IKLAN BULAN INI

Monday, 16 July 2012

Antibiotika Berbahaya Pada Anak

Hati-hati Memberikan Obat Antibiotik kepada Anak

Masalahnya, antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi imunitas.

“Dok, saya bingung, bayi saya ini, kok, sering sekali bolak-balik berobat karena penyakit yang sama, flu dan flu dan flu,” kata seorang ayah diruang praktik dokter spesialis anak, yang segera dilanjutkan oleh istrinya, “Iya, Dok. Padahal bayi saya ini sudah diperlakukan sesuai dengan apa yang dokter sarankan, diberi ASI eksklusif, saya makannya sudah 4 sehat 5 sempurna yang dimasak matang, kebersihan kamar dan rumah oke, begitu juga dengan ventilasi udara dan cahaya, sudah sesuai standar kesehatan internasional, deh.”

Sebelum si dokter sempat menjawab, si ibu kembali berkata, “Oh, ya,Dok, di rumah saya tidak ada perokok, pendingin udara di kamar dipatok pada suhu 25 derajat celcius, setiap pagi AC dimatikan dan membuka jendela lebar-lebar. Juga tak hanya antibiotik, semua obat yang diberikan dokter selalu dihabiskan seperti apa kata dokter.” Sambil menulis resep, si dokter menanggapi, “Bu-Pak, kita semua ini manusia yang masih sedikit sekali ilmunya. Jadi pertahankan apa yang telah disebutkan Bapak dan Ibu tadi. Sekarang kita coba dulu dengan obat yang ini, mudah-mudahan berhasil.” “Basi!” Mungkin pernyataan ini yang akan keluar dari mulut si bapak dan ibu tadi. Mungkin juga kita akan mengucapkan hal yang sama, jika hal itu-itu saja yang dikemukakan dokter setiap kali kita mempertanyakan kenapa si kecil harus sakit saban minggu.

Gara–gara Antibiotika
Menurut Prof. Iwan Darmansjah, MD, SpFK., bayi seharusnya ditakuti oleh penyakit alias jarang sakit. Mengapa? “Karena bayi masih dibentengi imunitas tinggi yang dibawanya dari dalam kandungan, juga diperoleh dari air susu ibunya. Jadi, penyakit sehari-hari seperti flu yang ditandai panas, batuk, pilek-, penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman, seharusnya dapat ditolak bayi dengan baik,” papar senior konsultan Pusat Uji Klinik Obat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PUKO FKUI) ini.Karenanya, jika bayi hampir saban minggu atau sebulan bisa dua kali bahkan lebih berobat ke dokter, lanjut Iwan, “Tentu akan timbul pertanyaan besar. Apakah ada yang salah dari lingkungan, apakah ada yang salah pada tubuh si bayi, ataukah dokter yang salah mendiagnosa.”

Iwan berpendapat, jika bayi berobat ke dokter karena flu hanya sesekali dalam kurun waktu 6-12 bulan, masih terbilang wajar. Tetapi kalau sudah setiap 2-3 minggu sekali harus pergi berobat ke dokter, maka tak bisa dikatakan wajar lagi. “Kondisi ini bisa terjadi jika tak ada faktor penyulit serta sudah menghindari faktor pencetusnya-, kemungkinan besar karena si bayi selalu mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter setiap dia sakit,” ungkapnya. Padahal, tidak semua penyakit yang dialami bayi, apalagi flu, harus diobati dengan antibiotik. Sekalipun antibiotiknya itu dalam dosis, takaran, atau ukuran yang sudah disesuaikan dengan usia, berat dan tinggi badan si bayi.

Fatal Akibatnya
Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit. “Nah, kejadian demam karena flu itu, kan, sekitar 90%, bahkan 95% disebabkan oleh virus. Jadi, salah kaprah sekali jika bayi flu harus minum antibiotik karena tak akan menyelesaikan masalah, apalagi menyembuhkan penyakit si bayi,” bilang Iwan.

Kesalahkaprahan pemberian antibiotik ini akan ditebus mahal oleh bayi, yakni menurunkan imunitas tubuh si bayi. Makanya tak heran jika bay iyang setiap sakit demam selalu minum antibiotik, tidak akan lebih dari satu bulan pasti sakit kembali. Lebih jauh lagi, antibiotik tak memperlihatkan efektivitasnya langsung terhadap tubuh manusia seperti obat lain, tetapi melalui kemampuannya untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman. Nah, kalau tidak ada kuman jahat untuk dibunuh ia justru membunuh kuman yang baik, dan ini merupakan efek sampingnya. Selain itu antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi imunitas anak terhadap virus dan kuman.

Meski resistensi kuman merupakan fenomena yang logis alamiah, tapi menurut Iwan, pemakaian antibiotik yang berlebihan dan tidak rasional bisa mempercepat resistensi kuman pada tubuh pasien. Reaksi lain yang bisa dilihat karena pemberian antibiotik adalah timbul demam, reaksi alergi, syok, hingga yang terparah yaitu kematian, karena si bayi tak tahan terhadap antibiotik yang dikonsumsinya. “Jangankan bayi, orang dewasa saja bisa meninggal jika dia tidak tahan antibiotik yang diminumnya,” tambah Iwan.

Penggunaanya Harus Tepat
Lain ceritanya, lanjut Iwan, jika bayi terkena penyakit yang disebabkan kuman atau bakteri. Sekalipun tidak wajib, bayi boleh saja menjalani terapi antibiotik untuk kesembuhannya. “Tentu harus dengan antibiotik yang sesuai untuk penyakit yang dideritanya.” Jadi, antibiotik yang diberikan harus tepat dengan jenis mikroorganisme penyebab penyakit. Kalau tidak, maka penyakit tak akan sembuh. Sebagai contoh, seperti dipaparkan Iwan, untuk mengobati bisul bisa digunakan Dicloxacillin, Flucloxacillin atau Eritromisin, Spiramisin,Roxithromisin, dan sejenisnya. Untuk mengobati radang paru-paru dapat digunakan antibiotik Penicillin G (injection) dan seturunan Eritromisin di atas. “Tetapi bayi dan anak tak boleh mengonsumsi antibiotik Moxifloxacin untuk mengobati radang paru-parunya, kecuali orang dewasa.”

Sedangkan untuk mengobati tifus bisa menggunakan Kloramfenicol atau Ciprofloxacin. Khusus untuk bayi dan anak, jika tak tahan Kloramfenicol, maka dapat diberikan Ciprofloxacin. Selain itu, pemberian antibiotik juga harus tepat dosisnya, tak boleh lebih ataupun kurang. Untuk ukuran dosis, tiap bayi berbeda-beda, tergantung seberapa parah penyakitnya, riwayat kesehatannya, hingga berat dan panjang badan si bayi. Terakhir, harus tepat pula kapan antibiotik itu diminumkanpada si bayi, berapa jam sekali, biasanya sebelum makan, dan boleh dicampur obat lain atau tidak. Yang perlu diperhatikan, penggunaan antibiotik tak melulu dengan cara diminum (per oral), tetapi ada pula yang lewat jalur injeksi. Karena itu, jangan sekali-kali memberi antibiotik sendiri tanpa sepengetahuan dan resep dari dokter. “Ingat itu berbahaya dan percuma, karena hanya dokter yang tahu antibiotik A adalah untuk mengobati kuman yang peka terhadap A,” tandas Iwan.

