IKLAN BULAN INI

Showing posts with label Transportation. Show all posts
Showing posts with label Transportation. Show all posts

Wednesday, 15 September 2010

Menkes Resmikan Vaksin Meningitis Halal untuk Jamaah Haji

Rabu, 15 September 2010, 19:32 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, meresmikan pemberian vaksin meningitis halal secara nasional, kepada jemaah calon haji Indonesia tahun 1431 H/2010 M, di Puskesmas Lubuk Buaya, Padang, Sumatra Barat, Rabu (15/9).

Dalam sambutannya Menkes mengatakan, pertimbangan yang digunakan pemerintah dalam proses pengadaan vaksin meningitis yaitu faktor efektivitas vaksin (berkhasiat), mutunya terjamin yang ditunjukkan adanya izin edar dari Badan POM (registrasi), dan sesuai fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kriteria-kriteria tersebut yang menjadi dasar sehingga vaksin yang dinyatakan halal oleh MUI menjadi pilihan untuk diberikan kepada calon jamaah haji Indonesia,” kata Menkes dalam keterangan Puskom Publik Kemenkes, di Jakarta, Rabu (15/9).

Menurut Menkes, pemberian vaksinasi meningitis kepada calon jamaah haji merupakan upaya perlindungan terhadap bahaya penyakit meningitis meningokokus yang menular dan membahayakan jamaah haji Indonesia dan keluarganya.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang mengamanatkan kepada pemerintah untuk senantiasa melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah haji Indonesia.

Selain itu, pemberian vaksin meningitis merupakan syarat mutlak bagi jamaah haji yang akan memasuki wilayah Kerajaan Arab Saudi. “Bagi mereka yang belum atau tidak diimunisasi meningitis meningokokus, maka Kerajaan Arab Saudi tidak akan memberikan visa/izin untuk memasuki negaranya,” kata Menkes.

Di 2010 ini, jumlah jamaah haji Indonesia sebanyak 221 ribu orang dan petugas haji sebanyak 3.250 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang terbanyak jika dibandingkan dengan negara Muslim lainnya di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menjelaskan, bahwa efektivitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian, karena itu seluruh jemaah haji Indonesia, disarankan harus sudah divaksinasi meningitis paling lambat 30 September.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pengadaan vaksin meningitis yang telah memperoleh sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari Badan POM yaitu Menveo ACW135Y sebanyak 211.415 dosis untuk 211 ribu calon jemaah haji dan 3.250 dosis untuk petugas haji.

Sementara berkaitan dengan penambahan kuota calon jamaah haji sebanyak 10 ribu orang yang disampaikan Kementerian Agama, Kemenkes melakukan penambahan penyediaan vaksin meningitis sebanyak 10 ribu dosis. Vaksin meningitis Menveo telah didistribusikan ke seluruh provinsi sejak 28 Agustus dan siap didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.

Sebagai tindakan antisipatif dalam penggunaan vaksin meningitis yang baru, Kemenkes telah melakukan sosialisasi kepada pengelola program kesehatan haji seluruh Indonesia dan 15 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Embarkasi dan Debarkasi pada tanggal 4 dan 11 Agustus di Batam dan Cikarang, Jawa Barat.

Red: Endro Yuwanto
Sumber: kominfo-newsroom

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/09/15/134866-menkes-resmikan-vaksin-meningitis-halal-untuk-jamaah-haji
Read more ...

Perlakuan Pramugari Sriwijaya Air Tidak Memuaskan

Rabu, 15/09/2010 17:19 WIB

Nia Kurnia M - suaraPembaca

Jakarta - Pada tanggal 12 September 2010 saya beserta suami dan dua putri saya pulang dari Malang menuju Jakarta menggunakan Sriwijaya Air. Pada awalnya saya sangat senang karena tidak ada delay penerbangan. Kira-kira lima belas menit setelah take off putri pertama saya menangis meminta susu.

Saya karena tidak bisa berdiri dikarenakan menggendong putri saya tersebut lantas suami saya mencoba untuk memanggil pramugari untuk meminta tolong mengambilkan tas yang berada di kabin. Namun, dengan santainya pramugari tersebut meminta suami saya sendiri yang mengambil sendiri. Padahal, saat itu suami saya sedang menggendong putri kedua kami yang berumur 3 bulan.

