Suswono mencontohkan untuk produktivitas padi organik bisa mencapai 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare atau lebih banyak dari produksi padi yang dikembangkan melalui non-organik. "Jika harganya Rp4.000 per kg, satu hektare bisa mencapai Rp32 juta. Ini menambah peningkatan penghasilan yang luar biasa," katanya.

Menurut dia, pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak 2001. Hal itu sangat penting karena kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini. "Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.

Saat ini, tambahnya, ada tujuh lembaga sertifikasi produk organik di Indonesia yang diharapkan tetap menjaga kredibiltasnya. "Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," ujar menteri.

Mentan menyatakan pada 2010 merupakan titik awal bagi Indonesia untuk mengembangkan pertanian organik yang nantinya diharapkan mampu mengekspor produk organik ke dunia.

Sementara itu Pameran Agro and Food Expo 2010 yang berlangsung dari 27-30 Mei 2010 itu diikuti lebih dari 400 institusi dari dalam dan luar negeri seperti Turki, Korea, Taiwan, dan Malaysia. Peserta menampilkan produk makanan dan minuman dan industri pertanian dari hulu hingga hilir, perusahaan agribisnis, teknologi, dan jasa sektor industri pertanian.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachrudiin menyatakan kegiatan pameran tersebut sebagai upaya mendukung go organic, yang di antaranya mempromosikan produk organik di pasar dan memperkenalkan pelaku usaha organik yang telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO). "Tujuannya agar produk-produk tersebut bisa berdaya saing di pasar domestik dan ekspor," katanya.

Saat ini, tambahnya, sejumlah produk organik yang telah diekspor Indonesia antara lain kopi, kako, sayuran dan beras dengan tujuan beberapa negara.(msb)

http://web.bisnis.com/sektor-riil/agribisnis/1id183808.html
Read more ...

Wednesday, 26 May 2010

Eropa Tolak Buah Asal Indonesia

Rabu, 26 Mei 2010 - 14:55 WIB

JAKARTA (Pos Kota)-Pasar negara-negara Eropa tidak mau impor buah Indonesia dan produk olahannya dengan alasan belum memenuhi standar mutu Good Agriculture Practice (GAP).

“Meski volume dan nilai perdagangan buah Indonesia di pasar Eropa tidak terlalu besar, yakni sekitar 15 persen dari seluruh total ekspor, tetapi cukup memberikan dampak negatif bagi citra produk buah Indonesia secara keseluruhan,” kata Kepala Pusat Standarisasi dan Akreditasi Kementerian Pertanian Syukur Iwantono, kemarin.

Sebab pasar buah Indonesia di Eropa dikhawatirkan bisa direbut negara lain. Beberapa buah dan produk olahan yang banyak diekspor ke pasar Eropa di antaranya manggis, mangga, pisang, dan nanas.

Sejak Januari lalu, semua buah-buahan dan produk olahan asal Indonesia ditolak masuk ke Eropa. Sebenarnya bukan hanya Indonesia, negara lain seperti Malaysia dan Thailand juga kena dampak yang sama.

Agar bisa masuk pasar Eropa lagi, perusahaan eksportir buah harus mendapatkan sertifikat Europe GAP. Di Indonesia, lembaga perwakilan sertifikasi Europe GAP sudah ada.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan, neraca perdagangan buah pisang pada tahun 2003 mencapai 240.000 ton dengan nilai sebesar 510.000 juta dollar AS. Buah manggis sebanyak 9,3 juta ton, nilainya 9,31 juta dollar AS. Buah mangga sebanyak 580.000 ton dengan nilai 480.000 dollar AS. (faisal/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/26/eropa-tolak-buah-asal-indonesia
Read more ...

Sunday, 28 February 2010

Tumbuhan Alami Ampuh Usir Nyamuk

Sabtu, 27 Februari 2010 13:30

Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.

Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)

Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)

Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)

Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Bunga geranium. (foto: google)

Bunga geranium. (foto: google)

* Sebelumnya
* 1 of 5
* Berikutnya

Meskipun bentuknya kecil, nyamuk adalah serangga yang juga mematikan. Penyebaran virus dan penyakit mudah sekali dibawa oleh nyamuk. Hanya dengan hinggap di bagian kulit kita ataupun menggigitnya, kita bisa terkena kuman yang dibawa nyamuk. Demam berdarah contohnya. Penyakit ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes Aegypti. Beberapa jenis obat pengusir nyamuk telah dikeluarkan untuk mengurangi tumbuh dan berkembang biaknya serangga itu.

Obat penyemprot nyamuk yang terbuat dari bahan-bahan kimiawi DEET sebenarnya tak baik untuk tubuh manusia. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah, daripada menggunakan zat berbahaya di rumah, lebih baik pilih yang alami, kan?
Berikut adalah beberapa zat alami yang mampu mengusir nyamuk-nyamuk membandel.

Citronella
Ini adalah salah satu yang paling terkenal mampu mengusir nyamuk. Untuk dioleskan, pilih minyak esensial citronella murni, jangan minyak pewangi ruangan (fragrance oil). Minyak pewangi yang digunakan untuk membakar tidak cukup untuk dioleskan dan menghalau nyamuk.

Minyak kedelai
The New England Journal of Medicine melaporkan, bahwa minyak kedelai juga sama efektifnya dengan obat nyamuk DEET. Harga minyak kedelai pun lumayan terjangkau, plus baik sebagai pelembap kulit. Riset lain mengatakan, bahwa kandungan dalam kedelai bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada tubuh ketika dioleskan.

Catnip
Sejenis tumbuhan harum bernama catnip ditengarai memiliki efektivitas 10 kali lebih baik dibanding DEET dalam menghalau nyamuk.

Minyak biji neem
Yang diekstrak dari tanaman yang tumbuh di India dikabarkan lebih efektif ketimbang DEET. Riset ini dikeluarkan oleh Institut Malaria di India.

Lavender
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu. Minyak lavender juga memiliki wangi yang harum dan memiliki efek menenangkan, baik untuk mengusir nyamuk. Carilah minyak esensial lavender untuk dibalurkan pada tubuh. Atau, sabun beraroma lavender.

Bawang putih
Nyamuk tak tahan bau bawang putih. Jika Anda benar-benar terganggu dengan nyamuk, coba makan banyak bawang putih, aromanya akan keluar lewat kulit Anda. Tentu jika Anda tak masalah dengan memiliki bau badan ini.

Akar Wangi
Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.

Suren
Jika anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.

Zodia
Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan anda. Ruangan anda bebas nyamuk deh.

Geranium
Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.

Selasih
Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda.

Sederhana dan sangat cinta alam bukan? Kapan anda akan mulai mencobanya?. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/17932-tumbuhan-alami-ampuh-usir-nyamuk.html
Read more ...

TMR Ancam Cabut Izin Pedagang Gunakan Sterofoam

Senin, 1 Maret 2010 | 09:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meminimalisasi penggunaan sampah plastik yang tidak mudah didaur ulang, pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mulai memperketat penggunaan sterofoam sebagai wadah penyimpanan makanan. Bahkan, pihak pengelola mengancam akan mencabut izin berjualan kepada para pedagang yang masih menggunakan wadah tidak ramah lingkungan tersebut.

Kepala Humas dan Promosi TMR Wahyudi Bambang mengatakan, sosialisasi pelarangan menggunakan sterofoam itu telah dilakukan sejak bulan Desember 2009. Namun, sosialisasi hanya diberlakukan sebatas pada rombongan anak sekolah saja. Tapi saat ini, pihaknya juga akan menerapkan untuk semua para pengunjung dan pedagang.

“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi kepada semua pengunjung untuk tidak menggunakan bahan sterofoam sebagai penyimpan makanan,” kata Bambang yang ditemui di TMR, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2010).

Untuk menekan tingkat pencemaran sampah plastik yang memicu global warming dan menjaga kesehatan dari kemungkinan penyakit kanker, pihaknya juga memfokuskan sosialisasi pencegahan penggunaan sterofoam kepada para pedagang di lingkungan TMR.

