IKLAN BULAN INI

Sunday, 11 November 2012

Cerita Sukses Pengusaha Muda - Rangga Umara

Cerita sukses pengusaha muda yang ini sangatlah luar biasa, jatuh bangun dalam menitih karir dibisnis kuliner membuatnya semakin handal disetiap tantangan dan cobaan saat menghadapi masalah. Akan banyak sekali yang kita petik dari cerita perjalanan kesuksesan pengusaha muda yang satu ini.

Yang pasti semangat wirausaha tertanam di jiwa dan raga Rangga Umara untuk selalu konsisten dijalur entrepreneur. Menghadapi semua masalah walaupun sulit dan akhirnya membuahkan hasil yang manis sekali. Saya berharap cerita sukses pengusaha muda Rangga Umara bisa menginspirasi kita semua untuk tetap maju dan berjuang dijalur wirausaha yang lebih mandiri.

profil pengusaha sukses indonesia
 Rangga Umara

Sebelum di-PHK dari jabatan manajer di sebuah perusahaan, Rangga Umara (31) memilih jualan pecel lele di pinggir jalan. Modal cekak membuat ia terjerat hutang renternir. Bagaimana jatuh-bangun Rangga membangun usaha bisnis RM Pecel Lele Lela? Yuk, simak kisahnya.

”Selamat Pagi!” Begitu sapaan khas di RM Lele Lela, begitu Anda masuk ke sana. Tak peduli Anda datang pada pagi, siang, sore, atau malam, tetap disambut dengan ucapan, “Selamat pagi!”

Begitulah aku “mendoktrin” stafku dalam menyambut tamu di rumah makan Lele Lela milikku. Hal itu kulakukan agar para karyawan termotivasi dan produk yang disediakan selalu segar seperti segarnya suasana pagi hari.


Lela bukanlah nama istri atau anak-anakku, melainkan singkatan dari Lebih Laku. Oh, ya, kenalkan, namaku Rangga Umara. Meski usiaku tergolong muda, 31 tahun, pahit getirnya membangun usaha sudah kurasakan sejak bertahun-tahun lalu, sebelum akhirnya RM Pecel Lele Lela dikenal luas. RM ini kudirikan sejak Desember 2006. Bolehlah kini dibilang sukses. Sebab, aku telah melewati masa - masa sulit. Karena itu, aku lebih bisa menghargai jerih payahku, menghargai hidup dan orang lain.

Profesi yang kugeluti ini bisa dibilang melenceng dari pekerjaan bapakku, Deddy Hasanudin, seorang ustaz dan ibuku, Tintin Martini, pegawai negeri yang sebentar lagi bakal memasuki masa pensiun.

Dulu, cita-citaku memang menjadi pengusaha. Namun, entah kenapa akhirnya aku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung Jurusan Manajemen Informatika. Ilmu akademis ini mengantarku bekerja di sebuah perusahaan pengembang di Bekasi sebagai marketing communication manager di perusahaan itu.

Sayang, setelah hampir lima tahun bekerja, kuketahui kondisi perusahaan sedang tidak sehat. Hal itu membuat banyak karyawan di-PHK. Saat itulah aku tersadar, aku tinggal menunggu giliran. Karena itu aku mulai memikirkan lebih serius soal rencana hidupku berikutnya. Yang jelas, saat itu yang terpikir olehku, tak ingin lagi menjadi karyawan kantoran karena sewaktu-waktu bisa menghadapi masalah PHK lagi.

 Nekat Wira­usaha

Akhirnya, aku bertekad ingin membuka usaha sendiri. Sayangnya aku bingung mau berbisnis apa. Sebelumnya, aku pernah membuka beberapa usaha kecil-kecilan, antara lain penyewaan komputer, tapi bisnisku selalu gagal. Setelah kupikir-pikir, kuputuskan membuka usaha di bidang kuliner. Alasannya sederhana saja, aku suka sekali makan.

Aku memilih membuka warung seafood seperti yang banyak ditemukan di kaki lima. Modalku hanya Rp 3 juta. Uang itu kuperoleh dari hasil menjual barang-barang pribadiku ke teman-teman, antara lain telepon genggam, parfum, dan jam tangan. Sampai sekarang, barang-barang itu masih disimpan mereka, katanya buat kenang-kenangan. Istriku, Siti Umairoh yang seumur denganku, mendukung keputusanku.

Awalnya, ia pikir aku hanya berbisnis sampingan saja seperti sebelumnya, karena aku mulai berjualan sebelum mengundurkan diri dari perusahaan. Ia kaget ketika aku benar-benar menekuni bisnis ini, meski tetap saja ia mendukung.

Yang keberatan justru orang tuaku. Mungkin mereka khawatir memikirkan masa depan anaknya yang jadi tidak jelas. Maklum aku yang sebelumnya kerja kantoran dengan berbaju rapi, malah jadi terkesan luntang-lantung tidak jelas.

Warung semi permanen berukuran 2x2 meter persegi kudirikan di daerah Pondok Kelapa. Lantaran modal pas-pasan, aku mencari yang sewanya cukup murah, sekitar Rp 250 ribu per bulan. Aku mempekerjakan tiga orang, dua di antaranya adalah suami-istri. Berbeda dari warung seafood  di kaki lima yang umumnya bertenda biru dan berspanduk putih, warungku kudesain unik.

Ternyata, desain unik tak membantu penjualan. Tiga bulan pertama, hasil penjualan selalu minus. Tak satu pun pembeli datang. Aku mencoba berbesar hati, mungkin warungku sepi lantaran banyak yang tidak tahu keberadaan warung tendaku itu. Aku mulai melirik lokasi lain yang lebih ramai. Kutawarkan sistem kerjasama dengan rumah makan dan warung lain, tapi selalu ditolak.

Sampai suatu hari, aku mendatangi sebuah rumah makan semi permanen di kawasan tempat makan, masih di kawasan Pondok Kelapa. Seperti yang lain, pemilik rumah makan ini juga menolak tawaran kerjasamaku. Ia justru menawariku membeli peralatan rumah makannya yang hendak ia tutup lantaran sepi pembeli. Aku menolak, karena tak punya uang. Akhirnya, ia menawarkan sewa tempat seharga Rp 1 juta per bulan. Aku pun setuju.

Mirip Pisang Goreng

Bulan pertama buka usaha, mulai tampak hasilnya. Pembeli mulai berdatangan. Aku tahu, usaha yang bisa sukses dan bertahan adalah usaha yang punya spesialisasi. Kuputuskan untuk berjualan pecel lele, makanan favoritku sejak kuliah. Ya, semasa kuliah dulu, aku rajin berburu warung pecel lele yang enak. Kupikir, orang yang khusus berjualan makanan dari lele belum ada.

Lagi-lagi, nasib baik belum sepenuhnya berpihak kepadaku. Begitu aku berjualan lele, yang laku justru ayam. Kalau menu ayam habis, pembeli langsung memilih pulang. Namun, aku tak mau menyerah. Karena aku tahu lele itu enak. Jadi, ketika para pembeli duduk menikmati hidangan, aku berkeliling meja, minta mereka mencicipi lele hasil masakan kami. Syukurlah, mereka berpendapat masakannya enak.