Melihat kondisi kami yang sama-sama tidak bisa mengambil tas tersebut pramugari tersebut tidak memberi solusi. Beruntung ada Bapak-bapak di sebelah suami saya mau mengambilkan.

Setelah diambilkan pramugari tersebut malah memarahi kami bahwa kalau air tidak boleh disimpan di kabin. Saat itu saya tidak membaca ada larangan ataupun diberitahukan kalau di kabin tidak boleh ada air.

Pada pimpinan Sriwijaya Air saya mohon untuk semua kru diberikan saran supaya bersikap lebih sopan. Saya sangat kecewa dengan perlakuan yang tidak memuaskan tersebut. Terima kasih.

Nia Kurnia M
Jl Raya Hankam Gang Rambutan No 72 Bekasi
mystar.abcd@gmail.com
08125209842

(msh/msh)

http://suarapembaca.detik.com/read/2010/09/15/171947/1441216/283/perlakuan-pramugari-sriwijaya-air-tidak-memuaskan?992205470
Read more ...

Tuesday, 1 June 2010

Tarif KA Ekonomi Naik Hingga 62 Persen

* Selasa, 1 Juni 2010 | 15:22 WIB

JAKARTA - SURYA- Direktorat Perhubungan Kereta Api Kementerian Perhubungan mengusulkan kenaikan tarif pada kereta api kelas ekonomi. Kenaikan yang diusulkan antara 16 persen hingga 62 persen.

Dirjen Perhubungan KA Tundjung Inderawan mengatakan, usulan kenaikan tarif ekonomi tersebut mencakup lima jenis angkutan ekonomi KA yaitu KA jarak jauh 16 persen (Rp 4.000-Rp 8.500), jarak sedang 17 persen (1.000-5.500), jarak dekat 45 persen (Rp 500-Rp 2.000), Kereta Rel Diesel (KRD) 34 persen (Rp 500-Rp 1.500) dan kereta rel listrik (KRL) 62 persen (Rp 500-Rp 2.000).

“Mohon tidak mempermasalahkan persentase kenaikannya, karena secara nominal meskipun ada yang diusulkan naik 62 persen, tetapi secara nominal angkanya tidak besar,” kata Tundjung di Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Menurutnya usulan tersebut sudah disampaikan ke Sekretaris Jenderal Kemenhub. Tarif baru nantinya yang memutuskan Menteri Perhubungan.

Tundjung menyatakan seluruh keputusan kenaikan tarif ada di tangan Menhub Freddy Numberi. “Diharapkan tarif baru KA kelas ekonomi akan diberlakukan pada tahun ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, usulan kenaikan tarif tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan survei kemampuan membayar masyarakat beberapa bulan lalu dan hasilnya masyarakat mau membayarnya.

“Karenanya tarif divealuasi dan hasilnya seperti yang diusulkan,” tandas Tundjung.

Usulan ini juga terkait dengan tarif KA ekonomi yang belum ada penyesuaian sejak 2004 lalu. Pada 2009 lalu tarif juga turun seiring menurunnya harga BBM.

Bila tarif baru telah ada jelasnya, maka pemerintah tidak akan menaikkan dana public services obligation (PSO). PSO untuk PT KA tahun ini sebesar Rp 535 miliar.

“Kompensasi bagi penumpang adalah tahun depan KA ekonomi harus memakai AC,” tandasnya.

Dana kenaikan tarif tersebut nantinya akan dipergunakan PT KA untuk menutupi biaya operasional karena PSO tidak naik.

Awal tahun lalu PT KA mengusulkan kenaikan tarif sebesar 50 persen. Waktu itu diharapkan kenaikan berjenjang selama empat kali.
EWA/kcm/bnj/Persda

http://www.surya.co.id/2010/06/01/tarif-ka-ekonomi-naik-hingga-62-persen.html
Read more ...

Thursday, 27 May 2010

Tarif Penumpang Kereta Ekonomi Naik Mulai Juni

Rabu, 26 Mei 2010

JAKARTA (LampostOnline): PT Kereta Api (Persero) memastikan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi untuk semua jurusan akan naik mulai Juni 2010.

