IKLAN BULAN INI

Showing posts with label Waste. Show all posts
Showing posts with label Waste. Show all posts

Wednesday, 26 May 2010

Dua Perusahaan Buang Limbah ke Kali Surabaya

Rabu, 26 Mei 2010 15:20 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim Gabungan Patroli air Kali Surabaya, Jawa Timur, menemukan indikasi dua perusahaan melakukan pelanggaran karena membuang limbah ke Kali Surabaya.

Kedua perusahaan itu adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya yang berada di kawasan Karang Pilang dan UD Sumber Agung (SA) yang berlokasi di Jalan Ngelom Megare, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

''Dari hasil sidak yang kita lakukan, keduanya membuang limbah ke sungai,'' kata Koordinator Tim Gabungan Patroli Air Imam Rochani di Surabaya, Rabu (26/5).

Limbah yang dibuang PDAM Kota Surabaya ke kali Surabaya adalah sisa lumpur keruh berwarna putih. Sedangkan UD Sumber Agung membuang limbah cair berwarna hijau.

Menurut Imam, seharusnya PDAM tidak membuang sisa lumpur langsung ke sungai, tapi bisa diolah terlebih dahulu sampai memenuhi baku mutu. "Sedangkan Sumber Agung yang termasuk industri penyelupan warna benang membuang limbah cair berwarna hijau. Keduanya tetap membuang ke Kali Surabaya,'' katanya.

Pada 30 Oktober 2009 UD Sumber Agung pernah terjaring oleh tim patroli, karena tindakan yang sama. "Ini bukan pertama kalinya pelanggaran dilakukan oleh UD Sumber Agung. Bahkan, pada 2009 perusahaan itu telah mendapatkan surat peringatan kedua (SP 2) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur. Sedangkan untuk PDAM akan diberikan SP 1,'' katanya.

Selain menggelar sidak, tim juga melakukan evaluasi hasil sidak pada November 2008 sampai Desember 2009. Adapun industri yang terbukti mencemari kali yang melintasi tiga wilayah, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, selama patroli berlangsung terdapat sebanyak 21 perusahaan.

Industri yang telah terkena sanksi pidana karena membuang limbah ke Kali Surabaya tercatat 12 perusahaani. Empat di antaranya terjaring pada 2008, yakni PT Wings Surya, PT Suparma, PT Platinum Ceramics Ind, dan UD Triningsih.

Delapan lainnya dijatuhi sanksi pada 2009, yakni PT Titani Alam Semesta, PT Surabaya Agung Kertas, PT Sinar Sosro, PT Gloria Bisco, PT Unimos, PT Spindo, Pabrik Tahu Jambangan, dan RPH Kedurus. (MI/ICH)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/05/26/18808/Dua-Perusahaan-Buang-Limbah-ke-Kali-Surabaya-/
Read more ...

Armada Pengangkut Sampah Pemkot Tangsel Sangat Minim

Rabu, 26 Mei 2010, 15:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PAMULANG--Menurut Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Tangerang Selatan, Sudrajat, ada beberapa kendala yang ia hadapi dalam pengolahan masalah sampah di wilayahnya. Selain revitalisasi TPST Cipeucang yang sudah berfungsi namun tidak maksimal, jumlah armada pengangkut sampah juga sangat minim.

Saat ini, truk pengangkut sampah yang dioperasikan hanya sembilan unit. Idealnya, tiap kecamatan memiliki lima unit armada sampah. "Sehingga paling tidak Pemkot Tangsel memiliki 35 unit truk sampah," ujarnya.

Sudrajat berjanji untuk lebih memaksimalkan upayanya dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Tangsel yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir.

Sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh Pemkot Tangsel. Tumpukkan sampah selalu di beberapa titik masih ada seperti di Pasar Ciputat, Jalan Raya Ciputat, Pasar Serpong, dan sekitarnya.

Sampah tersebut seringkali menyebabkan daerah lain ikut merasakan akibatnya. Pada 13 Januari 2010 yang lalu, enam truk sampah milik Pemkot Tangsel ditangkap aparat Satpol PP Kota Tangerang karena membuang sampah di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang. Selain itu, pada 9 Februari 2010 yang lalu, Pemkab Bogor sampai mengirimkan surat Somasi ke Pemkot Tangsel karena salah satu daerahnya di Gunung Sindur menjadi tempat pembuangan sampah yang berasal dari Kota Tangsel.
Red: Siwi Tri Puji.B
Rep: c25

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/05/26/117274-armada-pengangkut-sampah-pemkot-tangsel-sangat-minim
Read more ...