Dari situ, aku berusaha lebih giat untuk memperkenalkan masakan lele. Aku berusaha menonjolkan kelebihan lele yang terletak pada dagingnya yang lembut dan gurih. Untuk menutupi kekurangan tampilan fisik lele yang mungkin kurang menarik, lelenya aku baluri tepung lalu digoreng. Hasilnya? Gagal total!

Kuamati lele berbalur tepung itu. He..he..he.. ternyata memang mirip pisang goreng. Aku pantang menyerah. Kucoba lagi menggoreng lele dengan tepung. Kali ini, digoreng dengan telur dan melalui beberapa kali proses. Alhamdulillah, sukses! Pembeli makin suka makan lele olahan kami. Pelangganku yang suka makan ayam, mulai beralih ke lele tepung.

Setelah tiga bulan pindah ke tempat baru itu, pendapatan rumah makanku meningkat menjadi Rp 3 juta per bulan. Aku sangat bersyukur. Dari situ aku berpikir untuk lebih total menekuni bisnis ini. Apalagi bila dibandingkan dengan penghasilanku sebagai karyawan kantoran yang cuma “tiga koma”. Maksudnya, setelah tanggal tiga, lalu “koma” Ha… ha.. ha…

Terjebak Rentenir

Tahu usahaku laris, pemilik rumah makan menaikkan biaya sewa jadi dua kali lipat, yaitu Rp 2 juta per bulan. Aku mulai merasa seolah-olah bekerja untuk orang lain karena hasil yang kuraih hanya untuk membayar sewa tempat.

Masalah bertambah lagi karena aku juga harus memikirkan gaji karyawan. Kuputar otakku guna mendapatkan uang untuk membayar gaji karyawan. Aku sudah mantap tidak akan kerja kantoran lagi. Sebab ada tiga orang karyawan yang menggantungkan nasibnya padaku.

Aku mencoba tetap bertahan, walaupun pendapatanku masih minus. Saking pusingnya, di awal 2007 aku nekat berhutang pada seorang rentenir sebesar Rp 5 juta, sekadar untuk menggaji karyawan. Aku berprinsip, dalam kondisi seperti apa pun, karyawan tetap harus diprioritaskan.

Setelah berkali-kali jatuh bangun merintis Pecel Lele Lela, akhirnya Rangga mulai mereguk manisnya madu berbisnis kuliner. Usahanya kian menanjak, terutama setelah banyak orang tertarik menjadi pewaralaba Pecel Lele Lela.

Syukurlah, masalah demi masalah yang menimpa usahaku satu per satu berhasil kulalui. Selain pantang menyerah setiap kali bertemu masalah, aku juga tak ingin terfokus pada masalah yang sedang kuhadapi. Aku lebih suka mencari peluang untuk membuka jalan keluar. Bukannya lari dari masalah, lho. Cara seperti ini justru membuatku terus berpikir optimis dan semangat mencari solusi terbaik.

Berkat lele goreng tepung andalan, rumah makanku semakin ramai pengunjung. Pecinta lele dari berbagai kawasan datang ke rumah makanku di Pondok Kelapa untuk menikmatinya. Senang rasanya melihat perubahan positif ini, terutama bila mengingat bulan-bulan pertama yang sepi pembeli. Ini membuatku makin bersemangat mengajak kerjasama dengan lebih banyak orang lagi.

Sehingga, akhirnya aku bisa segera pindah dari tempat makan pertama yang kusewa seharga Rp 2 juta per bulan. Menu lele yang disediakan pun makin beragam, antara lain lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang. Tiga menu inilah yang jadi andalan kami, bahkan jadi favorit pembeli hingga kini.

Namun, di balik kesuksesanku, cobaan kembali menimpa. Salah satu kokiku berhenti bekerja. Belakangan, aku tahu ternyata ia membuka usaha sejenis sepertiku. Apakah aku marah? Tidak. Aku justru kecewa mengapa ia tak memberitahuku sejak awal. Kalau saja tahu, aku pasti akan mendukungnya. Tak bisa kita berharap orang akan seterusnya loyal bekerja pada kita. Aku senang, kok, melihat orang lain maju.

Aku juga senang bila usahaku bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Bagiku, rezeki sudah ada yang mengatur. Bahkan ketika saat ini banyak orang berbisnis kuliner lele sepertiku, aku tak menganggap mereka sebagai ancaman. Ini justru memotivasiku untuk terus berusaha lebih baik. Namun, tak urung aku kelimpungan dengan mundurnya sang koki. Apalagi, saat itu rumah makanku mulai ramai.

Istriku kini juga ikut membantu mengembangkan usahaku.

Buka Waralaba

Berkat kerja keras para karyawan, rumah makanku tetap bisa berjalan seperti biasa. Suatu hari, dalam perjalanan pulang ke rumah orangtuaku di Bandung, aku mampir ke sebuah restoran cepat saji asal Amerika. Di situlah aku bertemu Bambang, teman lamaku saat SMA. Dulu, kami sering main basket bareng. Rupanya, Bambang bekerja di restoran itu sebagai manajer.

Aku lalu bercerita, aku sudah punya rumah makan dan mempersilakannya untuk mampir bila ada waktu. Tak disangka, beberapa minggu kemudian ia datang berkunjung ke rumah makanku yang sebetulnya lokasinya sangat jauh dari tempat kerjanya.

Dari situlah kami banyak mengobrol soal bisnis rumah makan. Aku juga curhat  soal kebingunganku sebelumnya ketika ditinggal koki. Bambang lalu banyak memberi masukan, bagaimana mengelola sebuah rumah makan. Tertarik dengan saran-sarannya, akhirnya aku menjadikannya sebagai konsultan, meski kecil-kecilan.

Sebagai honornya, aku mengganti uang bensinnya. Ia membantuku membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjalankan rumah makan. Dengan cara seperti ini, aku tak lagi kelimpungan bila ditinggal koki. Bambang juga melatih para karyawan sehingga mereka bekerja lebih profesional, sesuai SOP.

Peran Bambang memang cukup besar. Rupanya, ia menaruh perhatian pada rumah makanku ini, sehingga akhirnya ia berhenti bekerja dari tempatnya bekerja dan pindah kerja padaku. Bahkan, temannya banyak yang mengikuti jejaknya. Kini, Bambang jadi General Manager untuk Pecel Lele Lela.

Syukurlah, dengan adanya SOP ini, usahaku jadi makin berkembang. Aku bisa membuka cabang lagi. Istriku juga ikut membantu usahaku. Bahkan, atas permintaan banyak orang, sejak 2009 Pecel Lele Lela mulai kuwaralabakan. Sebenarnya, aku tak punya rencana untuk mewaralabakannya. Namun, para peminat justru mendukungku untuk melakukannya.

Usahaku tak sia-sia, tahun lalu aku mendapat penghargaan dari Menteri UKM.

Raih Penghargaan

Banyaknya permintaan bisnis waralaba, membuatku akhirnya tak bisa menolak untuk mewaralabakan Pecel Lele Lela. Ya, hitung-hitung lebih memperkenalkan rumah makanku kepada lebih banyak orang sekaligus bagi-bagi rezeki. Meski awalnya permintaan waralaba hanya berasal dari Jabodetabek, kini mulai merambah ke daerah. Di antaranya, Bandung, Yogyakarta, Karawang, dan Purwokerto.