"Tarif kereta ekonomi akan disesuaikan pada Juni. Namun besaran kenaikan kami usulkan 50 persen," kata Direktur Utama PTKA, Ignasius Jonan, usai seminar "Mapping Anatomi BUMN Menuju World Class Company", di Jakarta, Rabu (26-5).

Menurut Jonan, usulan kenaikan sudah disampaikan kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham, dan Kementerian Perhubungan.

"Tarif kelas ekonomi sudah tidak naik sejak delapan tahun lalu, sehingga perlu ada penyesuaian," katanya.

Ia menjelaskan, dalam usulan yang disampaikan kepada pemerintah, kenaikan diharapkan mencapai 70 persen.

"Namun, kemungkinan akan disetujui sebesar 50 persen, dengan pola penerapan bertahap dalam dua tahun," katanya.

Adapun angka 50 persen disesuaikan dengan kemampuan membayar dari konsumen.

Keharusan menaikkan tarif, terkait dengan persaingan usaha pada transportasi darat antara Kereta Api dengan angkutan truk yang menggunakan bahan bakar solar bersubsidi.

"Saat ini PTKA diwajibkan membayar `TAC` (track access charge) pengunaan jalan rel milik negara. TAC yang besar berdampak pada biaya operasi perusahaan," kata Jonan.

Meski begitu, Jonan tidak merinci tarif penumpang ekonomi penumpang yang berlaku pada saat ini.

Ia hanya menjelaskan, dengan kenaikan tarif tersebut sudah menggambarkan tingkat tarif keekonomian PTKA.

Kenaikan besaran tarif penumpang ekonomi terakhir kali naik pada 2004 sebesar 10-20 persen dari tahun 2002.

Dengan kebijakan tarif kereta ekonomi yang masih rendah tersebut, PTKA memproleh dana sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk subsidi penumpang sebagai pelaksana kewajiban kepada publik (PSO).

Jonan mengaku, dengan menaikkan tarif penumpang maka perseroan juga bersedia dana PSO yang bersumber dari APBN dikurangi sebesar persentasi kenaikan tarif. ANT/L-1

http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=17781
Read more ...

Wednesday, 26 May 2010

Armada Pengangkut Sampah Pemkot Tangsel Sangat Minim

Rabu, 26 Mei 2010, 15:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PAMULANG--Menurut Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Tangerang Selatan, Sudrajat, ada beberapa kendala yang ia hadapi dalam pengolahan masalah sampah di wilayahnya. Selain revitalisasi TPST Cipeucang yang sudah berfungsi namun tidak maksimal, jumlah armada pengangkut sampah juga sangat minim.

Saat ini, truk pengangkut sampah yang dioperasikan hanya sembilan unit. Idealnya, tiap kecamatan memiliki lima unit armada sampah. "Sehingga paling tidak Pemkot Tangsel memiliki 35 unit truk sampah," ujarnya.

Sudrajat berjanji untuk lebih memaksimalkan upayanya dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Tangsel yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir.

Sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh Pemkot Tangsel. Tumpukkan sampah selalu di beberapa titik masih ada seperti di Pasar Ciputat, Jalan Raya Ciputat, Pasar Serpong, dan sekitarnya.

Sampah tersebut seringkali menyebabkan daerah lain ikut merasakan akibatnya. Pada 13 Januari 2010 yang lalu, enam truk sampah milik Pemkot Tangsel ditangkap aparat Satpol PP Kota Tangerang karena membuang sampah di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang. Selain itu, pada 9 Februari 2010 yang lalu, Pemkab Bogor sampai mengirimkan surat Somasi ke Pemkot Tangsel karena salah satu daerahnya di Gunung Sindur menjadi tempat pembuangan sampah yang berasal dari Kota Tangsel.
Red: Siwi Tri Puji.B
Rep: c25

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/05/26/117274-armada-pengangkut-sampah-pemkot-tangsel-sangat-minim
Read more ...

Jumlah Travel Bandung-Jakarta Berlebih, Dishub Surati Menhub

Rabu, 26/05/2010 15:24 WIB

Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Jumlah travel Bandung-Jakarta sudah berlebih. Karenanya itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung meminta Dir Lalin Angkutan Jalan Dirjen Perhubungan Darat mengevaluasi jumlah travel. Permintaan itu telah disampaikan kepada Menhub melalui surat tiga bulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butar Butar mengungkapkan berdasarkan aturan kementrian perhubungan, jumlah travel hanya 20 persen dari jumlah armada bis yang ada. "Sementara jumlahnya saat ini sudah lebih dari aturan, makanya kami minta evaluasi sebelum dikeluarkannya izin baru," ujar Timbul ditemui di kantornya, Jalan Leuwipanjang, Rabu (26/5/2010).