Hal penting lainnya, antibiotik harus dikonsumsi hingga habis supaya mikroorganisme yang menjadi sasaran antibiotik dapat dimusnahkan secara tuntas. Bila tak dihabiskan, kemungkinannya mikroorganisme tersebut akan menjadi kebal terhadap pemberian antibiotik sehingga penyakit tidak sembuh tuntas.

Mengganggu Fungsi Ginjal
Penggunaan antibiotik yang tak perlu, ujar Dr. rer. nat. Budiawan dari Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan (PUSKA RKL) Universitas Indonesia, bisa menyebabkan timbulnya kekebalan mikroorganisme terhadap antibiotik yang diberikan tersebut. Sehingga, jika timbul penyakit akibat mikroorganisme yang sudah kebal tersebut, pemberian antibiotik biasa tak akan mampu menyembuhkan penyakit tersebut sehingga harus dicari antibiotik yang lebih ampuh. Selain itu, mengonsumsi antibiotik yang tidak tepat bisa membunuh bakteri yang justru diperlukan tubuh, dan bisa terjadi gangguan sistem biokimia dalam tubuh. Efek lainya, bisa mengganggu sistem ekskresi tubuh, “Dalam hal ini gangguan terhadap fungsi ginjal, mengingat bahan aktif utama senyawa antibiotik tertentu bersifat nefrotoksik atau racun bagi fungsi sistem ginjal.”

Kenapa Dokter “Mengobral” Antibiotika ?
Sekalipun dampaknya sudah jelas merugikan pasien, namun tetap saja masih banyak dokter meresepkan antibiotik padahal jelas-jelas penyakit yang diderita si bayi bukan lantaran kuman. Menurut Iwan, hal ini dikarenakan perasaan tidak secure seorang dokter dalam mengobati pasiennya. Walau begitu, Iwan tetap tak setuju. “Kalau boleh terus terang, hingga sekarang saya juga bingung dan tak bisa mengerti, kenapa banyak  sekali dokter yang berbuat sebodoh itu, pada anak-anak lagi,” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Bohong besar, tambah Iwan, jika dokter mengatakan kepada pasienya, penyakit flu atau pilek yang dideritanya akan bertambah parah jika tak diobati dengan antibiotik. Karena itu, sebagai pasien atau orang tua pasien harus berani dengan tegas menolak, “No antibiotik, jika penyakit yang kita derita bukan karena bakteri.” Penolakan seperti ini adalah hak pasien, lo.

Apa sih Sebenarnya Antibiotika Itu ?
Antibiotik dibuat sebagai obat derivat yang berasal dari makhluk hidup atau mikroorganisme, yang dapat mencegah pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. “Antibiotik diperoleh dari hasil isolasi senyawa kimia tertentu yang berasal dari mikroorganisme seperti jamur, actinomycetes, bakteri. Hasil isolasi tersebut dikembangkan secara sintetik kimia dalam skala industri,” kata Budi. Akan tetapi, tidak semua makhluk hidup dapat dijadikan antibiotik, karena antibiotik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Harus efektif pada konsentrasi rendah.
2. Harus dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh satu atau lebih jenis mikroorganisme.
3. Tidak boleh memiliki efek samping bersifat toksik yang signifikan.
4. Harus efektif melawan patogen.
5. Harus dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa kehilangan aktivitasnya.
6. Harus dapat dieliminasi dari tubuh secara sempurna setelah pemberian dihentikan.
7. Harus bersifat sangat stabil agar dapat diisolasi dan diproses dalam dosis yang sesuai, sehingga segera dapat diserap tubuh.

Sumber: http://dannyprijadi.wordpress.com

Linked Posts:
Antibiotika Dan Kekebalan Tubuh Pada Anak | Penyakit TB Bisa Menjadi Kebal Obat | Pernyataan Dokter Tentang Obat Kimia | Hati-hati Mengobati Diri Sendiri | Propolis — Antibiotika Alami Tanpa Efek Samping
Read more ...

Antibiotika Dan Kekebalan Tubuh Pada Anak

ULASAN mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, “kampanye” memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung kerap menjadi obyek “ceruk pasar” dari berbagai produk antibiotik yang diresepkan dokter. Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap menunjukkan sikapketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis-segan banyak bertanya kepada dokter, dan memilih manggutmanggut saja jika diberi obat apa pun oleh dokter.

“Sebenarnya kan lucu jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita bayar. Terlebih yang kita bayar itu untuk dikonsumsi oleh anak kita yang merupakan amanat Tuhan. Ketidaktahuan ini sering kali dibiarkan oleh kalangan medis,malah kerap dimanfaatkan,” ujar dr Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed, yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis, termasuk melalui milis (mailing list).

Seperti dipaparkan Purnamawati, antibiotik berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan). Dengan demikian, antibiotik merupakan suatu zat yang bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup, yaitu mikro-organisme (jasad renik) seperti bakteri, parasit, atau jamur. Antibiotik tidak dapat membunuh virus sebab virus memang bukan “barang” hidup. Ia tidak dapat berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel pejamu, misalnya sel tubuh manusia, untuk berkembang biak.

Sementara masih kerap terjadi, dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, pilek. Antibiotik yang dianggap sebagai “obat dewa”. Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir. Padahal, antibiotik tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.

“Orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan harusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik? Bukankah penyebabnya virus? Tanyakan itu kepada dokter,” kata Purnamawati tegas.

Namun, kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis, sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu. Jika tidak diberi antibiotik, hal itu akan memberi peluangvirus dan kuman lain menyerang. Mengenai hal itu, Purnamawati menanggapi, “Sejak lahir kita sudah dibekali dengan sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Infeksi karena virushanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38,5 derajat Celsius. Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. Flu akan sembuh dengan sendirinya, antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan).”

Hal senada juga secara tegas dikatakan farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah, SpFk. “Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya, lalu sakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan sakit lagi. Terus begitu, dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit,” ujar Iwan.

PURNAMAWATI menggarisbawahi, antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat amoeba hystolytica. Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten.”Perlu diingat juga, untuk radang tenggorokan pada bayi, penelitian membuktikan 80-90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus,jadi tidak perlu antibiotik. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun, bahkan jarang hingga di bawah empat tahun,” kata Purnamawati.

Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik, ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, kelopak mata, hingga gangguan napas. “Berbagaipenelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang,” kata Purnamawati tandas.

Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, sulfonamid. Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis. Sementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal. Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri, pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic). Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus, pneumonia, apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata), serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.

Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. “Bahkan pada operasi besar seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja,” ujar Iwan. Purnamawati menganjurkan, para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter, dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus.

Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan menjadi bumerang.

“Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan,” tutur Iwan. (SF):


Sumber : Kompas Minggu, 10 April 2005 , http://www.tabloid-nakita.com/

Linked Posts:
Antibiotika Berbahaya Pada Anak | Penyakit TB Bisa Menjadi Kebal Obat | Pernyataan Dokter Tentang Obat KimiaHati-hati Mengobati Diri SendiriPropolis — Antibiotika Alami Tanpa Efek Samping
Read more ...

Flek Paru-paru Belum Tentu TBC

Anak Terkena Flek Paru-paru Belum Tentu TBC

Seringkali saat anak menderita flek paru-paru langsung dikaitkan dengan penyakit tuberculosis (TB/TBC). Padahal tidak semua flek yang terlihat pada paru-paru adalah TB.