Beberapa cabang lagi akan dibuka dalam waktu dekat, di Medan dan beberapa kota lain. Bahkan, sudah ada permintaan waralaba dari orang-orang Indonesia yang tinggal di Jeddah, Penang, Kuala Lumpur, dan Singapura. Rencananya, cabang-cabang di luar negeri akan direalisasikan tahun ini. Alhamdulillah, kini Pecel Lele Lela telah memiliki 27 cabang, 3 di antaranya adalah milikku sendiri.

Nama Lela sendiri sebenarnya bukan nama istriku atau anak-anakku. Kedua anakku laki-laki, Razan Muhammad (2,5) dan Ghanny Adzra Umara (1,5). Lela hanyalah sebuah singkatan, yaitu Lebih Laku. Ini sekaligus menjadi doa buatku, agar usahaku makin lancar. Alhamdulillah, Ramadan lalu Pecel Lele Lela ikut mengisi menu acara buka bersama yang diadakan Presiden SBY di Istana Negara, yang dihadiri para menteri dan duta dari negara sahabat.

Selain itu, tahun lalu aku juga menerima penghargaan dari Menteri Perikanan dan Kelautan karena usahaku dinilai paling inovatif dalam mengenalkan dan mengangkat citra lele dengan menciptakan makanan kreatif sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan. Penghargaan lain yang juga kuraih, Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2010 dari Menteri Usaha Kecil dan Menengah.

Dua penghargaan ini makin memotivasi diriku untuk lebih bekerja giat sekaligus senang karena usahaku membuat lele jadi menu modern ternyata tak sia-sia. Kini, selain sibuk mengembangkan Pecel Lele Lela, aku juga kerap diundang jadi pembicara di berbagai seminar, termasuk di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Senang rasanya berbagi ilmu, agar mereka kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Mentraktir karyawan makan di restoran lain jadi salah satu caraku menghargai hasil kerja mereka.

 Gratis Makan

Cita-citaku untuk jadi pengusaha kini tercapai sudah. Asal tahu saja, dulu aku pernah bermimpi punya rumah makan dengan konsep seperti restoran cepat saji terkenal. Kini, pelan-pelan mimpi itu mulai terwujud. Aku sendiri tak pernah membayangkan usahaku akan sesukses ini. Banyak orang bilang, kesuksesanku terbilang cepat datangnya.

Aku sangat bersyukur, kini omzet seluruh cabang mencapai Rp 1,8 miliar per bulan, mengingat dulu aku punya banyak rasa takut untuk memulai. Sampai kini, aku masih memegang keyakinan, jika kita mau fokus dalam melangkah, pasti akan sukses.

Prinsipku yang lain sejak memulai usaha adalah selalu mengawali sesuatu dengan akhir yang positif. Maksudnya, aku selalu memikirkan bagaimana nanti kalau usahaku sukses, bukan sebaliknya. Dengan demikian, aku selalu optimis.

Inovasi juga harus jadi kebiasaan, selain terus meningkatkan kualitas dan pencitraan Pecel Lele Lela. Itu sebabnya, kini aku sedang menggodok konsep baru untuk jangka panjang. Diversifikasi menu dan pencitraan Pecel Lele Lela sendiri juga semakin kupikirkan.

Kini, ada banyak pilihan menu lele di Pecel Lele Lela. Untuk menarik hati pembeli, Pecel Lele Lela juga menggratiskan hidangannya bagi pembeli yang berulang tahun di hari kedatangannya. Dan, pembeli bernama Lela juga akan mendapat keistimewaan berupa makan gratis seumur hidup. Menarik, bukan?

Namun, kesuksesan yang kuraih bukan semata-mata kematangan konsep dan kelezatan menu saja, lho. Para karyawan juga punya andil besar. Itu sebabnya, penting bagiku membuat mereka betah dan bekerja dengan hati.

Sebagai penghargaan, tak jarang mereka kutraktir makan di restoran lain. Jika hati senang, mereka juga pasti akan bekerja dengan semangat. Oh ya, soal logo Pecel Lele Lela yang sempat diprotes kedai kopi asal Amerika karena dianggap mirip, juga sudah kuganti sejak membuka cabang ke-16. Doakan aku makin sukses, ya!  (Sumber : http://www.tabloidnova.com/)


Seru sekali bukan? Cerita sukses pengusaha muda ini sangatlah membuat kita akan semakin bersemangat dan bisa membuka wawasan baru serta ide-ide segar untuk meningkatkan bisnis kita masing-masing. Saya berharap cerita sukses pengusaha muda ini bermanfaat bagi kita semua untuk selalu berkreasi dijalur wirausaha mandiri. Tetap semangat para pengusaha muda, Salam sukses!
Read more ...

Profile Pengusaha Sukses - Sandiaga Salahudin Uno

Profile pengusaha sukses yang satu ini sangatlah menarik untuk disimak, karena toko pengusaha sukses ini sangatlah menginspirasi kita semua. Sepak terjangnya di dunia Entrepreneur sangatlah membantu kita untuk menambah semangat berwirausaha.

Perjalanan kisah hidup dalam menjadi pengusaha menjadikan banyak orang tertarik untuk melakukan kemandirian dalam berbisnis atau berwirausaha. Jatuh bangun dalam perjalanan tokoh profile pengusaha sukses Indonesia ini patut diacungi jempol. Semoga dapat membantu anda mengenal lebih dalam lagi dengan tokoh pengusaha ini dan semoga bisa terinspirasi.

profil pengusaha sukses indonesia
Sandiaga Salahudin Uno

Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandi Uno (lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969; umur 43 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandi Uno yang berdarah Gorontalo ini kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda.

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor.Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta .


Karier

Sandi Uno adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Sandi mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 .

Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sandi pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut. Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.

Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya. Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

Pada 2005-2008, Sandi Uno menjadi ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Sandi dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollar AS, Pada 2007. Sementara, pada 2008 ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta dollar AS. Pada 2009 Sand masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan US$ 400 juta dan berada di peringkat 29.

Saat ini, Sandi Uno juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan.

    PT Adaro Indonesia
    PT Indonesia Bulk Terminal
    PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
    Interra Resources Limited
    PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK

Pada bulan Mei 2011 lalu, ia memutuskan membeli 51% saham Mandala Airlines.
Pendidikan

    Bachelor of Business Administration dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University (1990)
    Masters of Business Administration dari George Washington University (1992)

Pemikiran
Kesuksesan

Sandi Uno meyakini bahwa keberanian dan optimisme dalam memandang masa depan menjadi kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan. Selain itu, bangunan jejaring juga harus menjadi perhatian. Meskipun demikian, jejaring relasi hanya menyumbang 30 persen dari kesuksesan. Unsur kesuksesan, menurutnya, selebihnya bersumber dari kerja keras dan menjaga kepercayaan. Sandi Uno menganggap bahwa hidup harus memiliki target. Tanpa target, pencapaian yang ingin diraih akan sulit terwujud.

Menurut Sandi Uno, kegagalan dan kesalahan merupakan keniscayaan dalam berusaha. Tapi ia optimis bahwa kegigihan dalam upaya untuk terus berani mencoba adalah kunci menuju kesuksesan. Apabila terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan (trial and error), maka hal itu akan mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan.