Berdasarkan data Dishub Bandung, jumlah travel Bandung-Jakarta ada 18 perusahaan, dengan total 642 armada. Sementara bus Bandung-Jakarta dengan lima trayek hanya 361 armada.

"Surat dilayangkan 2 hingga 3 bulan lalu, tapi belum ada tanggapan. Kita inisiatif kirimkan surat serta sudah secara lisan meminta pada dirjen," kata Timbul.

Menurut Timbul, jumlah travel di Bandung sudah terlampau banyak. "Sudah banyak dan semrawut. Ini kita lakukan untuk melindungi armada bus saat ini dan juga melindungi investor travel," jelas Timbul.

Lebih lanjut Timbul menjelaskan, selama ini proses izin perusahaan travel dari pusat. Dishub Bandung hanya memberikan rekomendasi. "Sepertinya bola panasnya dari kita. Tidak diberikan rekomendasi, tetapi sudah diizinkan pusat. Kalau izin dari kita kan, lebih gampang dikontrol dan akan ada pembatasan," katanya.

Dia mengungkapkan, dalam tiga bulan ini sambil menunggu tanggapan dari Menhub, sudah ada satu perusahaan travel yang diberikan izinnya. "Kita beri rekomendasi karena si pengusaha sudah membeli armada," katanya.
(ern/ern)

http://bandung.detik.com/read/2010/05/26/152413/1364534/486/jumlah-travel-bandung-jakarta-berlebih-dishub-surati-menhub?g991101485
Read more ...

Monday, 24 May 2010

Gara-gara PSM, Lion Air Turunkan Penumpang

SENIN, 24 MEI 2010 | 09:00 WITA

MAKASSAR -- Gaduh terjadi di ruang tunggu pesawat Lion Air, pukul 07.00 Wita. Gara-garanya rombongan PSM kompak menolak naik pesawat karena sembilan orang dari 30 rombongan tak mendapat seat penerbangan menuju Jakarta-Palembang.

Pesawat terpaksa dealey satu jam lamanya, karena pihak Lion Air harus menurunkan lagi penumpang yang sudah duduk di pesawat untuk memberi seat kepada rombongan PSM. Wahyu, salah seorang penumpang merasa dongkol karena Lion Air dianggapnya tidak profesional. Sembilan penumpang harus pasrah diturunkan dari pesawat.

''Mereka memang tidak profesional, kami sudah booking tiket sejak enam hari lalu, tapi kalau seperti ini. Berarti ada yang bobol dalam sistem jaringan. Kami menolak berangkat karena ini rombongan, susah mengaturnya setelah tiba di Jakarta,'' kata Faisal Maming, Oficial PSM.

Samsir, dari pihak Lion Air meminta maaf atas kekacauan tersebut. Dia menyebut banyak calo yang menyerobot dan mengacaukan sistem. Sembilan penumpang yang diturunkan akhirnya pindah pesawat ke penerbangan Lion Air berikutnya tanpa kompensasi. ''Kita sayangkan juga karena PSM belum bayar 9 boading pas. Mungkin mereka lupa,'' kata Samsir. (aci)

http://bola.fajar.co.id/read/93435/48/garagara-psm-lion-air-turunkan-penumpang
Read more ...

Sunday, 28 February 2010

Halte Halimun Tak Angkut Penumpang

Senin, 01 Maret 2010 | 10:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Halte busway Halimun mulai Senin (1/3) tak lagi mengangkut penumpang untuk bus Transjakarta Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas). Asisten Menejer Pusat Pengendali Badan Layanan Umum Busway, Bano Yogaswara, keputusan ini terkait dengan banyaknya keluhan penumpang busway.

Menurut Bano, banyak penumpang di halte Dukuh Atas yang mengeluh karena ketika busway sampai halte Dukuh Atas, bus sudah penuh karena mengangkut penumpang dari Halimun. "Sementara di Dukuh Atas, halte juga penuh penumpang," kata dia ketika dihubungi, Senin.
Akibatnya, banyak penumpang di Dukuh Atas tak terangkut.