Istilah flek paru-paru sering kali digunakan, meski dalam dunia kedokteran sendiri tidak ada penyakit bernama flek paru-paru. Hampir semua penyakit yang menyerang atau berhubungan dengan paru-paru akan menimbulkan flek di paru-parunya. Flek itu sendiri berasal dari bahasa belanda yang artinya noda.

Biasanya anak yang mengalami batuk berkepanjangan serta tidak kunjung berhenti disarankan untuk melakukan rontgen. Rontgen ini berguna untuk melihat apakah ada flek atau tidak, serta melihat ukuran dan bentuk dari flek itu sendiri. Namun untuk mengetahui penyebab pastinya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Dr Aditya Suryansyah SpA, Jumat (2/10/2009) batuk yang dialami oleh anak-anak itu penyebabnya karena adanya benda asing yang masuk ke saluran pernafasan termasuk dalam paru-paru. Benda asing tersebut dapat berupa alergen (bahan pencetus alergi) atau mikroorganisme (virus atau bakteri) dan dengan adanya batuk diharapkan lendir akan keluar.

Pada anak, gejala utama terkena penyakit TB bukanlah batuk yang terus menerus terjadi. Untuk mengetahui anak tekena TB atau bukan harus dilakukan pemeriksaan Mantoux Test yang berguna untuk melihat ada atau tidaknya bakteri penyebab TB. Serta melakukan pemeriksaan darah untuk melihat laju endap darah (LED) dan jenis limfositnya, seperti dikutip dari Mayoclinic, Jumat (2/10/2009).

Rata-rata anak yang menderita flek paru-paru akan diberikan obat yang harus diminum selama beberapa bulan dan biasanya tidak boleh berhenti. Tapi sebaiknya orangtua mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab flek tersebut. Karena tidak sedikit dokter yang langsung memberikan obat TB pada anak, padahal bisa saja si anak hanya mengalami alergi.

Jika anaknya memiliki flek di paru-paru, jangan langsung memvonisnya dengan penyakit TB. Karena banyak penyakit paru yang memiliki gejala seperti batuk terus menerus dan terdapat flek pada paru-parunya.
Sebaiknya jangan memberikan perlakuan yang berbeda pada anak yang memiliki flek paru-paru. Misalkan si anak menderita TB maka tidak akan menularkan ke orang dewasa, sebaliknya kemungkinan anak tertular dari orang dewasa.

Sumber: detikHealth, Jumat, 02/10/2009

Linked Posts:
Penyakit TB  /  TBCMengobati Flek Paru-paru Dengan Propolis | Mengobati Batuk Dan Asma
Read more ...

Kurang Tidur Bisa Picu Diabetes

Satu Lagi Bukti, Kurang Tidur Picu Diabetes!

Lagi-lagi sebuah riset terbaru kembali menunjukkan hubungan antara kurang tidur dan risiko diabetes. Dalam penelitiannya, para ilmuwan dari Brigham and Women Hospital di Boston menemukan, jadwal tidur yang tidak konsisten atau kurang tidur dapat meningkatkan resiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Dalam kajiannya, Peneliti memantau 21 orang sehat, yang semuanya tinggal di laboratorium tidur selama hampir enam minggu, di mana siklus tidur, pola makan dan kegiatan semuanya dikontrol oleh peneliti.

Temuan menunjukkan, peserta yang hanya diperbolehkan tidur sekitar enam jam semalam dan mengalami pergeseran siklus tidur/bangun memiliki tingkat gula darah yang lebih tinggi dan proses metabolisme cenderung melambat.

“Tingkat glukosa yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lama pada beberapa peserta bisa meningkat menjadi prediabetes,” ungkap peneliti. Temuan ini dipublikasikan pada 11 April 2012 dalam jurnal Science Translational Medicine.

“Ada banyak hal yang berperan terkait hubungan antara kurang tidur dan obesitas atau kegemukan,” kata Dr Vivian Fonseca, kepala endokrinologi dari Tulane University School of Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Fonseca mengatakan, studi terbaru ini menunjukkan bahwa kadar hormon dalam tubuh seseorang cenderung mengalami perubahan akibat kurang tidur. Hal ini bisa membantu menjelaskan kenapa mereka yang kurang tidur sangat rentan mengalami obesitas.

Tidur dan gula darah

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan tes darah untuk mengukur beberapa kadar hormon, termasuk insulin, kortisol (yang berhubungan dengan stres), dan leptin dan ghrelin (yang berhubungan dengan mengatur nafsu makan).

Mereka menemukan bahwa jadwal tidur terganggu menyebabkan penurunan 32 persen jumlah insulin yang dilepaskan di dalam tubuh setelah makan. Insulin adalah hormon kunci dalam regulasi gula darah.
“Penurunan kadar insulin adalah salah satu penjelasan bagaimana gangguan atau kurang tidur dapat menyebabkan diabetes,” kata Lisa Rafalson, seorang profesor pediatri dan kedokteran keluarga dari University at Buffalo.

Rafalson mengungkapkan, peningkatan hormon stres yang selalu membuat tubuh terjaga dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon.

“Insulin tidak dapat melakukan tugasnya secara efisien, sehingga Anda akhirnya mendapatkan glukosa berlebih yang tersisa dalam aliran darah,” katanya.

Sementara dalam temuan terbaru ini, peneliti tidak melihat adanya perubahan tingkat hormon gheriln (yang meningkatkan nafsu makan) pada peserta yang kurang tidur. Padahal beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, kurang tidur dapat menyebabkan tingkat yang lebih tinggi hormon ghrelin dan leptin yang lebih rendah.

Terkait temuan ini, Fonseca mengatakan, para peneliti perlu mencari tahu apakah ada solusi untuk mencegah kenaikan risiko diabetes selain dengan tidur lebih banyak.

“Kenyataannya adalah banyak orang yang kurang tidur karena pekerjaan mereka. Kita perlu mengidentifikasi apakah ada hal lain yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikinya,” katanya. (Sumber : FOX NEWS)

Sumber: Kompas.com, 12 April 2012

Linked Posts:
Diabetes Melitus | Cara Baru Deteksi Diabetes | Mengobati Diabetes Dan Komplikasi | Mengobati Kencing Manis (Diabetes) | Propolis Gagalkan Amputasi Penderita Diabetes
Read more ...

Sunday, 15 July 2012

Cara Membuat Label Berputar

Kawan mungkin sudah sering melihat Blog orang pada Sidebarnya ada Label Berputar seperti bola yang pada dunia Blogger lazim disebut Flash Label Cloud :y; kelihatannya sangat bagus apalagi Label Blog yang kita pakai banyak akan tambah bagus seperti binatang tawon bergulung-gulung :q;

Flash Labels by Way2Blogging
Live Demo Flash Label Cloud 

Oke langsung ke cara pemasangan pada Template 
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template - Edit HTML - Lanjutkan 
  • Beri tanda chech disamping Expand Template Widget
  • Cari  <b:section class='sidebar' id='sidebar' preferred='yes'> atau <b:section-contents id='sidebar-right-1'>
  • Copas Script berikut dibawah salah satunya
<b:widget id='Label100' locked='false' title='Labels' type='Label'><b:includable id='main'><b:if cond='data:title'><h2><data:title/></h2></b:if><div class='widget-content'><center>&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="https://sites.google.com/site/javascript10/tagcloud.swf" width="100%" height="200" allowscriptaccess="always" &gt;&lt;param name="movie" value="https://sites.google.com/site/javascript10/tagcloud.swf" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff" /&gt;&lt;param name="flashvars" value="tcolor=0x000000&amp;mode=tags&amp;distr=true&amp;tspeed=100&amp;tagcloud=&lt;tags&gt;<b:loop values='data:labels' var='label'><a expr:dir='data:blog.languageDirection' expr:href='data:label.url' style='11'><data:label.name/></a></b:loop>&lt;/tags&gt;" /&gt;</center></div><b:include name='quickedit'/></b:includable></b:widget>
  • Silahkan adakan setting seperlunya sesuai kebutuhan
  • Jangan lupa simpan template kawan 


Read more ...

