IKLAN BULAN INI

Showing posts with label Farming. Show all posts
Showing posts with label Farming. Show all posts

Monday, 13 September 2010

Mengobati Depresi di Pertanian

Sabtu, 11 September 2010 14:45 WIB

London (ANTARA News) - Para dokter di Inggris memiliki resep pengobatan baru bagi pasien yang menderita depresi, yaitu menghabiskan waktu sehari di pertanian.

Satu tempat di Suffolk, Inggris mendorong pasien bekerja di luar ruangan, merawat ternak, menanam sayuran dan bermain-main dengan traktor.

Dikenal dengan nama pertanian peduli, inisiatif ini dirancang untuk menawarkan bantuan pengobatan bagi orang yang memiliki berbagai macam masalah kesehatan mental dan autis untuk memulihkan korban stroke.

Para dokter yang mendukung ikatan program pertanian, yang sudah berhasil berjalan di Norwegia dan Belanda, sekarang bisa mengacu pada pasien "Clink Care Farm" di Tofts Monk, dekat Beccles, Suffolk.

Pertanian yang berdiri di atas lahan seluas 143 akre itu, dijalankan oleh Doeke Dobma yang berasal dari Belanda.

"Ini proyek yang sangat menarik dan kami harap akan menginspirasi yang lain. Kami memiliki banyak umpan balik dari dokter yang lebih memilih melihat pasien mereka bekerja di pertanian daripada hanya duduk di rumah untuk menjalani pengobatan dan terperangkap oleh empat dinding," kata Dobma, seperti dikutip Daily Mail.

"Kami harap memiliki hingga delapan orang sehari membantu di sini dan itu akan meningkatkan tubuh mereka begitu juga pikiran mereka. Kami yakin itu akan menginspirasi dan memotivasi orang-orang."

Di Belanda satu jaringan pertanian perawatan, yang didukung dana pemerintah, saat ini memiliki lebih dari 10.000 orang setiap minggu.

Rencana juga didukung oleh Suffolk County Council dan pemimpin komunitas layanan dewasa Colin Noble mengatakan, "Kami selalu melihat cara inovatif untuk membantu orang mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi setiap hari dengan mendorong kegiatan baru."

"Ada tradisi pertanian kuat di Suffolk dan manfaat yang jelas dalam menggambarkan warisan itu dan mengombinasikan kepedulian pada orang-orang dengan kepedulian pada orang-orang," katanya.

"Itu merupakan alternatif bagi hari biasa dan perawatan perumahan sehingga masyarakat yang kurang beruntung bisa melakukan pekerjaan yang bermakna, belajar keahlian baru, mengembangkan rasa berprestasi dan merasa dihargai," katanya.(ENY/A024)

http://www.antaranews.com/berita/1284191103/mengobati-depresi-di-pertanian
Read more ...

Wednesday, 26 May 2010

Sumut krisis lahan pertanian!

Wednesday, 26 May 2010 00:10

MEDAN - Pencetakan sawah baru di Sumatera Utara sudah sangat mendesak. Pasalnya, alih fungsi lahan pertanian dan persawahan ke non pertanian dalam lima tahun terakhir terus meningkat.

”Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di Sumut setiap tahunnya terus bertambah. Inilah salah satu yang menjadi permasalahan di bidang pertanian yang kami hadapi sekarang ini,” kata Kadis Pertanian Provinsi Sumatera Utara, M Roem S, di Medan, tadi malam.

Menurut Roem, masalah alih fungsi lahan pertanian dan persawahan harus menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, alih fungsi lahan berdampak pada menurunnya produksi padi di Sumatera Utara hingga mencapai 66.617 ton.

”Tahun 2008 lahan sawah yang ditanami di Sumut seluas 478.521 hektar. Tahun 2009 menyusut menjadi 464.256 ha. Alihfungsi lahan ini mau tak mau harus dihentikan. Kita juga harus segera mencetak sawah baru mengimbangi alih fungsi lahan yang terus meningkat ini,” ujarnya.

Menurut Roem, selain mencetak sawah baru, upaya lain yang bisa menekan petani agar tidak mengalihkan lahan sawahnya untuk tanaman keras, seperti kelapa sawit, karet, coklat dan pengembangan perumahan lainnya, yakni harus ada payung hukum yang mengaturnya.

“Kita bersyukur telah ada Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” katanya.