Kondisi itu diakibatkan karena banyak penumpang busway koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas) yang naik busway koridor VI dari halte Halimun. Maka, mulai hari ini, halte itu tak diperuntukkan bagi penumpang untuk naik busway koridor VI.

Agar tak digunakan sebagai halte transit, maka penumpang busway koridor VI tak bisa naik dari halte itu. "Kalau turun bisa," kata dia. Selain itu, halte tersebut masih bisa digunakan penumpang untuk naik busway koridor VI. Bano menyatakan, sosialisasi ini sudah dilakukan sepekan ini.

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/03/01/brk,20100301-228876,id.html
Read more ...

Saturday, 20 February 2010

Jalur Utara Bangkalan Rusak Akibat Alat Berat

Sabtu, 20 Pebruari 2010 01:02 WIB

Bangkalan (ANTARA News) - Jalan di jalur utara di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sepanjang 30 kilometer rusak parah akibat sering dilalui alat berat untuk kegiatan eksplorasi.

"Jalur utara sekitar sepanjang 30 kilometer mengalami rusak. Jika hal tersebut dibiarkan maka rawan sekali terjadi kecelakaan," kata tokoh masyarakat Bangkalan, KH Syarifuddin Daman Huri, Jumat.

Syarifuddin menjelaskan, jalur utara yang mengalami kerusakan meliputi Kecamatan Arosbaya, Geger, Tanjung Bumi, Sepulu, dan Konang. Jalan di jalur tersebut banyak lubang.

"Dulu sebelum ada kegiatan eksplorasi migas (minyak dan gas), jalan di jalur utara bagus. Namun, sekarang kondisi jalan banyak yang berlubang," ucapnya.

Menurut Syarifuddin yang juga fungsionaris PCNU Bangkalan itu, alat berat yang melintas di jalur utara yakni menuju sumur Madederop, Desa Banyonning Dajah, Kecamatan Geger dan sumur Dolang-Dolang I, Desa Genteng, Kecamatan Konang.

"Kami berharap pihak SPE Petroleum segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Sebab pengguna jalan yang melintas di situ tidak nyaman," ucapnya.

Selain membuat jalan rusak, katanya, kegiatan eksplorasi migas juga mempengaruhi budaya masyarakat sekitar. Pasalnya, saat azan Maghrib tiba masyarakat setempat pergi ke masjid, tapi para pekerja eksplorasi migas masih memakai celana pendek.

"Saya minta supaya hal semacam tersebut dihentikan, agar tidak mempengaruhi masyarakat sekitar yang notabene umat Muslim," paparnya.

Sementara itu, Humas SPE Petroleum, Kholil, mengatakan, pihaknya bersedia memperbaiki jalan yang rusak tersebut dalam waktu dekat. Sehingga kegiatan eksplorasi migas tidak memberikan dampak negatif pada masyarakat. (ZIZ/K004)

http://www.antaranews.com/berita/1266602521/jalur-utara-bangkalan-rusak-akibat-alat-berat
Read more ...

Dishub Kupang Sosialisasikan Trayek Baru

Jumat, 19 Februari 2010 | 12:45 WITA

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan, saat ini pihaknya sedang mensosialisasi trayek baru, Naimata-Penfui dan Maulafa serta Osmok.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Alak dan Oebobo. Selain trayek, materi sosialisasi meliputi masalah keamanan bagi pihak yang melakukan pelayanan trayek alternatif serta keselamatan awak angkutan.

"Jika dalam sosialisasi itu masyarakat menerima dan bersedia menjaga keamanan serta keselamatan pelayanan trayek alternatif ini, maka trayek baru tersebut akan dilayani dalam tahun ini juga," kata Rera Beka saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2010).

Rera Beka mengatakan, rencana pembukaan trayek baru pada beberapa tempat itu sudah disampaikan kepada pengurus Organda dan disambut baik. Pihaknya akan melakukan pendekatan dengan pemilik armada untuk penempatan armada pada trayek baru itu.

"Kita akan melakukan pendekatan dengan pemilik armada agar bersedia melayani masyarakat pada trayek baru itu. Dan untuk ujicoba akan menggunakan Damri," katanya.