Friday, 13 July 2012

Cara Pasang Tombol Berbagi Plus Pinterest

Postingan saya sekarang ini tentang Tombol Berbagi untuk Jejaring Sosial seperti Twitter, Facebook, G+ dan Pinterest yang paling anyar di dunia Blogger. :r; sepengetahuan saya kalau Thema / Template di WordPress kita tinggal memberikan tanda check disamping yang ingin ditampilkan dan secara otomatis akan tampil, sungguh sangat berbeda dengan di Blogspot karena yang ada share button default [artinya hanya ada khusus untuk Blogspot saja] sedangkan untuk yang lainnya kalau kita ingin menampilkan diperlukan  kode / scriptnya yang ingin kita tampilkan. 
Cara Pemasangan Tombol Berbagi sebagai berikut :
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor Pilih Template - Edit HTML - Lanjutkan 
  • Beri Tanda Check disampaing Expand Template Widget
  • Cari <data:post.body/> 
  • Simpan Script berikut dibawah atau diatas <data:post.body/>

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<!-- Scripts Button Start -->
<b:if cond='data:post.isFirstPost'>
<!-- Twitter -->
<script>!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=&quot;//platform.twitter.com/widgets.js&quot;;fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,&quot;script&quot;,&quot;twitter-wjs&quot;);</script>
<!-- Facebook -->
<div id='fb-root'/>
<script>(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = &quot;http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&quot;;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, &#39;script&#39;, &#39;facebook-jssdk&#39;));
</script>
<!-- Google +1 -->
<script type='text/javascript'>
(function() {
var po = document.createElement(&#39;script&#39;); po.type = &#39;text/javascript&#39;; po.async = true;
po.src = &#39;https://apis.google.com/js/plusone.js&#39;;
var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(po, s);
})();
</script>
</b:if>
<!-- Scripts Button End -->
<!-- Horizontal social buttons Start -->
<div class='horizontal-social-buttons' style='padding:10px 0 10px;'>
<!-- Twitter -->
<div style='float:left;'>
<a class='twitter-share-button' data-count='horizontal' data-lang='en' data-related='' data-via='' expr:data-text='data:post.title' expr:data-url='data:post.url' href='https://twitter.com/share'>Tweet</a>
</div>
<!-- Facebook Like+Send -->
<div style='float:left;'>
<fb:like colorscheme='light' expr:href='data:post.url' font='' layout='button_count' send='true' show_faces='false'/>
</div>
<!-- Google +1 -->
<div style='float:left;'>
<g:plusone annotation='bubble' expr:href='data:post.url' size='medium'/>
</div>
<!-- Pinterest Start -->
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='pin-wrapper' style='display: inline;'>
<a class='pin-it-button' count-layout='horizontal' expr:href='&quot;http://pinterest.com/pin/create/button/?url=&quot; + data:post.url'>Pin It</a>
<a href='javascript:void(run_pinmarklet())' style='margin-left:-93px; width:43px; height:20px; display:inline-block;'/>
</div>
<script src='http://assets.pinterest.com/js/pinit.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
function run_pinmarklet() {
    var e=document.createElement(&#39;script&#39;);
    e.setAttribute(&#39;type&#39;,&#39;text/javascript&#39;);
    e.setAttribute(&#39;charset&#39;,&#39;UTF-8&#39;);
    e.setAttribute(&#39;src&#39;,&#39;http://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r=&#39; + Math.random()*99999999);
    document.body.appendChild(e);
}
</script>
</b:if>
<!-- Pinterest End -->
</div>
<div style='clear: both;'/>
<!-- Horizontal social buttons End -->
</b:if>

Catatan :
  • Kalau kawan ingin menempatkan dibawah <data:post.body/> biasanya ada 2 [sebelum template di tambahkan Readmore otomatis] pilih <data:post.body/> yang pertama
  • Kalau Template memakai Readmore otomatis <data:post.body/> yang pertama bisa menjadi 3 atau selebihnya, silahkan pakai yang terakhir atau bisa dibawahnya lagi, misalnya pada <div class='post-footer'> silahkan kawan menentukannya :w 
  • Kalau kawan ingin menampilkan di bawah Judul Posting, simpan Script tersebut diatas <data:post.body/>
  • Simpan Template kawan

Read more ...

Wednesday, 11 July 2012

Masalah dan Solusi Membagi Halaman

Kawan masih ingat Artikel saya tentang Cara Membagi Halaman Posting di Home Page :z yang tampilannya seperti pada Blog saya, kalau tampilannya tidak mau seperti yang kita harapan di karenakan ada masalah seperti halaman posting berjejer kebawah atau Blog-Page [yang biasanya ada dibawah Post Artikel] naik keatas berada disamping / ditutupi oleh halaman posting :y; 
Sekarang saya akan berbagi dengan kawan berupa Solusi cara mengatasi masalah tersebut :w; lengkap dengan contohnya  
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template - Edit HTML - Lanjutkan 
Masalah yang ada : 
Halaman posting setelah dibagi, tampilannya berjejer kebawah 

  • Cara mengatasi : Perhatikan image dibawah yang saya kurung dengan garis merah, untuk width [lebar] kedua ukurannya diperkecil :q; 
  • Ingat itu script untuk membagi halaman posting di Home Page

Blog-Page naik keatas sejajar dan ditutupi oleh  Halaman Posting 



  • Cara Mengatasi : Perhatikan image dibawah yang saya kurung dengan garis merah 

  • Blog-Page biasanya terletak setelah Post-Comment sebelum ]]></b:skin> 
  • Kalau sudah ketemu script tersebut Hapus dan Ganti dengan
#blog-pager-newer-link {
    float: left;
    line-height: 1em;
    font-weight: 700;
    margin: 0;
    }
#blog-pager-older-link {
    float: right;
    line-height: 1em;
    font-weight: 700;
    margin: 0;
    }
#blog-pager {
    color: #2C64B4;
    margin: 0 auto 0;
    height: 25px;
    line-height: 1.8em;
    font-weight: 700;
    text-align: center;
    background: transparent;
    padding: 5px 5px 20px 5px;
    font-family:'Arial',sans serif;
    width: 98.5%;
    float: left;
    }
  • Jangan lupa simpan Template kawan 

Read more ...

Tuesday, 10 July 2012

Cara Membuat Portofolio yang Sukses di Situs Web

Setiap proyek apapun, klarifikasi tujuan sebelum mulai membuat/mengerjakannya. Jika tujuan portofolio adalah lebih dari satu, pertimbangkan untuk membuat 'multiple portofolio' untuk tujuannya masing-masing.