Sandi Uno menyatakan bahwa salah satu strategi penting dalam meraih keberhasilan adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih kesuksesan. Kuncinya adalah belajar dari pengalaman mereka sampai mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

Menurut Sandi Uno, untuk meraih kesuksesan tersebut sesorang harus memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas yang memadai. Untuk mendapatkannya seseorang senantiasa harus memiliki karakter dan komitmen yang kuat, integritas yang tinggi, tekun, bekerja keras, dan disiplin. Sandi Uno menegaskan bahwa perlu adanya inovasi tiada henti dengan selalu tanggap terhadap perubahan dan terus menerus berusaha menuju perubahan yang lebih baik lagi. Menurutnya, akan lebih bagus lagi apabila seseorang berusaha untuk bisa menjadi seorang role model yang bisa memberikan contoh yang baik dan inspirasi bagi orang lain di sekitarnya.
Kewirausahaan dan UMKM

Kewirausahaan, menurut Sandi Uno, adalah sebuah pola pikir. Kewirausahaan seperti menjadi sebuah ide yang menyebar luas terutama di kalangan anak muda. Sandi Uno melihat bahwa anak muda memiliki sikap dinamis dan penuh gairah atau semangat. Dinamisme dan semangat itu pada gilirannya akan membuat masa depan dunia wirausaha di kalangan pemuda menjadi lebih cerah. Menurutnya, kombinasi antara kerja keras (working hard), kerja cerdas (working smart) dan serta bermain sungguh-sungguh (playing hard) semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup. Bagi Sandi, kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga makin cerah.

Namun, menurut Sandi Uno, masih ada kesalahpahaman mengenai konsep kewirausahan itu sendiri. Pertama, kebanyakan pemuda masih menganggap bahwa kewirausahaan adalah sesuatu yang mudah. Menurutnya, kewirausahan bukan selalu berarti harus meninggalkan sebuah pekerjaan dan membuka kerja sendiri. Meskipun menjadi seorang pekerja (karyawan), seseorang masih bisa memiliki jiwa wirausaha. Bagi Sandi Uno, wirausaha adalah sebuah pola pikir yang terus menghasilkan kreativitas dan inovasi. Kewirausahaan memang memiliki visi yang baik, tapi tidak tergantung pada tempat kerja. Jadi seorang wirausahawan tidak terbatas hanya pada lokasi atau status dan posisi di tempat kerjanya.

Kedua, beberapa contoh wirausahawan memang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai. Seharusnya, menurut Sandi Uno, sudut pandang diarahkan kepada kesuksesan mereka dalam mengembangkan usahanya dan bukan pada latar belakang pendidikan para orang sukses tersebut. Kewirausahaan mengharuskan adanya kebijaksanaan, bukan intuisi yang buta. Menurutnya, kewirausahaan bukan bertujuan untuk menjadikan orang kaya, tetapi menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik. Terakhir, kewirausahan adalah bukan untuk diri sendiri. Kewirausahan adalah tentang kerjasama dengan orang lain. Kewirausahaan juga berbicara tentang bagaimana memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi Sandi Uno, kewirausahaan bertentangan dengan konsep keberuntungan. Sandi Uno menyatakan bahwa orang yang bergantung pada keberuntungn akan selalu menanti keberuntungan itu datang. Sementara, menanti hanya akan membuat seseorang menjadi miskin.

Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku mayoritas ekonomi Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. UMKM seharusnya diperhatikan secara lebih serius. Bagi Sandi Uno, kendala pada UMKM akan sangat mengganggu perekonomian bangsa ini.

Dalam hal pengelolaannya, menurut Sandi Uno, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, dan pendanaan. UMKM dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak. Namun, sektor tersebut terbukti mampu bertahan pada saat krisis dan menopang perekonomian negara selama lebih sepuluh tahun terakhir ini. Sandi Uno menyatakan bahwa sektor UMKM seharusnya ditegaskan kembali sebagai pilar penciptaan lapangan kerja. Selama ini, menurut Sandi Uno, jiwa kewirausahaan telah membuktikan bahwa UMKM mampu bertahan dan mampu memekerjakan karyawan rata-rata 5-10 orang per unit usaha.

Menarik sekali profile pengusaha sukses ini, banyak orang setelah mendengarkan pemaparan kisah hidup perjalannya dalam bermiwausaha sangat membantu masing-masing individu untuk melangkah ke arah yang lebih baik lagi. Semoga inspirasi wirausaha ini menjadikan permulaan atau percepatan bagi usaha kita semua. Maju terus para pengusaha Indonesia.
Read more ...

Kisah Sukses Seorang Wirausaha - Aburizal Bakrie

Kisah sukses seorang wirausaha bisa membuat kita menjadi tergerak untuk memulai atau yang sedang berkecimpung dalam dunia wirausaha semakin bersemangat lagi. Dengan motivasi ini ibarat handphone yang sedang dicas kembali. Sehingga apa yang diharapkan untuk menambah tenaga dan daya untuk berwirausaha semakin mantab.

Banyak sekali tokoh-tokoh pengusaha di Indonesia ini menjadi idola bahkan menjadi panutan bagi para pengusaha dalam memperdalam cara-cara berwirausaha yang baik. Yang lebih menariknya lagi semangat wirausaha itu membuat bisnis yang sedang dijalankan semakin maju dan berkembang lagi. Berikut ini adalah kisah sukses seorang wirausaha pemilik Grup Bakrie yang akan membuat anda semakin terinspirasi dengan perjalanan karirnya.

profil pengusaha sukses indonesia
Aburizal Bakrie

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 65 tahun) adalah seorang pengusaha Lumpur dari Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).


Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha lumpur . Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).

Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010.

Keluarga

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut

    Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
    Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
    Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)

Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:

    Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
    Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
    Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani

Pendidikan

    Jurusan Teknik Elektro ITB, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973

Pekerjaan

    1992 - 2004 Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
    1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
    1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
    1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
    1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
    1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers


Organisasi

    2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
    2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
    2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
    1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
    1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
    1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
    1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
    1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
    1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
    1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
    1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
    1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
    1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
    1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
    1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
    1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
    1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
    1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
    1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
    1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
    1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan

    1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
    1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
    1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

Lumpur Sidoarjo

Ical tidak mau mengganti kerugian akibat lumpur lapindo, dan menyerahkan semua itu kepada pemerintah indonesia yang jelas - jelas lumpur lapindo adalah akibat dari pabrik yang ical dirikan

Klub Sepakbola yang dimiliki Bakrie group

    Bendera Indonesia Pelita Jaya FC
    Bendera Australia Brisbane Roar
    Bendera Belgia C.S. Visé
    Bendera Uruguay Deportivo Indonesia

Itulah semua profil pengusaha sukses Indonesia yang saya harap bisa membantu anda dalam menjalankan usaha anda. Saya yakin ada sesuatu yang bisa diambil dari kisah sukses perjalanan Bang Ical ini. Semoga bisa membah semangat dan masukan yang positif dalam mengembangkan bisnis Anda sekalian.
Read more ...