Rera Beka mengatakan, pembukaan trayek baru merupakan kebutuhan masyarakat yang diusulkan kepada dinas perhubungan dengan mengajukan data-data penduduk dan data pendukung lainnya.

"Sudah saatnya masyarakat menikmati pelayanan angkutan umum karena mobilitas setiap hari terus meningkat," ujar Rera Beka.

Menurut Rera Beka, beberapa tahun sebelumnya trayek Naimata-Penfui dan Osmok sudah direncanakan, bahkan sudah melakukan ujicoba. Namun masalah keamanan sehingga para pemilik armada dan awak kendaraan berhenti melayani masyarakat.

"Kita berharap persoalan yang penah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran bagi masyarakat pengguna jasa agar tidak mengulangi hal yang sama. Untuk itu kehadiran masyarakat mengikuti sosialisasi ini sangat dibutuhkan sehingga saatnya nanti tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat umum," ujarnya.

Selain mensosialisasikan trayek baru, kata Rera Beka, tahun ini juga dinas perhubungan mengganti traffic light yang rusak. Saat ini sudah ada pengadaan lima unit traffic light dan siap dipasang. "Dinas Perhubungan Kota Kupang hanya melakukan pemeliharaan, sementara perencanaan penempatan traffic light dilakukan oleh dinas perhubungan propinsi," kata Rera Beka. (mas)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/43382/dishub-kupang-sosialisasikan-trayek-baru
Read more ...

Wednesday, 10 February 2010

Maret, Tarif Penrbangan Bisa Jadi Mahal

Kamis, 11 Februari 2010 | 09:25 WITA

JAKARTA, TRUBUN-TIMUR.COM - Tarif batas atas penerbangan dalam negeri mulai Maret 2010 naik maksimal 10 persen. Dalam ketentuan yang ditetapkan dalam keputusan menteri perhubungan itu, telah dimasukkan komponen Pajak Pertambahan Nilai, iuran aturan, dan biaya tambahan.

Dengan demikian, tarif batas atas yang riil tak lagi ditambah komponen biaya lain. Tarif pada keputusan menteri perhubungan itu adalah tarif termahal yang dibayar konsumen.

”Tujuan penetapan tarif batas atas ini untuk transparansi tarif bagi konsumen,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti S Gumay, Rabu (10/2/2010) di Jakarta.

Selama ini, konsumen sulit mengetahui batas atas riil tarif yang ditetapkan maskapai. Ini karena Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi hanya mengatur tarif batas atas di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya tambahan (fuel surcharge). Fuel surcharge ditetapkan operator meski ada pedoman dari pemerintah.

Saat ini, tarif batas atas rute Jakarta-Yogyakarta, misalnya, Rp 580.000. Tarif batas atas yang baru tak dihitung dari tarif batas atas menurut Keputusan Menhub No 9/2002, tetapi dari total harga tiket yang merupakan penjumlahan tarif batas atas, PPN, dan fuel surcharge.

”Bila ditambah PPN dan fuel surcharge, harga tiket termahal Jakarta-Yogyakarta kini, katakanlah, Rp 1 juta, maka tarif batas atas yang baru Rp 1,1 juta. Artinya, bila ada yang menjual tiket di atas Rp 1,1 juta, melanggar aturan pemerintah,” kata Herry.

Herry menjelaskan, dalam Keputusan Menhub tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga, jenis pelayanan udara tiap maskapai akan diklasifikasikan. ”Silakan maskapai mengelompokkan dirinya sendiri, kemudian melaporkannya kepada kami. Dampaknya akan berpengaruh ke harga tiket,” katanya.

Maskapai dengan pelayanan penuh, seperti Garuda Indonesia, dapat menerapkan tarif 100 persen dari tarif batas atas. Maskapai dengan pelayanan medium maksimal tarifnya 90 persen dari tarif batas atas. Adapun penerbangan murah, seperti Indonesia AirAsia, maksimal tarifnya 85 persen dari tarif batas atas. Jadi, tarif termahal Indonesia AirAsia dari Jakarta ke Yogyakarta Rp 935.000, bukan Rp 1,1 juta.