Contoh multipe-portofolio yang bagus adalah Nik Ainley, designer dan illustrator dari UK. Selain mempunyai situs sendiri (dengan pengunjung lebih dari 1 juta), dia menyertakannya di Behance (tempat menyatakan diri sebagai freelance), Devianart, dan galeri di CPLUV (situs tempat artist yang karyanya diminta banyak orang).

Contoh Portofolio:
- "hire me" portofolio yang dibuat oleh pencari kerja, biasanya dibuat untuk perusahaan tempat kita ingin kerja
- "sales generation portofolio", tujuannya untuk menghasilkan 'leads' dan menggerakan potensial customer melalui sales-channel (tertentu)
- "reputation building portofolio", tujuannya untuk membangun nama di Industri dan secara online. Bisa berbentuk 'showcase' atau digabung dengan blog.
- "networking portofolio" untuk membangun hubungan. Banyak situs jaringan yang menyediakan tools yang bagus agar anda bisa menyimpan portofolio di situs mereka.

• Target your market. Semakin di desain untuk terget market tertentu, portofolio semakin berbicara. Desainlah sesuai dengan 'yang klien ingin baca'.
• Prioritize Usability. Navigasi situs web adalah hal yang sangat penting. Lihatlah diluar kebiasaaan, carilah konteks dimana kita ingin dipersepsikan oleh customer
• Limit The Scope And Type of Work You Promote. Berikanlah yang terbaik (dari daftar kerjaan anda, tidak perlu semua), sesuaikan dengan target/tujuan awal (klien yang dituju).
• Sediakan kontak informasi yang cukup, dokumentasi, dan penjelasan.
• Promote and Leverage your work. Ada banyak tempat dimana kita bisa mempromosikan portofolio, misalnya bergabung dengan komunitas online (milis/forum) untuk membangun jaringan. Tambahkan blog di situs, semakin banyak traffic maka eksposure semakin baik. Leveraging termasuk menyertakan link ketika mengirim email, tambahkan di facebook atau komunitas yang diikuti. Intinya, integrasikan dengan komunikasi dan identitas online.

• Beberapa hasil studi tentang portofolio menunjukan bahwa:
- 7.2% situs sama sekali tidak mempunyai portofolio
- 12.7% situs, hanya mencantumkan logo atau screenshots, tanpa deskripsi apa-apa
- 16.4% situs, mencantumkan deskripsi singkat setelah logo atau screenshot
- 63,6% situs memiliki halaman detail untuk setiap project, termasuk cast-study, testimonial, screenshot, draft, dan sketsa.

Sumber: Smashine eBook Series: #1 Professional Web Design, Smashing Media GmbH, 2010dan millist TDA
Read more ...

Monday, 9 July 2012

Cara Membagi Halaman Posting di Home Page

Seperti pesan saya sebelumnya, jangan ikuti kejelekan saya [gonta-ganti Template] karena di search Engine :w; sangat jelek, sedangkan disatu sisi rasa puas khususnya saya secara pribadi tidak pernah tercapai, apa kawan juga sama seperti saya ?!  :i; 
sekarang saya berikan solusi sebagai alternatif perubahan misalnya halaman posting di Home Page kita bagi menjadi dua bagian, :y; inilah yang akan saya bahas dan berbagi dengan kawan, karena caranya sangat simple karena hanya menambahkan beberapa script tercapailah tujuan kita :q; seperti Blog saya ini Kalau aslinya Blog saya terdiri dua kolom [Sidebar dan Halaman Posting seperti pada Single-Page], bagaimana kawan berminat mencobanya.

Sebelum ke Cara Membuatnya, tolong perhatikan pesan saya ini yaitu : 
  1. Template kawan sudah terpasang Read more Otomatis 
  2. Perhatikan Lebar bagian Halaman Posting / Content / atau nama lainnya

Contoh Read more yang saya pakai :
<SCRIPT type='text/javascript'> var thumbnail_mode = &quot;no-float&quot; ; summary_noimg = 200; summary_img = 150; img_thumb_height = 50; img_thumb_width = 50; </SCRIPT> <SCRIPT src='https://sites.google.com/site/blogbegocreation/javascript/readmore-otomatis.js' type='text/javascript'/> 
Sekarang ke Cara membuatnya :

  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Tem[late
  • Backup / Download Template kawan dulu, untuk jaga-jaga seandainya ada kesalahan
  • Cari ]]></b:skin> atau </head>

Copas script berikut dibawah ]]></b:skin> atau diatas </head> 
<style type='text/css'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
.post {
  width: 300px;  _width:300px; /* for IE dont delete */
  margin: 0 5px 5px 3px;
  padding: 5px 5px 0 5px;
  float:left;
background: #CEE3F6;
  }
.post-body{
  height:80px;  *height:80px; /* for IE dont delete */
  overflow:hidden;
  line-height:16px;
  *line-height:16px;
  font: normal 12px Sans-Serif;
background: #FFF;
border: 1px solid #81BEF7;-moz-border-radius:5px;-khtml-border-radius: 5px;-webkit-border-radius: 5px;
 padding:5px;
  }
</b:if>
</style>

width [lebar]: 300px dan height [ketinggian]: 80px silahkan disesuaikan dengan halaman Blog kawan
  • Simpan Template kawan karena sampai disini sudah selesai :z;


Read more ...

Saturday, 7 July 2012

Cara Membuat Spoiler Bertingkat

Sebelumnya saya sudah berbagi dengan kawan cara membuat Spoiler dan sekarangpun masih tetap tentang Spoiler cuma yang ini seperti Tab Menu artinya bisa lebih dari satu Spoiler alias bertingkat :z; 
Perhatikan Demonya : 


» KOMENTAR BLOGGER




» KOMENTATOR



» JUDUL
disini simpan file kawan

Setelah kawan memperhatikan Demonya, sekarang mari ke Cara membuatnya :

  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor Pilih Tata Letak 
  • Pilih Tambah Gadget - HTML/JavaScript
  • Copas Script berikut kedalamnya
<style type="text/css">
h5 {
font-family: Tekton Pro, trebuchet-ms, arial, tahoma;
font-size: 16px;
padding: 0 0 1em;
font-weight:bold;
color: #FFFF00;
text-shadow: 2px 2px 2px #000;
}
.msg_list {
list-style: none;
margin: 0;
padding: 0;
width: 100%;
}
.msg_head {
padding: 5px 10px;
cursor: pointer;
position: relative;
background:-moz-linear-gradient(top,#236C90,#FFF);background:-webkit-gradient(linear,left top,right bottom,from(#236C90),to(#FFF));
margin:1px;
border:1px solid #FFF;-moz-border-radius:10px;-khtml-border-radius: 10px;-webkit-border-radius: 10px;
}
.msg_body {
padding: 5px 10px 15px;
background:-moz-linear-gradient(top,#95CAFF,#FFF);background:-webkit-gradient(linear,left top,right bottom,from(#FFF),to(#95CAFF));
border: 2px solid #699AB8;-moz-border-radius-topleft: 10px 10px;-moz-border-radius-bottomleft: 0px 0px; -webkit-border-top-left-radius: 10px 10px;-webkit-border-bottom-left-radius: 0px 0px; -border-top-left-radius: 10px 10px;-border-bottom-left-radius: 0px 0px; -moz-border-radius-topright: 0px 0px;-moz-border-radius-bottomright: 20px 20px; -webkit-border-top-right-radius: 0px 0px;-webkit-border-bottom-right-radius: 20px 20px; border-top-right-radius: 0px 0px;border-bottom-right-radius: 20px 20px;">
}
</style>
<script type="text/javascript" src="https://sites.google.com/site/blogbegocreation/javascript/tabmenuaccordion.js"></script>
<script type="text/javascript">
$(document).ready(function()
{
//hide the all of the element with class msg_body
$(".msg_body").hide();
//slides the element with class "msg_body" when paragraph with class "msg_head" is clicked
$("#firstpane h5.msg_head").click(function()
{
$(this).next("div.msg_body").slideToggle(700).siblings("div.msg_body").slideUp("slow");
});
//slides the element with class "msg_body" when mouse is over the paragraph
$("#secondpane h5.msg_head").mouseover(function()
{
$(this).next("div.msg_body").slideDown("slow").siblings("div.msg_body").slideUp("slow");
});
});
</script>
<div class="msg_list" id="secondpane">
<h5 class="msg_head">&#187; JUDUL SPOILER</h5>
<div class="msg_body">
Simpan disini File kawan</div>
<h5 class="msg_head">&#187; JUDUL</h5>
<div class="msg_body">
disini simpan file kawan</div>
  • Silahkan kawan mengganti teks yang berwarna merah dengan kebutuhan
  • Seandainya kawan ingin menambahkan Spoiler lagi cukup Copas dari 
<h5 class="msg_head">&#187; JUDUL</h5>
<div class="msg_body">
disini simpan file kawan</div>
  • Simpan Blog kawan dan lihat hasilnya 