Menurut Bambang, pedagang harus menjadi contoh bagi para pengunjung untuk tidak menggunakan bahan sterofoam sebagai alas makanan. Sehingga, jika pedagang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi berupa pencabutan izin untuk berdagang di lingkungan TMR. “Karena ini merupakan kebijakan dari Kepala Kantor TMR,” ujarnya.

Rina (19), salah seorang pengunjung mengaku, hingga saat ini belum mendengar adanya larangan membawa sterofoam di TMR. Namun, Rina sangat menghargai, jika pihak Ragunan akan memberlakukan larangan tersebut. Mengingat bahaya akan kesehatan yang ditimbulkan di kemudian hari.

“Saya sangat setuju, tapi kalau bisa sosialisasi benar-benar mengena pada para pengunjung TMR. Sehingga warga bisa mengetahui bahaya yang ditimbulkan,” harapnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/03/01/09070115/TMR.Ancam.Cabut.Izin.Pedagang.Gunakan.Sterofoam
Read more ...

Saturday, 20 February 2010

Obat Tradisional yang Mulai Dilirik

Jumat, 19 Februari 2010 | 15:44 WIB

KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.

1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.

Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.

2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.

Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.

3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.

Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.

4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.

Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.

5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.

Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
Read more ...

Listrik Tenaga Sampah Operasi Bulan Depan

Sabtu, 20 Februari 2010 | 13:50 WIB

BEKASI - SURYA– Ujicoba listrik TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Tanggal 8 Maret akan kita resmikan,” kata Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, usai Jumat Keliling di Masjid Al-Hidayah, Jatikramat, Bekasi. Setelah Salat Jumat dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 1000 jamaah.

“Tanggal 28 ujicoba, lalu awal Maret, bulan depan akan diresmikan oleh menteri,” katanya yakin.

Listrik bertenaga sampah ini akan berkekuatan 2 MW yang diharapkan akan bisa menopang kebutuhan listrik di sekitar TPA dan sekitarnya. Dalam kesempatan sebelumnya, dua mesin generator sudah datang dan siap dioperasikan.

Peresmian dan pengoperasian listrik ini yang dibarengkan dengan Hari Jadi Kota Bekasi ke-13 ini sebagai upaya nyata Pemkot Bekasi memberdayakan sampah dari sisi ekonomis. Selain itu, sampah juga harus ditekan sisi pencemaran dengan menekan pembuangan gas methane. “Bekasi akan terang terus,” katanya.

Pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik ini dikelola pihak ketiga, PT Godang Tuajaya Jo PT Navigat. Listrik itu, kata walikota, akan dijual ke PLN dan sudah ada kesepakatan kerjasamanya.

Inovasi dan komitmen untuk menjadikan sampah zero waste (tanpa limbah) menjadi nilai khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi. Di daerah lain, rencana bisa saja sudah ada, namun baru Kota Bekasi pertama kali yang menyala.

Atas upaya ini, Kota Bekasi kini tak lagi menganggap sampah menjadi masalah. Bahkan, Kota Bekasi sesumbar membutuhkan sampah dari daerah lain. Terlebih untuk sampah organik, maka akan sangat dibutuhkan. ”Silahkan saja,” katanya.

Upaya ini mendapat apresiasi dari Departemen Lingkungan Hidup. Saat kunjungan ke Kota Bekasi belum lama ini, Tri Bangun El Sony, Asisten Deputi Urusan Pengedalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Berskala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan upaya dan komitmen Pemkot Bekasi perlu mendapat apresiasi. “Jarang daerah yang memiliki komitmen tinggi memperhatikan masalah gas flairing atau pengelolaan sampah,” katanya.

Listrik tenaga sampah yang dikembangkan di Kota Bekasi saat ini sudah berjalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi. Dengan bekerjasama perusahaan asing PT Gikoko, sampah diolah menjadi tenaga listrik sebesar 120 KVA dari rencana 500 KVA.

Sedangkan listrik tenaga sampah di TPA Bantargebang ditargetkan bisa mencapai 2 mega watt (MW).

Sampah di Kota Bekasi diarahkan menjadi potensi pemasukan kas daerah sekaligus harus ramah lingkungan. Saat ini, sampah sudah diolah menjadi kompos, listrik, dan gas flairing (pembakaran gas methane). chotim/sir/Pos Kota

http://www.surya.co.id/2010/02/20/listrik-tenaga-sampah-operasi-bulan-depan.html
Read more ...