Friday, 9 November 2012

Kisah Sukses Pengusaha Indonesia - Bob Sadino

Kisah sukses pengusaha Indonesia tidak akan ada habisnya kalau kita bahas sebagai bahan inspirasi kita semua. Karena tokoh pengusaha sukses ini bisa menjadikan kita semakin semangat dalam menitih karir kita di dunia Entrepreneur ini.

Ada banyak sekali pengusaha-pengusaha yang kaya raya dan sukses dibidang usahanya masih-masing. Tapi untuk tokoh yang satu ini siapa yang tidak kenal dengan Bob Sadino? Beliau telah menginspirasi banyak kalangan pengusaha baik itu yang baru memulai maupun yang sudah sukses untuk Take Action untuk men jadi wirausaha yang tangguh. Mari kita ikuti kisah sukses pengusaha Indonesia ini dan saya berharap anda bisa mengambil semangat dari kisah perjalanan beliau ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Bob Sadino

Bob Sadino (lahir di Lampung, 9 Maret 1933; umur 79 tahun), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan K

emchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri untuk menjadi pengusaha.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.


Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton. (Sumber :wikipedia.org)

Akhirnya saya berharap agar pembaca sekalian bisa mengambil semangat wirausaha dari membaca kisah perjalanan dan kesuksesan Pengusaha Indonesia yang satu ini. Dan saya rasa tokoh Bob Sadino ini sangatlah berkarakter sehingga bisa membuat kita terjangkit virus Entrepreneur. Sukses untuk pengusaha Indonesia!
Read more ...

Profil Pengusaha Sukses Indonesia - Dahlan Iskan

Profil Pengusaha Sukses Indonesia adalah blog yang berisi kisah-kisah inspirasi untuk para pengusaha Indonesia dalam membangun kejayaan bisnisnya. Para Entrepreneur tersebut dikisahkan dari memulai berangkat membuka usaha sampai menjadi sukses.  Semoga dengan dibuatnya blog ini bisa bermanfaat bagi semua generasi bangsa untuk menjadi seorang pengusaha mandiri. Amin.

Kita semua pasti mengenal sosok dari tokoh Dahlan Iskan, beliau dikenal dengan orang yang pekerja keras dan mencapai kesuksesan karirnya di Indonesia. Tokoh pengusaha ini saya rasa akan bisa menginspirasi kita untuk bisa belajar dari kisah perjalanan hidup beliau. Untuk lebih jelasnya mari kita kenal lebih dalam lagi profil pengusaha sukses Indonesia berikut ini.


kisah sukses pengusaha indonesia
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 61 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tangga

l 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.

Karier

Awal karier

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Jawa Pos

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Fangbian Iskan Corporindo (FIC)

Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.

Perusahaaan Listrik Negara (PLN)

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN)

Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan.

Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa. Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.

Kehidupan pribadi

Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang pengalaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.

Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. (sumber : wikipedia.org)


Dahlan Iskan dikenal dengan seorang pengusaha yang tangguh yang sangat diperhitungkan dikalangan para pengusaha sukses di Indonesia. Semoga kisah Dahlan Iskan bisa menginspirasi semua orang di Indonesia khususnya para Entrepreneur Indonesia.


Read more ...

Thursday, 8 November 2012

Blogger Template Kreasi BB.2 Gratis

Blogger Template yang sekarang ini saya beri nama Kreasi BB.2 untuk kawan yang ingin mencobanya dipersilahkan karena saya bagikan secara cuma-cuma alias tetap Gratis, :w; karena gratis makanya saya  minta pada kawan hanyalah kesadaran saja agar jangan menghilangkan Link yang mengarah ke Blog saya sebagai pencipta Template ini :y; 



Cara Install Template
  • Download Template Kreasi BB.2 selanjutnya Ekstrak dulu di Komputer kawan
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template - pilih Cadangkan / Pulihkan 
  • Simpan Template kawan dulu untuk jaga-jaga [Unduh Template Lengkap]
  • Pilih File Kreasi BB.2 yang sudah kawan ekstrak tadi - Unggah 

          



  • Selanjutnya pilih Tata Letak untuk memindahkan Widget agar sesuai pada tempat yang kawan inginkan 

Cara Setting Template Kreasi BB.2
  • Pilih kembali Template - Edit HTML - Lanjutkan
  • Cari Header, selengkapnya sebagai berikut :


#header {height: 70px;margin:0 auto 0;}

#header h1 {clear: both;float: left; padding: 10px 0 0 25px;}

#header h1 a {display: block;text-indent: -9999px;outline: none;width: 400px;height: 55px;background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmOX0TPM_1AdPWbZAlZEjt7Wh44v131ZOcwNFDuKkbnXeHV1HsHjFpxLwFrAt-kBQjpw09HKJXNqiA9_OccnKU6-dA1eJOrdk0Xb3zHvQ_D70AhyMNcSIzwkKiB3qzPE5BT0lFKlwxnw/s320/Kreasi+BB.2.png) no-repeat 0 0;}

#header .ad {width: 400px;float: right;padding: 15px 6px 0 0;}

Silahkan ganti teks yang berwarna merah dengan Link image [Judul Blog] kawan



  • Cari <div id='NavbarMenu'> selengkapnya sebagai berikut
<div id='NavbarMenu'>
     <div id='NavbarMenuleft'>
        <ul id='nav'>   
<li><a href='http://belogbego.blogspot.com/'>BERANDA</a></li>
<li><a href='/search?max-results=500'>Daftar Isi</a></li>
<li> <a href='#'>EDIT</a>
         <ul>
         <li> <a href='#'>EDIT-a</a></li>
         <li> <a href='#'>EDIT-b</a></li>
           </ul></li>
<li> <a href='#'>PAGE</a>
           <ul>
           <li> <a href='#'>PAGE-a</a></li>
           <li> <a href='#'>PAGE-b</a></li>
           <li> <a href='#'>PAGE-c</a></li>
           </ul></li>
<li><a href='#'>LAMAN</a>
           <ul>
           <li><a href='#'>LAMAN Page #A</a>
                       <ul>
                       <li><a href='#'>Page #A-1</a></li>
                       <li><a href='#'>Page #A-2</a></li>
                       <li><a href='#'>Page #A-3</a></li>
                       </ul></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #B</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #C</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #D</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #E</a></li>
            </ul></li> 
<li><a href='http://astore.amazon.com/wacc01-20' target='_blank'> AMAZON </a></li>       
<li><a href='http://pagespeed.googlelabs.com' target='_blank'> TEST BLOG </a></li>         
</ul>
    </div>

Silahkan ganti sesuai dengan keinginan kawan, Seandainya pada Template kawan banyak menyimpan Script / HTML silahkan copas dan simpan disesuaikan agar tidak hilang  misalnya Blog Description, Keyword dan lain sebagainya
  • Jangan lupa simpan Template kawan


Read more ...