Read more ...

Thursday, 5 July 2012

Cara Membuat Spoiler

Sekarang saya akan mencoba berbagi dengan kawan tentang Cara Membuat Spoiler :q; yang peruntukan atau kegunaannya untuk menyembunyikan sesuatu [Gambar, Iklan dan lain sebagainya] pada tempat yang sempit, karena kalau tanpa Spoiler akan menghabiskan banyak tempat :z; 
Kalau kawan ada yang bertanya, seumpama kawan memasang Iklan pada Spoiler, pengunjung Blog pasti tidak mau membuka Spoiler tersebut :w  karena sudah diketahui isi didalam Spoiler tersebut adalah Iklan Sponsor - Benar juga ya !!!
Tapi kawan jangan salah prediksi, karena saya berikan solusi seperti berikan Judul yang bikin pengunjung Blog kita penasaran  misalnya "ADA APA DISINI" :r;

simpan : FILE, GAMBAR, VIDIO dll disini
Cara membuat Spoiler
  • Masuk Acount Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Tata Letak 
  • Pilih Tambah Gadget - HTML / JavaScript 
  • Copas Script berikut kedalamnya
<center><div style="margin: 5px 10px;">
<input value="JUDUL SPOILER" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 100%; font-size: 18px;" onclick="if
(this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')
[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') {
this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')
[1].getElementsByTagName('div')
[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'mohon tutup kembali'; }
else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')
[1].getElementsByTagName('div')
[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'judul spoiler'; }"
type="button"/> </div>
<div class="alt2" style="border: 0px inset ; margin: 0px; padding: 0px;">
<div style="display: none;">
simpan : FILE, GAMBAR, VIDIO ANDA dll disini</div></div></center> 

Silahkan kawan menyesesuaikan khusus pada teks yang saya beri warna merah :q; 
Selamat Mencoba


Read more ...

Tuesday, 3 July 2012

Cara membuat Elemen Box Melayang

Sebelumnya saya pernah memposting Cara Membuat Elemen melayang yang bisa di Close maupun tidak bisa di Close [ini khusus untuk Back to Top] kalau kawan ingin membacanya  disini yang pada dasarnya sangat sederhana :i; tapi yang sekarang ini saya tambahkan sedikit polesan biar kelihatan lebih keren :y maka jadilah hasilnya seperti yang kawan lihat di Blog Demo saya disini :x; 
Cara Membuatnya :
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template
  • Cari </body> kalau pada Template saya letaknya paling bawah sekali sebelum </HTML> 
  • Copas script berikut dibawah </body> atau diatas </HTML>

<style type='text/css'>
.notification{width:310px;height:250px;padding:10px;display:block;position:fixed;bottom:130px;left:660px;/*Border Radius*/border-radius:5px;-moz-border-radius:5px;-webkit-border-radius:5px;/*Box Shadow*/-moz-box-shadow:2px 2px 30px #000;-webkit-box-shadow:2px 2px 30px #000;box-shadow:2px 2px 30px #000}
.notification span{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlKlkOHcERXF5uvuPKzCbh8mOKBEC0VDCBu2pPdAkmqXhKEn2C4t4Dc18Mx5E1_QKvhnmkpYOmS3elKMy17clwa6eAzGKr60Ek15u9Bc1NO93XE9OfAillar_eW2hYeBqyUTAlSd4WePyH/s1600/Close.png) no-repeat right top;cursor:pointer;display:block;width:22px;height:22px;position:absolute; top: 2px;right: 2px}
.notification p{width:400px;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#323232;font-size:14px;line-height:21px;text-align:left;float:right;margin:10px 15px 0 0;*margin-top:15px;/*for lt IE8*/padding:0;/* TEXT SHADOW */ text-shadow:0 0 1px #f9f9f9}
.warning{border:1px solid #FFF;/*Background Gradients*/background:#FFF;background:-moz-linear-gradient(top,#95CAFF,#FFF);background:-webkit-gradient(linear,left top,right bottom,from(#FFF),to(#95CAFF))}
.warning strong{color:#e5ac00;margin-right:15px}
</style>
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function(){$(&#39;.notification&#39;).hover(function(){$(this).css(&#39;cursor&#39;,&#39;auto&#39;);});$(&#39;.notification span&#39;).click(function(){$(this).parent().fadeOut(800);});});</script>
<div class='notification warning'><span/>

<center>
SIMPAN DISINI SCRIPTNYA</center>
</div>
  • Teks yang saya beri warna merah paling atas adalah ukuran Box dan posisinya, kawan bisa merubahnya [Edit] agar sesuai keinginan :q;
  • Simpan disini Scriptnya, kawan bisa menaruh Iklan, Like Box FB dan lain sebagainya
  • Simpan Template kawan dan lihat hasilnya


Read more ...

Sunday, 1 July 2012

Melacak IP Anonymous dengan StatCounter

Pada umumnya para Blogger itu baik-baik, yang pada prinsip utamanya ingin berbagi [saling memberi dan saling menerima] tapi lama-lama dengan berkembangnya Ilmu Tehnolagi, para Bloggerpun semakin berkembang, ada yang suka iseng, jahil dan lain sebagainya yang sudah mengarah ke Negatif :q; seperti berkomentar SPAM alias tidak sesuai topik maupun memberikan komentar tanpa etika, tidak ada sopan santun, menghina, menghujat dan seterusnya, biasanya memakai nama samaran yang lazim disebut : Anonim / Anonymous [tanpa URL/Link] :x; 
Sebelum kawan mengalami seperti Blog saya yang lain, sebaiknya pada Blog kita masing-masing dipasangi StatCounter yang berfungsi sebagai mengumpul Data Visitor setiap saat secara lengkap, :y; 
Walau hanya gratisan [Free] tapi fasilitas yang diberikan sudah cukup lumayan, rasanya tak perlu panjang lebar saya memberikan ulasan karena nanti banyak salahnya, sebaiknya langsung saja kawan kesana untuk Mendaftarkan Blognya bisa Klik » disini 
setelah proses pendaftaran {sign up] selesai nanti copas Scriptnya di Blog kawan, bisa pada Gadget maupun pada Template 
contoh Komentar Anonymous

  • Dengan meng-Klik View My Stats disamping Data [angka] pengunjung, kawan akan masuk ke StatCounter - pada sisi kiri pilih  Recent Pageload Activity maka akan tampil Data Pengunjung, waktu berkunjung, pada Artikel yang mana, selengkapnya seperti berikut :

Catatan : Daftar di sebelah kiri silahkan kawan pilih-pilih sesuai keinginan,

  • Kalau kawan ingin mengetahui IP Adress lebih jauh sebagai pembanding seperti  » IP Adress 



  • StatCounter akan berfungsi setelah terpasang di Blog, makanya lebih baik pasang sekarang sebelum ada Anonymous berkunjung memberikan Komentar di Blog kawan



Read more ...