Wednesday, 10 February 2010

Blokade Blok Cepu

Kamis, 11 Februari 2010 | 8:32 WIB

Keracunan 9 Warga Dibawa ke RS

Bojonegoro - SURYA- Sembilan warga keracunan gas saat sedang melakukan pemblokadean akses jalan menuju ladang minyak Blok Cepu di Desa/Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke UGD RSUD Bojonegoro, Rabu (10/2).

Warga yang menjadi korban gas berbau menyengat itu adalah; Marji, 37; Imam Syafii, 25; Dimyati, 25; Saifuddin, 27; Sudirman, 21; Tarmuji, 25; Waras, 24; Arifin, 27 dan Didik, 25. Semuanya warga Dusun Cemlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, yang ikut memblokade akses jalan sebelah barat proyek Gas Oil Separation Plant (GOSP) atau jalan menuju Lapangan Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Peristiwa keracunan itu terjadi, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu warga yang sedang menggelar aksi menuntut ganti rugi tunai, tiba-tiba mual dan pusing serta muntah-muntah setelah mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari ladang pengeboran minyak PT Exxon Mobil yang dikelola Mobil Cepu Ltd (MCL). “Karena tidak kuat, saya sempat muntah-muntah,” terang Imam Syafii, salah satu korban.

Khawatir terjadi sesuatu, sembilan warga yang diduga keracunan itu langsung dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Sesampai di sana, para korban langsung mendapat perawatan di UGD rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro tersebut. “Semua telah menjalani perawatan. Memang, keluhan dari para pasien adalah mual dan pusing,” terang Thomas Djaja, Humas RSUD Bojonegoro. Tapi, sekitar pukul 15.30 WIB, para korban sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Terpisah, Eksternal Relations Manager MCL, Deddy Afidick ketika dihubungi melalui ponselnya tidak bersedia menjawab. Ia hanya membalas dengan pesan singkat (SMS) bahwa sedang ada rapat. “Tolong SMS dulu, saya sedang ada rapat,” tulis Deddy melalui SMS-nya. Tapi, dia juga tidak bersedia membalas ketika dimintai konfirmasi mengenai perkara ini melalui SMS.

Sementara itu, pemblokadean akses jalan menuju GOSP masih terus dilakukan warga sejak dua hari terakhir. Ada empat titik jalan yang diportal oleh warga hingga kemarin, yakni dua titik jalan di Desa Brabuhan dan satu titik di Desa Gayam. Keduanya masuk Kecamatan Ngasem. Selain itu, jalan di Dusun Ngaglik, Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Pemblokadean ini dilakukan warga untuk menuntut kompensasi tunai dari MCL selaku operator Blok Cepu dalam kasus keracunan gas yang menimpa warga beberapa waktu lalu. “Selama tuntutan kami tidak dipenuhi, pemblokiran akan terus kami lakukan,” terang Supolo, koordinator aksi.nst31

http://www.surya.co.id/2010/02/11/blokade-blok-cepu.html
Read more ...

Ada Intervensi Atas Kasus Dumping Terigu?

Kamis, 11 Februari 2010, 08:56 WIB

VIVAnews - Memanasnya kasus dumping terigu Turki ditengarai karena adanya intervensi dari pihak tertentu.

Indikasi tersebut mencuat karena keputusan Menteri Keuangan untuk mengatur Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) atas impor terigu Turki, belum kunjung diterbitkan. Padahal, rekomendasi dari Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah disampaikan ke pemerintah sejak Desember 2009.

Dalam rekomendasinya, KADI menduga adanya dumping terigu asal Turki dan untuk itu perlu dikenakan BMAD. Ketua KADI Kementerian Perdagangan Halida Miljani menuturkan, berdasarkan investigasi ditemukan terigu impor dari Turki terbukti ada hubungan kausal dumping.