Dia menjelaskan, UU itu antara lain mengatur sanksi hukum bagi para pelanggarnya, termasuk pejabat yang melanggar tata ruang dan mengeluarkan izin pengalihan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Selain denda sebesar Rp500 juta, pelanggar UU ini akan dikenai pidana penjara 1-5 tahun.

”Sekarang ini kita tinggal menunggu Peraturan Pemerintah. Setelah PP-nya turun, barulah dibuat Perda di provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Menurut Roem, salah satu penyebab tidak terbendungnya tren alih fungsi lahan pertanian dan persawahan di berbagai daerah di Sumatera Utara, seperti di Kabupaten Asahan, Langkat, Labuhan Batu dan lainnya karena ketersediaan air minim. Akibatnya, petani mengalihkan lahan sawahnya ke tanaman keras, seperti sawit, karet, coklat dan lainnya.

Ditanya rencana pencetakan sawah baru? Menurut Roem, untuk 2010 ini, pihaknya menargetkan mencetak 4.500 hektar sawah di Sumut. Bahkan, kata M Roem, tim survei telah turun ke sejumlah daerah di Sumut.

Daerah yang disurvei, seperti di kabupaten Simalungun, ada sekitar 1.200 hektar lahan yang direncanakan untuk pencetakan sawah baru. Berikutnya, di kabupaten Labuhan Batu Selatan ada 1.600 hektar, Labuhan Batu Utara 1200 hektar dan kabupaten Asahan ada 500 hektar.

”Harapan kita, pada 2010 ini terealisasi 3.500 hektar pencetakan sawah baru, sehingga Sumut sebagai daerah lumbung beras nomor lima nasional dapat dipertahankan,” harapnya.

Editor: NORA DELIYANA LUMBANGAOL
(dat04/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=117538:sumut-krisis-lahan-pertanian&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read more ...

Saturday, 20 February 2010

Swasembada Gula Jangan Hanya Mimpi

Sabtu, 20 Februari 2010 , 10:34:00

SAMBAS – Rencana masuknya investor perkebunan tebu di Kabupaten Sambas perlu mendapatkan perhatian semua lapisan. Ketua AMKS SM Tsjafioeddin Jepriadi kemarin menegaskan mewujudkan Kalimantan Barat swasembada gula jangan hanya sebuah wacana saja.“Masyarakat jangan diberikan mimpi oleh pemerintah dengan datangnya penanam modal. Karena lahan mana yang akan dikembangkan untuk penanaman tebu di Kabupaten Sambas,” tegasnya. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjunpura ini mengemukakan puluhan tahun lalu di Kecamatan Teluk Keramat sudah ada pabrik mini gula. Menurutnya, belajar dari kegagalan investasi masa lalu apakah penanaman tebu di sana layak.

“Ternyata masa lalu gagal menjadikan pabrik gula memenuhi kebutuhan daerah. Bahkan bangunannya menjadi saksi sejarah pengembangan tanaman tebu di Sambas,” katanya. Jepriadi mengatakan terlebih lagi informasi yang disampaikan media massa program Kementerian Pertanian supaya setiap daerah swasembada berarti ada pabrik pengolahan. Dikatakannya, berarti penanaman tebu dalam luasan yang sangat besar di Kabupaten Sambas. “Sekarang apakah masyarakat mau ikut menanam tebu selain kebun inti perusahaan. Sebab masyarakat sudah bisa hidup dengan karet dan kelapa sawit,” tuturnya. Ia mengungkapkan dikhawatirkan izin perkebunan tebu nanti beralih komoditi. Tegasnya, hanya karena diberikan kemudahan dapat izin, setelah itu terjadi perubahan menjadi perkebunan kelapa sawit lagi. “Kami berharap pemerintah mengkaji lebih dalam. Supaya program nasional bukan sebuah mimpi bagi masyarakat,” kata Jepriadi.

Ketua DPRD Sambas Mas’ud Sulaiman mengatakan rencana investasi pengembangan tanaman tebu seluas 18 ribu hektar. Dikatakannya, sekarang perusahaan sedang melakukan penjajakan dan survei.“Kalau persoalan teknis, pemerintah mungkin lebih tahu tentang kelayakan lahan. Mudah-mudahan saja program pemerintah ini berjalan baik, sehingga tebu menjadi komoditi unggulan Sambas juga nantinya,” harapnya. (riq)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=30129
Read more ...