Daya beli

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyetujui kenaikan tarif batas atas tersebut. “Saya yakin pemerintah tak sekadar mempertimbangkan usulan kenaikan tarif batas atas dari operator, tapi juga memerhatikan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Jika tarif penerbangan terlalu tinggi, kata Edward, masyarakat terancam tak dapat membeli tiket. Pertumbuhan penumpang dapat menurun. Dampaknya, tingkat keterisian pesawat anjlok dan operator berpotensi merugi.

Laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada Januari menyebutkan, penumpang di Asia Pasifik pada 2009 turun 5,6 persen dibanding 2008, Eropa turun 5 persen, dan Amerika Utara turun 5,6 persen.

Namun, dari Laporan Kementerian Perhubungan, penumpang angkutan udara di Indonesia pada 2009 justru meningkat. Penumpang di dalam negeri 43,78 juta orang, naik 17 persen dibanding 2008. Lion Air adalah maskapai berpenumpang terbanyak pada 2009 dengan 13,38 juta orang, disusul Garuda dan Batavia Air.

Penumpang rute internasional 2009 sebanyak 4,96 orang atau tumbuh 21 persen dibandingkan 2008. Kargo internasional tumbuh 9,48 persen.(*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/77419/Maret_Tarif_Penrbangan_Bisa_Jai_Mahal
Read more ...

Monday, 8 February 2010

Ingat! Biaya Lapor Kendaraan dari Luar Sulsel Gratis

Senin, 8 Februari 2010 | 19:17 WITA

MAKASSSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Kabar gembira bagi Anda pemilik kendaraan yang ingin membawa kendaran bermotor ke wilayah Sulsel.

Saat ini Polda Sulsel membebaskan biaya lapor kendaraan yang didatangkan dari luar Sulsel. Demikian menurut Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Herry Subiansauri, SH, MH, Msi, kepada Tribun sore tadi.

Ia mengatakan bahwa kendaraan bermotor dari luar Sulsel yang masuk ke Sulselbar tidak dikenakan biaya atau dibebankan pembayaran apapun saat melakukan lapor tiba.

Lapor tiba adalah bagian dari keterangan jalan dari kendaraan bermotor yang dari luar Sulsel ke wilayah Sulsel. (*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/76673
Read more ...

Friday, 5 February 2010

Puluhan Angkot dan Angdes Terjaring

Bukittinggi | Jumat, 05/02/2010 20:23 WIB

Langgar Lalulintas

Ikhwan Salim - Posmetro Padang

Seiring dengan sudah berakhirnya masa sosialisasi Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas selama tujuh bulan, Polresta Bukittinggi sudah mulai menindak langsung angkutan umum yang melanggar lalulintas.

Setidaknya dalam patroli yang digelar Satlantas Polresta Bukittinggi beberapa waktu lalu, puluhan angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angdes) diamankan di Mapolresta Bukittinggi.

Seperti disampaikan Kabag Ops Polresta Bukittinggi Kompol Arief Budiman SIK didampingi Kasat Lantas AKP Nasir, Jumat (5/2), kalau selama ini himbauan dan penindakan lebih didominasi oleh kendaraan roda dua. Namun, kali ini penindakan sudah mulai ditujukan pada angkutan umum.Berdasarkan patroli yang dilakukan.

Terdapat banyak kesalahan yang dilakukan oleh sopir angkutan umum di dalam kota secara kasat mata. Bagi kendaraan yang terbukti melakukan kesalahan langsung ditindak dan diamankan, sebab masa sosialisasi tentangt Undang-undang baru lalulintas sudah berlangsung selama sekitar tujuh bulan dan hal itu dirasa sudah cukup untuk langsung menerapkan peraturan yang baru. [*]

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13403
Read more ...

Fauzi Bowo Berjanji Tambah Transportasi Massal

Sabtu, 06 Februari 2010 | 09:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam acara "Aksi Peduli Keselamatan Lalu Lintas", Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, mengutarakan lagi rencananya untuk menambah jumlah alat transportasi massal.

Dalam awal pidatonya, Fauzi memaparkan kondisi Jakarta yang sering macet. Ia menyebutkan faktor makin seringnya muncul kemacetan, selain karena bertambahnya jumlah kendaraan, adalah karena pemerintah belum mampu menambah ruas jalan.

"Susah terlaksana karena masalah pembebasan jalan," kata dia, di Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara, Cibubur, Sabtu (6/2).