Monday, 5 November 2012

Cara Membuat Tab Menu pada Gadget

Melanjutkan Cara Membuat Tab Menu di Blog yang scriptnya disimpan pada Template :z; sekarang dengan cara lain yaitu langsung disimpan pada Widget yang bagi saya pribadi lebih gampang saat mau edit [setting] dibandingkan dengan yang sebelumnya :w;


Caranya sebagai berikut :
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Tata Letak - Tambah Gadget - HTML/JavaScript
  • Copas Script berikut kedalamnya


<style type="text/css">
div.TabView div.Tabs
{height: 30px;overflow: hidden}
div.TabView div.Tabs a {float:left; display:block; width: 73px; /* Lebar Menu Utama Atas */
text-align:center ; height: 30px; /* Tinggi Menu Utama Atas */
padding-top:5px; vertical-align:middle; border:1px solid #95CAFF; /* Warna border Menu Atas */
border-bottom-width:0; text-decoration: none;font-size:12px; font-family: "Arial";/* Font Menu Utama Atas */}
div.TabView div.Tabs {background:#FFF;color:#000;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;}
div.TabView div.Tabs a:hover{background:#585858;color:#FFF;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;}
div.TabView div.Tabs a.Active{border:1px solid #00F; background:#95CAFF; color:#00F;font-style: normal;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;/* Warna background Menu Utama Atas */ }
div.TabView div.Pages {clear:both; border:1px solid #95CAFF; /* Warna border Kotak Utama */ overflow:hidden; background-color:#95CAFF; /* Warna background Kotak Utama */ }
div.TabView div.Pages div.Page {height:100%; padding:0px; overflow:hidden}
div.TabView div.Pages div.Page div.Pad {padding: 5px 5px}
</style>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function tabview_aux(TabViewId, id)
{
var TabView = document.getElementById(TabViewId);
// ----- Tabs -----
var Tabs = TabView.firstChild;
while (Tabs.className != "Tabs" ) Tabs = Tabs.nextSibling;
var Tab = Tabs.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Tab.tagName == "A")
{
i++;
Tab.href = "javascript:tabview_switch('"+TabViewId+"', "+i+");";
Tab.className = (i == id) ? "Active" : "";
Tab.blur();
}
}
while (Tab = Tab.nextSibling);
// ----- Pages -----
var Pages = TabView.firstChild;
while (Pages.className != 'Pages') Pages = Pages.nextSibling;
var Page = Pages.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Page.className == 'Page')
{
i++;
if (Pages.offsetHeight) Page.style.height = (Pages.offsetHeight-2)+"px";
Page.style.overflow = "auto";
Page.style.display = (i == id) ? 'block' : 'none';
}
}
while (Page = Page.nextSibling);
}
// ----- Functions -------------------------------------------------------------
function tabview_switch(TabViewId, id) { tabview_aux(TabViewId, id); }
function tabview_initialize(TabViewId) { tabview_aux(TabViewId, 1); }
//]]>
</script>
<form action="tabview.html" method="get">
<div id="TabView" class="TabView">
<div style="width: 300px;" class="Tabs">
<a>Judul Tab 1</a>
<a>Judul Tab 2</a>
<a>Judul Tab 3</a>
<a>Judul Tab 4</a>
</div>
<div style="width:300px; height:250px;" class="Pages">
<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 1 - SIMPAN DISINI FILE KAWAN
</div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 2 - SIMPAN DISINI FILE KAWAN
</div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 3 - SIMPAN DISINI FILE KAWAN
</div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 4 - SIMPAN DISINI FILE KAWAN
</div>
</div>
</div></div></form>
<script type="text/javascript">
tabview_initialize('TabView');
</script>

  • Simpan Blog kawan :q;
  • Cara setting / Edit sama seperti sebelumnya


Read more ...

Friday, 2 November 2012

Cara Membuat Tab Menu di Blog

Cara Membuat Tab Menu di Blog itu yang akan saya bahas sekarang, :y; Kalau ada kawan Blogger yang tidak tahu apa itu Tab Menu dan untuk apa [maaf saya bukannya menggurui kawan] dapat saya sampaikan kurang lebih adalah Kumpulan Elemen yang bisa menhemat tempat pada Blog 


Sepengetahuan saya Tab Menu scriptnya bisa disimpan pada Template dan Widget, yang saat ini akan saya bahas penyimpanan scriptnya pada Template :z;
Cara Membuatnya :
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template
  • Copas HTML berikut diatas ]]></b:skin>
div.TabView div.Tabs {height: 30px;overflow: hidden}
div.TabView div.Tabs a {float:left; display:block; width: 73px; /* Lebar Menu Utama Atas */ 
text-align:center ; height: 30px; /* Tinggi Menu Utama Atas */ 
padding-top:5px; vertical-align:middle; border:1px solid #95CAFF; /* Warna border Menu Atas */ 
border-bottom-width:0; text-decoration: none;font-size:12px; font-family: "Arial";/* Font Menu Utama Atas */}
div.TabView div.Tabs {background:#FFF;color:#000;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;}
div.TabView div.Tabs a:hover{background:#585858;color:#FFF;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;}
div.TabView div.Tabs a.Active{border:1px solid #00F; background:#95CAFF; color:#00F;font-style: normal;border:1px solid #95CAFF;text-decoration:none;/* Warna background Menu Utama Atas */ } 
div.TabView div.Pages {clear:both; border:1px solid #95CAFF; /* Warna border Kotak Utama */ overflow:hidden; background-color:#95CAFF; /* Warna background Kotak Utama */ } 
div.TabView div.Pages div.Page {height:100%; padding:0px; overflow:hidden} 
div.TabView div.Pages div.Page div.Pad {padding: 5px 5px} 

  • Selanjutnya Copas Script berikut dibawah ]]></b:skin>

<script type='text/javascript'>
function tabview_aux(TabViewId, id)
{
var TabView = document.getElementById(TabViewId);
// ----- Tabs -----
var Tabs = TabView.firstChild;
while (Tabs.className != &quot;Tabs&quot; ) Tabs = Tabs.nextSibling;
var Tab = Tabs.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Tab.tagName == &quot;A&quot;)
{
i++;
Tab.href = &quot;javascript:tabview_switch(&#39;&quot;+TabViewId+&quot;&#39;, &quot;+i+&quot;);&quot;;
Tab.className = (i == id) ? &quot;Active&quot; : &quot;&quot;;
Tab.blur();
}
}
while (Tab = Tab.nextSibling);
// ----- Pages -----
var Pages = TabView.firstChild;
while (Pages.className != &#39;Pages&#39;) Pages = Pages.nextSibling;
var Page = Pages.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Page.className == &#39;Page&#39;)
{
i++;
if (Pages.offsetHeight) Page.style.height = (Pages.offsetHeight-2)+&quot;px&quot;;
Page.style.overflow = &quot;auto&quot;;
Page.style.display = (i == id) ? &#39;block&#39; : &#39;none&#39;;
}
}
while (Page = Page.nextSibling);
}
// ----- Functions -------------------------------------------------------------
function tabview_switch(TabViewId, id) { tabview_aux(TabViewId, id); }
function tabview_initialize(TabViewId) { tabview_aux(TabViewId, 1); }
</script>

  • Simpan Template kawan 
  • Selanjutnya pilih Tata Letak - Tambah Gadget - HTML/JavaScript
  • Copas Script berikut kedalamnya
<form action="tabview.html" method="get">
<div class="TabView" id="TabView">
<div class="Tabs" style="width: 300px;">
<a>Judul Tab 1</a>
<a>Judul Tab 2</a>
<a>Judul Tab 3</a>
<a>Judul Tab 4</a>
</div>
<div class="Pages" style="width: 300px; height: 250px;">
<div class="Page">
<div class="Pad">
Isi tab 1 - SIMPAN FILE KAWAN DISINI </div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Isi tab 2 - SIMPAN FILE KAWAN DISINI </div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Isi tab 3 - SIMPAN FILE KAWAN DISINI </div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
Isi tab 4 - SIMPAN FILE KAWAN DISINI </div>
</div>
</div></div></form>
<script type="text/javascript">
tabview_initialize('TabView');
</script>

  • Simpan Blog kawan dan lihat hasilnya

Sedikit penjelasan saya : 
Lebar Tab adalah [width:73px;] sebanyak 4 tab ditambah border:8px [1+2+2+2+1], maka lebar keseluruhannya menjadi 300px;

»


Read more ...