Friday, 29 June 2012

Slide Daftar Isi ke- 2

Slide Daftar Isi sebelumnya dengan yang sekarang akan saya posting sudah pasti ada perbedaan-perbedaan, sebagai contoh Slide Daftar Isi yang lalu summary [beberapa kata isi dari artikelnya] bisa ditampilkan bisa tidak, :r; sedangkan yang sekarang tidak tapi punya kelebihan yaitu bisa menampilkan Daftar Isi lebih dari satu Blog :z 
Daftar Isi ini kalau saya tak salah pertama kali di publish oleh dynamicdrive.com yang selanjutnya di posting oleh Blogger System Of Blog dan saya meng-Edit dikit biar sesuai selera saya tentunya :q; 


Oke langsung saja ke Cara membuatnya 

  • Masuk Account Blogger dengan ID Kawan
  • Pada Dasbor pilih Template
  • Cari ]]></b:skin> 
  • Copas script berikut diatasnya
.titlefield {
text-decoration: none;
color: #09F
}
.titlefield:hover {
text-decoration: none;
}
.labelfield {
color: brown;
font-size: 120%;
}
.datefield {
color: #333;
font-size: 90%;
float: right;
padding-right: 10%;
}
#data {
width: 100%;
height: 20px;
border: 3px solid #699AB8;
padding: 5px 25px;
background-color: #95CAFF;
margin: 5px auto 0;
-moz-box-shadow: inset 0 0 10px #699AB8;
-webkit-box-shadow: inset 0 0 10px #699AB8;
box-shadow: inset 0 0 10px #699AB8;
position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:-5px;
overflow: hidden;
-moz-border-radius: 3px;
-webkit-border-radius: 3px;
border-radius: 3px
}
#data img {
display: block;
margin: 0 auto;
text-align: center
}
Teks yang saya beri warna merah [bottom] menandakan posisi slide di bawah, kalau kawan menginginkan supaya posisinya diatas, tinggal mengganti bottom menjadi top 

  • Selanjutnya Copas kode berikut diatas </head> atau dibawah ]]></b:skin> 
<script src='http://www.google.com/jsapi' type='text/javascript'/>
<script src='http://system-svn.googlecode.com/svn/trunk/gfeedfetcher.js' type='text/javascript'/>
<script src='http://system-svn.googlecode.com/svn/trunk/gajaxscroller.js' type='text/javascript'/>
  • Simpan Template kawan 
  • Selanjutnya pilih Tata Letak 
  • Pilih Tambah Gadget - HTML / JavaScript atau bisa digabung dengan Gadget yang lain
  • Copas script berikut kedalamnya
<script type="text/javascript">
var cssfeed=new gfeedpausescroller("data", "posting", 2000, "_new")
cssfeed.addFeed("BlogBego", "http://blogbego-creation.blogspot.com/feeds/posts/default")
cssfeed.addFeed("BlogBego", "http://Nama Blog yang lain.blogspot.com/feeds/posts/default")
cssfeed.displayoptions("&#187; date")
cssfeed.setentrycontainer("div")
cssfeed.filterfeed(20, "date")
cssfeed.entries_per_page(1)
cssfeed.init()
</script>
  • Silahkan Ganti URL saya dengan URL Blog kawan, sedangkan yang dibawahnya bisa dihilangkan atau masukkan URL Blog kawan yang lain 
  • Angka 20 adalah jumlah Judul Artikel yang akan dijadikan Slide
  • Jangan lupa Simpan kembali Blog kawan



Read more ...

Thursday, 28 June 2012

Slide Daftar Isi


Sebelum kelupaan, saya minta maaf pada kawan Blogger yang memposting Artikel Daftar Isi Slide yang akan saya posting ini karena sudah lama saya hapus dari Template Blog percobaan saya, setelah saya mengganti Template dengan yang baru tahu-tahu muncul script di gadget yang isinya Slide Daftar Isi :i;  ini
Karena saya lihat sepertinya bagus juga untuk di posting, mudah-mudahan kawan tidak kecewa :w;  silahkan lihat Demonya pada bagian bawahnya [fotter]


Sekarang mari ke Cara membuatnya :
  • Silahkan masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Tata Letak
  • Selanjutnya pilih Tambah Gadget - HTML / JavaScript 
  • Copas kode berikut ke dalamnya 