“Sekarang, penyelidikan atas dugaan dumping terigu dari Turki sudah selesai dan tinggal menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Kami sudah memberikan rekomendasi ke Menteri Perdagangan yang juga telah menyampaikan kepada Menteri Keuangan. Meski yang dituduh ada tiga negara yakni Sri Lanka, Australia, dan Turki, namun yang terbukti ada hubungan kausal dumping hanya Turki,” kata Halida saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2010.

Untuk menentukan impor suatu negara terbukri dumping atau tidak harus memenuhi dua syarat, yakni aspek harga dan volume impor. Halida menjelaskan, memang dari segi harga terigu impor yang dihitung pada periode September 2007 hingga Oktober 2008, ketiga negara tersebut memenuhi syarat dinyatakan dumping.

Namun dari aspek volume, yang harus dihitung dalam periode tiga tahun (Oktober 2005 hingga Oktober 2008), terbukti hanya terigu Turki yang mengalami lonjakan signifikan, bahkan pada tahun 2008, pangsa pasarnya mencapai 35 persen. Sebaliknya, angka impor dari Australia dan Srilangka mengalami penurunan.

Dia menegaskan, permohonan pengajuan petisi dugaan dumping atas produk impor dapat dilakukan oleh satu perusahaan yang merasa dirugikan meski tidak mewakili hingga 50 persen industri domestik. Hal itu, kata dia, sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 216/MPP/Kep/7/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 261/MPP/KEP/9/1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permohonan Penyelidikan Atas Barang Dumping dan atau Barang Mengandung Subsidi.

“Saya yakin lebih dari 1.000 persen rekomendasi kami tidak melanggar ketentuan mana pun. Tidak ada peraturan yang mengharuskan suatu rekomendasi harus diputuskan kolegial sebelum dilaporkan ke Menteri Perdagangan. Pemohon bisa hanya mewakili 25 persen industri tidak harus 50 persen. Berdasarkan aturan WTO (organisasi perdagangan dunia) juga tidak harus 50 pesen,” ujar Halida.

Membantah adanya intervensi, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menuturkan, pemerintah akan terus menjaga independensi pelaksanaan penyelidikan oleh lembaga KADI dan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Hal itu, kata dia, berlaku di seluruh negara.

“Pemerintah bertugas menjaga kemandirian dan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan peran KADI dan KPPI. Semua negara di dunia, apalagi anggota WTO pasti memahami mekanisme itu. Semestinya penyelidikan seperti dugaan dumping terigu itu tidak harus merembet ke isu lain. Jika ada sengketa, bisa saja mengajukan keberatan atas Indonesia kepada WTO,” kata Mahendra.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/128568-ada_intervensi_atas_kasus_dumping_terigu_
Read more ...

Kunyit Bikin Kulit Jadi Cantik

Sabtu, 6 Februari 2010 18:18 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kunyit atau sering disebut kunir, memiliki nama latin Curcuma longa merupakan tanaman rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan untuk bumbu penyedap dalam masakan, kunyit juga bermanfaat dalam dunia kesehatan dan kecantikan. Bicara soal dunia kecantikan, pada jaman dahulu para putri keraton menggunakan khasiat kunyit ini untuk merawat kehalusan dan kelembutan kulitnya dengan mengenakannya sebagai lulur atau masker.

Tak heran jika putri-putri jaman dulu selalu wangi dan terlihat cantik bukan?

Seiring dengan perkembangan teknologi, kunyit kemudian memang digunakan sebagai bahan kosmetika, baik untuk lulur, tabir surya, dan masker. Disebutkan bahwa senyawa THCs tetrahydrocurcuminoids pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit.

Manfaat lain yang pastinya didambakan oleh semua wanita adalah membuat kulit menjadi halus dan lembut. Penasaran bagaimana caranya? Berikut ramuannya.

Kunyit: Membuat kulit lebih bersinar

Campurkan bubuk kunyit dengan jeruk nipis, dan beberapa tetes minyak zaitun. Maskerkan di wajah dan biarkan selama kurang lebih 15-20 menit. Basuh dengan air dingin, dan lakukan setiap hari. Niscaya wajah Anda akan lebih bersinar dan cerah hanya dalam waktu 20 - 30 hari.(Kpl/****)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/06/10262/Kunyit-Bikin-Kulit-Jadi-Cantik
Read more ...