Wednesday, 31 October 2012

Blogger Template Kreasi BB.1

Blogger Template Gratis sekarang saya beri nama "KREASI BB.1" yang bisa kawan coba pakai secara cuma-cuma kalau kawan menginginkan untuk mengganti Template Blog kawan :z; 
Seperti biasa pesan saya pada kawan hanyalah kesadaran saja yaitu agar jangan menghilangkan Link yang mengarah ke Blog saya sebagai pencipta Template ini :w;











Cara Install Template
  • Download Template Kreasi bb.1 selanjutnya Ekstrak dulu di Komputer kawan
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template - pilih Cadangkan / Pulihkan 
  • Simpan Template kawan dulu untuk jaga-jaga [Unduh Template Lengkap]
  • Pilih File Kreasi BB.1 yang sudah kawan ekstrak tadi - Unggah 


  • Selanjutnya pilih Tata Letak untuk memindahkan Widget agar sesuai pada tempat yang kawan inginkan 

Cara Setting Template Kreasi bb.1
  • Pilih kembali Template - Edit HTML - Lanjutkan
  • Cari Header, selengkapnya sebagai berikut :
#header {height: 60px;margin:0 auto 0;}
#header h1 {clear: both;float: left;padding: 0 0 0 25px;}
#header h1 a {display: block;text-indent: -9999px;outline: none;width: 400px;height: 66px;background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9OW75z4QORwqfFrmyXFbGgeIDha6DGK-CKbAHkji4fTKWsDT-M-Ee4sZUJRBy72yCqjKGAJY3eKh7qwtXMGo4YXys4h698LoJlZ7X4T_y4n32XWdtlkEyrsx6Vhdh283MOOvVPPIdBAIW/s400/BLOG-BEGO.png) no-repeat 0 0;}
#header .ad {width: 500px;float: right;padding: 5px 6px 0 0;}
Silahkan ganti teks yang berwarna merah dengan Link image [Judul Blog] kawan
  • Cari <div id='NavbarMenu'> selengkapnya sebagai berikut
<div id='NavbarMenu'>
     <div id='NavbarMenuleft'>
        <ul id='nav'>   
<li><a href='http://belogbego.blogspot.com/'>BERANDA</a></li>
<li><a href='/search?max-results=500'>Daftar Isi</a></li>
<li> <a href='#'>EDIT</a>
         <ul>
         <li> <a href='#'>EDIT-a</a></li>
         <li> <a href='#'>EDIT-b</a></li>
           </ul></li>
<li> <a href='#'>PAGE</a>
           <ul>
           <li> <a href='#'>PAGE-a</a></li>
           <li> <a href='#'>PAGE-b</a></li>
           <li> <a href='#'>PAGE-c</a></li>
           </ul></li>
<li><a href='#'>LAMAN</a>
           <ul>
           <li><a href='#'>LAMAN Page #A</a>
                       <ul>
                       <li><a href='#'>Page #A-1</a></li>
                       <li><a href='#'>Page #A-2</a></li>
                       <li><a href='#'>Page #A-3</a></li>
                       </ul></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #B</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #C</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #D</a></li>
            <li><a href='#'>LAMAN #E</a></li>
            </ul></li> 
<li><a href='http://astore.amazon.com/wacc01-20' target='_blank'> AMAZON </a></li>       
<li><a href='http://pagespeed.googlelabs.com' target='_blank'> TEST BLOG </a></li>         
</ul>
    </div>

Silahkan ganti sesuai dengan keinginan kawan
Seandainya pada Template kawan banyak menyimpan Script / HTML silahkan copas dan simpan disesuaikan agar tidak hilang :x; misalnya Blog Description, Keyword dan lain sebagainya
  • Jangan lupa simpan Template kawan

Read more ...

Tuesday, 30 October 2012

Jenis Jenis Asuransi Jiwa


KOMPAS.com - Seringkali kita sebagai konsumen hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan agen asuransi yang menawarkan produknya. Sebagian besar agen menawarkan produk yang dijualnya, bukan produk yang kita perlukan. Masalahnya, sering juga konsumen tidak mengerti dan tidak paham benar produk asuransi apa sebenarnya yang dia perlukan.
Pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis asuransi jiwa saja terkadang membuat pusing. Masih banyak konsumen yang tidak dapat membedakan antara produk tradisional dengan produk non tradisional. Sementara penjelasan para agen juga sekadarnya saja, belum benar-benar memenuhi dahaga keingintahuan para nasabah. Sebaliknya, nasabah juga perlu lebih banyak bertanya dan memiliki pengetahuan tentang asuransi.
Mengenai jenis-jenis asuransi, di Indonesia, jenis asuransi terbagi menjadi dua jenis besar, asuransi tradisional dan asuransi nontradisional.
Asuransi tradisional terbagi menjadi tiga jenis. Asuransi termlife (berjangka), whole life (seumur hidup), dan endowment (dwiguna).
Ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk memahami lebih jauh jenis-jenis asuransi ini.

Asuransi Termlife (berjangka)
Asuransi berjangka hanya memberikan proteksi dalam jangka waktu tertentu saja. Proteksinya bisa sesingkat naik pesawat dari Jakarta ke Semarang selama kurang dari dua jam atau selama 20 tahun. Ciri khasnya, ada batas waktu proteksi asuransi. Selain itu, jika tidak terjadi risiko, uang asuransi tidak dikembalikan atau hangus.
Asuransi jenis ini memiliki premi paling murah di antara asuransi lainnya. Uang pertanggungannya pun bisa besar, mencapai miliaran dengan premi yang tidak terlalu menguras isi kantong. Asuransi jenis term life tidak memiliki nilai tunai. Jika pada masa berakhirnya kontrak asuransi si tertanggung masih sehat walafiat, kontrak berakhir dan tidak ada uang yang diberikan kepada tertanggung.
Banyak orang yang tidak menyukai produk ini karena tidak ada uang yang dikembalikan ketika masa kontrak berakhir dan nasabah sehat wal afiat. Aneh memang, ada orang yang tidak bersyukur karena telah dikaruniai kesehatan dan umur panjang. Sebenarnya asuransi jenis term life ini bisa dianalogikan dengan menyewa seorang petugas satpam selama satu malam untuk menjaga rumah dengan harta benda berlimpah. Jika tidak terjadi kemalingan pada malam itu, apakah kita dapat menarik kembali gaji si petugas satpam pagi hari berikutnya? Bukankah kita harus bersyukur karena rumah kita aman?
Karena uang pertanggungan yang besar, untuk membeli premi asuransi jenis ini pun tidak terlalu mudah. Sebagian besar perusahaan asuransi yang menjual asuransi jenis ini mewajibkan nasabahnya menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum membeli polis dengan pertangungan misalnya sebesar Rp 2 miliar.
Jika tidak lolos pemeriksaan, nasabah tidak diperkenankan membeli asuransi jenis ini. Atau mungkin saja uang pertanggungan diturunkan menjadi lebih kecil.
Premi asuransi ini jauh lebih kecil ketimbang premi yang harus dibayarkan jika membeli produk unit link. Banyak perencana keuangan yang menyarankan jika membeli produk asuransi jenis ini sebaiknya dibarengi dengan membeli reksa dana. Pasalnya, ketika masa asuransi berakhir dan tertanggung sehat tidak ada uang pertanggungan yang diberikan.
Sehingga jika dikombinasikan dengan reksa dana, pada saat berakhirnya pertanggungan dana pengembangan investasi dari reksa dana sudah cukup banyak. Kombinasi asuransi berjangka dan reksa dana, akan menghasilkan investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan membeli unit link. Dengan membayar premi yang sama, uang pertanggungan juga jauh lebih besar.
Satu hal yang diperlukan adalah kedisiplinan setiap bulan untuk menabung di reksa dana setiap bulannya agar mendapatkan manfaat dan hasil maksimal.