Sunday, 28 February 2010

Kurangi Produksi Plastik

Rabu, 25 Februari 2009 | 12:44 WIB

SURABAYA, RABU — Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar akan memerintahkan pengurangan produksi kantong plastik. Cara itu diharapkan bisa menekan produksi sampah plastik.

Rachmat mengatakan, pengurangan dari segi konsumen tidak mudah. Pasalnya, ada ratusan juta orang yang berpotensi menggunakan kantong plastik. "Memang ada kelompok masyarakat sudah berusaha mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya di sela-sela Peringatan Puncak Hari Peduli Sampah Nasional di Surabaya, Rabu (25/2).

Angka pengurangan cukup lumayan meski belum signifikan menekan produksi sampah plastik. Karena itu, harus dicegah dari sisi produsen. "Produsen akan diminta mengurangi produksi kantong plastik. Distributor juga didorong untuk mengganti kantong plastik dengan bahan lain atau memakai ulang kantong plastik," ujarnya.

Dengan cara itu diharapkan jumlah sampah plastik berkurang. Dengan demikian, beban Bumi menurun. "Setiap lembar kantong plastik butuh ratusan tahun untuk terurai dengan proses alamiah. Sebelum terurai, sampah akan menumpuk," tuturnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2009/02/25/12443314/Kurangi.Produksi.Plastik
Read more ...

Saturday, 20 February 2010

Listrik Tenaga Sampah Operasi Bulan Depan

Sabtu, 20 Februari 2010 | 13:50 WIB

BEKASI - SURYA– Ujicoba listrik TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Tanggal 8 Maret akan kita resmikan,” kata Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, usai Jumat Keliling di Masjid Al-Hidayah, Jatikramat, Bekasi. Setelah Salat Jumat dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 1000 jamaah.

“Tanggal 28 ujicoba, lalu awal Maret, bulan depan akan diresmikan oleh menteri,” katanya yakin.

Listrik bertenaga sampah ini akan berkekuatan 2 MW yang diharapkan akan bisa menopang kebutuhan listrik di sekitar TPA dan sekitarnya. Dalam kesempatan sebelumnya, dua mesin generator sudah datang dan siap dioperasikan.

Peresmian dan pengoperasian listrik ini yang dibarengkan dengan Hari Jadi Kota Bekasi ke-13 ini sebagai upaya nyata Pemkot Bekasi memberdayakan sampah dari sisi ekonomis. Selain itu, sampah juga harus ditekan sisi pencemaran dengan menekan pembuangan gas methane. “Bekasi akan terang terus,” katanya.

Pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik ini dikelola pihak ketiga, PT Godang Tuajaya Jo PT Navigat. Listrik itu, kata walikota, akan dijual ke PLN dan sudah ada kesepakatan kerjasamanya.

Inovasi dan komitmen untuk menjadikan sampah zero waste (tanpa limbah) menjadi nilai khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi. Di daerah lain, rencana bisa saja sudah ada, namun baru Kota Bekasi pertama kali yang menyala.

Atas upaya ini, Kota Bekasi kini tak lagi menganggap sampah menjadi masalah. Bahkan, Kota Bekasi sesumbar membutuhkan sampah dari daerah lain. Terlebih untuk sampah organik, maka akan sangat dibutuhkan. ”Silahkan saja,” katanya.

Upaya ini mendapat apresiasi dari Departemen Lingkungan Hidup. Saat kunjungan ke Kota Bekasi belum lama ini, Tri Bangun El Sony, Asisten Deputi Urusan Pengedalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Berskala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan upaya dan komitmen Pemkot Bekasi perlu mendapat apresiasi. “Jarang daerah yang memiliki komitmen tinggi memperhatikan masalah gas flairing atau pengelolaan sampah,” katanya.

Listrik tenaga sampah yang dikembangkan di Kota Bekasi saat ini sudah berjalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi. Dengan bekerjasama perusahaan asing PT Gikoko, sampah diolah menjadi tenaga listrik sebesar 120 KVA dari rencana 500 KVA.

Sedangkan listrik tenaga sampah di TPA Bantargebang ditargetkan bisa mencapai 2 mega watt (MW).

Sampah di Kota Bekasi diarahkan menjadi potensi pemasukan kas daerah sekaligus harus ramah lingkungan. Saat ini, sampah sudah diolah menjadi kompos, listrik, dan gas flairing (pembakaran gas methane). chotim/sir/Pos Kota

http://www.surya.co.id/2010/02/20/listrik-tenaga-sampah-operasi-bulan-depan.html
Read more ...