<div style="overflow: hidden;width:600px;padding:5px ; margin:0; height:125px; background:transparent;border: 0px solid #95CAFF;-moz-border-radius-topleft: 10px 10px;-moz-border-radius-bottomleft: 10px 10px; -webkit-border-top-left-radius: 10px 10px;-webkit-border-bottom-left-radius: 10px 10px; -border-top-left-radius: 10px 10px;-border-bottom-left-radius: 10px 10px; -moz-border-radius-topright: 0px 0px;-moz-border-radius-bottomright: 0px 0px; -webkit-border-top-right-radius: 0px 0px;-webkit-border-bottom-right-radius: 0px 0px; border-top-right-radius: 0px 0px;border-bottom-right-radius: 0px 0px;">
<script type="text/javascript">
var billboardeffects=["GradientWipe(GradientSize=1.0 Duration=0.7)", "Inset", "Iris", "Pixelate(MaxSquare=5 enabled=false)", "RadialWipe", "RandomBars", "Slide(slideStyle='push')", "Spiral", "Stretch", "Strips", "Wheel", "ZigZag"]
//var billboardeffects=["Iris"] //Uncomment this line and input one of the effects above (ie: "Iris") for single effect.
var tickspeed=5000 //ticker speed in miliseconds (2000=2 seconds)
var effectduration=500 //Transitional effect duration in miliseconds
var hidecontent_from_legacy=1 //Should content be hidden in legacy browsers- IE4/NS4 (0=no, 1=yes).
var filterid=Math.floor(Math.random()*billboardeffects.length)
document.write('<style type="text/css">\n')
if (document.getElementById)
document.write('.billcontent{display:none;\n'+'filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.'+billboardeffects[filterid]+'}\n')
else if (hidecontent_from_legacy)
document.write('#blogbegowrapper{display:none;}')
document.write('</style>\n')
var selectedDiv=0
var totalDivs=0
function contractboard(){
var inc=0
while (document.getElementById("billboard"+inc)){
document.getElementById("billboard"+inc).style.display="none"
inc++
}
}
function expandboard(){
var selectedDivObj=document.getElementById("billboard"+selectedDiv)
contractboard()
if (selectedDivObj.filters){
if (billboardeffects.length>=2){
filterid=Math.floor(Math.random()*billboardeffects.length)
selectedDivObj.style.filter="progid:DXImageTransform.Microsoft."+billboardeffects[filterid]
}
selectedDivObj.filters[0].duration=effectduration/1000
selectedDivObj.filters[0].Apply()
}
selectedDivObj.style.display="block"
if (selectedDivObj.filters)
selectedDivObj.filters[0].Play()
selectedDiv=(selectedDiv<=totalDivs-2)? selectedDiv+1 : 0
setTimeout("expandboard()",tickspeed)
}
function startbill(){
while (document.getElementById("billboard"+totalDivs)!=null)
totalDivs++
if (document.getElementById("billboard0").filters)
tickspeed+=effectduration
expandboard()
}
if (window.addEventListener)
window.addEventListener("load", startbill, false)
else if (window.attachEvent)
window.attachEvent("onload", startbill)
else if (document.getElementById)
window.onload=startbill
</script>
<script>
function rp(json) {
document.write('<div id="blogbegowrapper">');
for (var i = 0; i <= json.feed.openSearch$totalResults.$t - 1; i++) {
document.write('<div id="billboard' + i + '" class="billcontent">');
var entry = json.feed.entry[i];
var posttitle = entry.title.$t;
var posturl;
if (i == json.feed.entry.length) break;
for (var k = 0; k <= entry.link.length - 1; k++) {
if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
posturl = entry.link[k].href;
break;
}
}
posttitle = posttitle.link(posturl);
var readmorelink = "(more)";
readmorelink = readmorelink.link(posturl);
var postdate = entry.published.$t;
var cdday = postdate.substring(0,4);
var cdmonth = postdate.substring(5,7);
var cdyear = postdate.substring(8,10);
var monthnames = new Array();
monthnames[1] = "Jan";
monthnames[2] = "Feb";
monthnames[3] = "Mar";
monthnames[4] = "Apr";
monthnames[5] = "May";
monthnames[6] = "Jun";
monthnames[7] = "Jul";
monthnames[8] = "Aug";
monthnames[9] = "Sep";
monthnames[10] = "Oct";
monthnames[11] = "Nov";
monthnames[12] = "Dec";
if ("content" in entry) {
var postcontent = entry.content.$t;
} else if ("summary" in entry) {
var postcontent = entry.summary.$t;
} else
var postcontent = "";
var re = /<\S[^>]*>/g;
postcontent = postcontent.replace(re, "");
document.write(posttitle);
if (showpostdate == true)
document.write('<br/>');
document.write(cdyear + ' ' + monthnames[parseInt(cdmonth,10)] + ' ' + cdday);
if (showpostsummary == true) {
document.write('<br><br/>');
if (postcontent.length <= numchars -1) {
document.write(postcontent);
} else {
postcontent = postcontent.substring(0, numchars);
var quoteEnd = postcontent.lastIndexOf(" ");
postcontent = postcontent.substring(0,quoteEnd);
document.write(postcontent + '...' + readmorelink);
}
}
document.write('</div>');
}
document.write('</div>');
}
</script>
<script>
var showpostdate = true;
var showpostsummary = true;
var numchars = 350;
</script>
<script src="http://Nama Blog Kawan.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=published&alt=json-in-script&callback=rp"></script>
</div>


  •  Silahkan kawan menyesesuaikan teks yang saya beri warna merah dengan kondisi Blog kepunyaan kawan, karena disini saya berikan ukuran lebar 600px dan ketinggian 125px :r;
  • Sedangkan untuk teks 
  1. var showpostdate = true; [untuk menampilkan tanggal] 
  2. var showpostsummary = true; [untuk menampilkan isi]
  3. var numchars = 350; [untuk jumlah huruf yang akan tampil] 
  4. Sedangkan untuk tidak menampilkan, kawan cukup mengganti true menjadi false 
  • Kalau kawan ingin menaruh scriptnya di Template silahkan di Parse dulu dan simpan diatas </body> maka hasilnya seperti pada Blog Demo saya itu :z; 
Jangan lupa simpan Template / Blog kawan


Read more ...

Wednesday, 27 June 2012

Postingan dengan Warna Latar Berbeda-beda

Sekarang saya akan berbagi dengan kawan tentang mempercantik Blog khususnya pada halaman Postingan dengan background yang berbeda-beda baik pada setiap postingan yang kita publish maupun pada satu Artikel :o;
Memang sih sedikit merepotkan kita setiap mau posting Artikel, apalagi setiap alenia baru dengan warna latar [background] yang berbeda-beda atau warna background di tengah warna background utama, asal kita mau mencoba berkreasi sudah pasti ada jalan untuk mencapai tujuan  :s;
Kawan kan tahu, pada umumnya warna latar [background] Blog / Site menoton alias itu - itu saja dan menjenuhkan, untuk menghilangkan rasa jenuh para pengunjung yang ingin membaca makanya saya secara pribadi mencoba ber-Kreasi agar tampil beda. :y
Sebagai Demo :  Artikel yang kawan baca sekarang ini........... Bagaimana KEREN KAN, 

Kalau kita perhatikan icon pada post editor, saya rasa semuanya sudah tersedia seperti contoh icon Huruf A untuk warna teks dan disampingnya ada text background color dan lain sebagainya, cuma hasilnya tidak seperti yang kita harapkan :x;

Caranya sebagai berikut :
  • Setiap kawan mau posting pada editor post pilih HTML 
  • Sebelum kawan menulis pada post editor tambahkan  <div style="background: KODE WARNA;"> ISI ARTIKEL KAWAN -diakhiri dengan </div> ini adalah cara paling dasar yang bisa kawan terapkan dan selanjutnya bisa dikembangkan lagi seperti postingan saya yang penting  <div> ditutup </div> <br />
  • Tujuan dari <br /> dibelakang </div> supaya kawan bisa menulis lagi [buat alenia baru] 
  • Sabagai contoh yang saya terapkan pada Artikel ini

Untuk tampilan supaya kelihatan rapi tambahkan padding [untuk jarak pada sisi Artikel] seperti tampilan diatas, kode-kode yang saya tambahkan sebagai berikut :
<div style="background: [warna gardient]; [padding]; [border];[text-align]; ">
<div style="background: [warna hitam]; [padding]; [border];[color:white];[text-align];"></div>
<div style="background: [warna biru]; [padding]; [border];[text-align];"></div>
</div><br />

Tampilan diatas adalah background ditengah background, sedangkan yang ini dengan background terpisah [saya pisahkan dengan <br />, seperti yang saya sampaikan diatas, sedangkan yang dibawah ini tanpa penambahan kode apapun alias background asli postingan :i 

Penjelasan untuk background dan font-color khususnya untuk setiap warna bisa memakai :
  • Dengan Nama Warna seperti : black, white, yellow, blue dan seterusnya 
  • Dengan Kode warna seperti : #000000; [warna hitam] atau  rgb(255, 255, 255); [warna putih]
  • Khusus untuk background bisa memakai Gradient [penggabungan 2 warna atau lebih] 
  • Padding: 10px [artinya jarak antara sisi / tepi / border dengan huruf]
  • Border : garis sisi yang mengelilingi Obyek / Artikel, misalnya 1px, 2px dan seterusnya
  • text-align: untuk mengatur kalimat [align left / Align center / Align right / justify]
  • yang kalah penting kawan bisa menambahkan shadow
Selamat Mencoba dan Berkreasi - Sukses Selalu :y;  :z; 

Read more ...