Asuransi whole life (seumur hidup)
Setelah mengenal term life, ada pula jenis kedua yang disebut whole life.

Asuransi ini mengandung nilai tabungan. Masa proteksinya pun lebih panjang, hingga mencapai 99 tahun. Asuransi ini disebut sebagai penyempurnaan asuransi term life yang tidak memiliki nilai tunai. Anda tentu ingat bahwa jika tidak terjadi risiko meninggal, pada masa akhir kontrak asuransi berjangka si nasabah tidak mendapatkan apa-apa ?

Nah, untuk memuaskan nasabah yang berkeluh mengenai asuransi berjangka, pada asuransi whole life, ketika kontrak berakhir dan tertanggung masih sehat walafiat, ada nilai tunai yang diberikan. Risikonya, premi yang dibayarkan lebih mahal karena risiko klaim pasti terjadi. Jarang ada orang yang sehat sampai usia 99 tahun kan? Di Indonesia, angka harapan hidup laki-laki 65 tahun dan perempuan 70 tahun.

Nilai tunai polis whole life dapat dijadikan agunan pinjaman dan ada bonus dividen dari perusahaan bagi pemegang polis whole life. Selain itu, jika tidak dapat membayar preminya, pemegang polis dapat mengambil dana dari nilai tunai ini. Fitur ini tidak ada pada jenis asuransi term life.

Pertanyaan selanjutnya, berapa uang yang akan saya dapatkan ketika masa asuransi berakhir kelak? Biasanya para agen asuransi memberikan ilustrasi pada usia sekian puluh tahun akan keluar dana sekian ratus juta. Sekali lagi, jangan silau oleh ilustrasi yang menayangkan angka berjuta-juta. Angka itu terlihat besar pada saat ini, sementara inflasi terus menggerus nilai uang dan pada saatnya kelak, beberapa puluh tahun dari sekarang, dana sebesar itu sebenarnya tidak terlalu besar.

Penyebabnya, dana itu hanya dikembangkan dengan imbal hasil sebesar 4 persen saja per tahun. Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga di pasaran. Imbal hasil sebesar itu masih belum dipotong biaya dan pajak.

Di sisi lain, laju inflasi riil mencapai 12 persen. Sehingga nilai tunai asuransi whole life akan tergerus inflasi dan nilainya tidak sebesar ketika ilustrasi disodorkan kepada para calon nasabah. Bisa jadi, ketika polis jatuh tempo, nilai tunai ini menjadi sangat kecil sekali.

Biaya premi yang harus dibayarkan untuk mendapatkan pertanggungan sebesar Rp 1 miliar misalnya, akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya premi yang harus dibayarkan jika Anda membeli asuransi berjangka. Bagaimana perbedaannya, dapat dilihat pada tulisan mengenai perhitungan premi asuransi.

Asuransi endowment (dwiguna)
Jenis asuransi tradisional ketiga adalah endowment. Jenis ini bersifat seperti asuransi berjangka juga sebagai tabungan.
Produk ini amat populer sebelum muncul produk unit link. Bentuk asuransi endowment beragam. Selain memiliki nilai tunai, ada juga dana yang dikeluarkan secara berjangka sebelum masa kontrak asuransi berakhir. Dana ini keluar secara berkala misalnya 3 tahun sekali atau 5 tahun sekali. Misalnya seperti asuransi pendidikan yang mengeluarkan dana ketika si anak berusia 5 tahun untuk biaya masuk TK, 7 tahun untuk biaya masuk SD dan seterusnya.
Sayangnya, premi asuransi endowment ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan premi asuransi berjangka maupun whole life.
Belakangan, pamor asuransi jenis endowment ini memudar seiring dengan munculnya produk-produk unitlink. Selain itu karena royal memberikan bonus, biaya asuransi endowment justru memberatkan perusahaan asuransi.

Unit Link
Setelah membahas tiga jenis asuransi tradisional, mari kita bahas asuransi non tradisional. Jenis asuransi non tradisional hanya satu yaitu unit link.
Unit link ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.
Unit link terkait erat dengan pasar modal. Produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.
Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unit link, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unit linknya dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, unit link tersebut ditempatkan pada saham apa saja, banyak nasabah yang tidak mendapatkan keterangan soal ini. Memang, sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang memuat kinerja unit link di situsnya sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para nasabah.
Jika Anda membandingkan menempatkan dana yang sama dengan porsi yang ditempatkan pada unit link, artinya sudah dikurangi oleh biaya premi, dengan ditempatkan langsung pada reksa dana, maka hasilnya akan jauh lebih besar jika ditempatkan pada reksa dana.
Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen. Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 40 persen dan tahun keempat 80 persen baru pada tahun kelima menjadi 100 persen ditempatkan pada unit link.
Biaya premi yang harus dikeluarkapun paling besar dibandingkan dengan premi asuransi jenis tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.
Masalahnya, jika Anda memerlukan proteksi sebesar Rp 1 miliar harus membayar premi unit link yang sangat tinggi. Jangan sampai karena belum mampu membayar premi unit link yang ditawarkan agen lalu menurunkan uang pertanggungan sehingga Anda mengalamiunderinsure.
Pemegang polis harus benar-benar memerhatikan dan mempelajari produk ini dengan saksama dan banyak menyerap informasi agar tidak salah beli. Sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar, mendapat pertangungan yang kurang dari kebutuhan serta mendapatkan hasil investasi yang tidak maksimal.
Positifnya asuransi jenis unit link adalah Anda dapat disiplin berinvestasi secara berkala, baik bulanan maupun tahunan karena pembayaran investasi ditagihkan bersamaan dengan pembayaran premi.
Nah, setelah mengetahui jenis-jenis asuransi, pilihlah yang paling cocok dengan tujuan keuangan Anda. Hitung dahulu kebutuhan asuransi, lalu tentukan produknya.

Read more ...