Karena itu, yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk mengurangi kemacetan adalah dengan menambah jumlah transportasi massal seperti bus. "Busway akan kami perluas hingga Kabupaten Bekasi dan Tangerang. Kami juga akan merevitalisasi kereta api dan mulai merekonstruksi kereta bawah tanah," ujar Fauzi.

Sebelumnya, usai rapat pimpinan di kantornya pada Senin (1/2), Fauzi sudah menyebut rencana Pemda DKI untuk menambah lima koridor busway. Hanya, belum jelas kapan rencana tersebut dapat diimplementasikan, mengingat rencana penambahan koridor busway belum masuk dalam APBD tahun ini.

ISMA SAVITRI

http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2010/02/06/brk,20100206-223915,id.html
Read more ...

Lalu Lintas Trans Kalimantan Terganggu Jembatan Putus

Sabtu, 06 Februari 2010 | 08:46 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya - Akibat jembatan putus, lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan di Provinsi Kalimantan Tengah yang menghubungkan Palangkaraya dengan Kabupaten Katingan sejak kemarin pagi hingga tadi malam terhambat. Satu dari dua jembatan di Kilometer 45 di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya putus akibat diterjang banjir.

Menurut Wardiman, sopir travel Palangkaraya-Katingan, jembatan yang diterjang banjir adalah jembatan dari arah Kota Kasongan Palangkaraya. Seluruh badan jembatan tertutup air setinggi dua meter, dan arusnya cukup deras. Tak ada kendaraan yang bisa melalui jalur tersebut.

Semua kendaraan dialihkan ke jalur Palangkaraya - Kota Kasongan. Akibatnya terjadi kepadatan dan antrean kendaraan. "Tak ada kendaraan yang berani lewat, jembatan, termasuk besi penghalang tak kelihatan karena tertutup air," katanya.

Kepala Dinas Pekertjaan Umum Kalteng Ben Brahim yang dihubungi Tempo mengatakan banjir telah menyebabkan jembatan putus. Pihaknya akan mengevaluasi jembatan itu, apakah akan ditinggikan. "Atau dilakukan pengerukan pada alur kiri-kanan jembatan,” ujarnya

Menurut dia, banjir yang terjadi di Km. 45 ini baru terjadi selama 20 tahun belakanga ini. Sebelumnya tidak pernah terjadi banjir . Mungkin ini akibat perubahan ekosistim karena pembabatan hutan. "Saya sudah perintahkan Kepala Sub Dinas Bina Marga Dinas PU Kalteng Ridwan Manurung untuk memantau keadaan dilapangan karena dirinya tengah meninjau jalan di perbatasan Kalbar-Kalteng," kata dia.

Kepala Sub Dinas Bina Marga Kalteng Ridwan Manurung ketika dihubungi mangatakan saat ini jembatan yang banjir sudah bisa dilalui kembali dan lalulintas kembali normal. Dia mengaku sejak kemarin pagi sudah di lokasi banjir bersama aparat kepolisian yang untuk mengatur lalu lintas.

"Jembatan kini sudah bisa kembali dilalui karena ketinggian air sudah turun dari dua meter menjadi sekitar 15 cm sehingga bisa dilewati kendaraan,” ujarnya.

KARANA

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/02/06/brk,20100206-223911,id.html
Read more ...

Pelabuhan Makassar Siap Buka Layanan 24 Jam

Sabtu, 6 Februari 2010 08:07 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu turun langsung memantau kesiapan sejumlah pelabuhan Indonesia. Salah satu yang dikunjungi adalah pelabuhan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/2). Selain meninjau salah satu kapal, Said melihat kesiapan terminal peti kemas.

Menurut Said Didu, Pelabuhan Makassar telah siap memberikan pelayanan 24 jam. Pelayanan ini dilakukan untuk mengantisipasi perdagangan bebas ASEAN-China yang mulai berlaku sejak Januari lalu. Ini juga sebagai bagian program 100 hari Pemerintahan Presiden Yudhoyono. Menurut Said Didu, Pelabuhan Makassar masih memerlukan peningkatan infrastruktur.(DOR)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/02/06/99237/Pelabuhan-Makassar-Siap-Buka-Layanan-24-Jam
Read more ...