IKLAN BULAN INI

Showing posts with label anti tumor propolis. Show all posts
Showing posts with label anti tumor propolis. Show all posts

Monday, 19 December 2011

Cegah Kanker Prostat Sejak Dini

Cegah Kanker Prostat Sejak Dini

Kanker Prostat tidak menular, tapi sangat berbahaya.

Dalam kurun 10 tahun ini, jumlah penderita kanker prostate meningkat tiga kali lipat. Kanker prostat rentan dialami mereka yang memiliki garis keturunan penderita dan berusia 40-50 tahun. Lalu apa yang harus yang harus dilakukan para pria untuk mencegahnya?

Kaum hawa seyogianya jangan pernah menganggap sepele saat sulit memulai buang air kecil. Begitu pula acuh ketika sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Para pria juga perlu waspada bila terasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil. Apalagi jika ada darah pada air seni yang alirannya lemah. Bisa jadi semua gejala tersebut merupakan tanda-tanda kanker tengah menggerogoti prostat.

Profesor dr Rainy Umbas PhD SpU dari Departemen Urologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan kanker prostat pada usia dini (awal) tidak menunjukkan gejala apa-apa. Setelah berkembang dan membesar bisa merubah air kemih berwarna merah atau terjadi penahanan air kemih mendadak.

“Karena itu para pria dianjurkan mengenali dan mewaspadai penyakit sejak dini. Dengan demikian mereka dapat mencegah dan mengobati secara tepat,” papar Rainy dalam seminar kesehatan bertema Kenali dan Waspadai Kanker Prostat, di Hotel Le Merifdien, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui bahwa sistem reproduksi laki-laki yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum atau anus dinamakan kelenjar prostat. Dilihat dari segi bentuk, ukuran kelenjar prostat hanya sebesar buah kenari, dan mengelilingi sebagian uretra. Kelenjar ini berfungsi mengosongkan kandungan kemih dan menghasilkan cairan yang membentuk sebagian dari air mani.

Adapun kanker prostat merupakan suatu satu penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat. Itu terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi, dan berkembang di luar kendali, serta masuk ke organ lain, terutama pada bagian tulang.

Secara medis, kanker prostat rentan dialami mereka yang memiliki garis keturunan penderita dan berusia 40-50 tahun. Penyebab lain penyakit ini antara lain peningkatan kadar hormon testosteron, diet tinggi lemak, dan toksik. “Sekadar informasi, kanker prostat tidak menular, tapi sangat berbahaya,” kata Rainy.

Pada tahap lanjut, kanker prostat bisa menimbulkan kematian, terutama pada pria berusia diatas 74 tahun. Sedangkan, pria yang memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker prostat adalah pria berusia di atas 60 tahun. “Data dari RSCM dan RS Dharmais, menunjukkan kenaikan jumlah penderitanya hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir,” tandas Rainy. Tapi kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia di bawah 40 tahun.

Deteksi Dini

Penderita kanker prostat secara umum diklasifikasi berdasarkan derajat kegananas (grade) dan stadium (stage). Derajat keganasan tergambar dari sel-sel tumor yang telah menggerogoti sel normal kelenjar prostat. Dengan menggunakan mikroskop jaringan tumor, ahli patologi bisa menentukan apakah tumor sudah masuk pada tahap rendah, sedang, atau tinggi. Salah satu cara untuk menentukan grade kanker prostat adalah menggunakan sistem gleason, yaitu sistem angka 2 – 10. Semakin tinggi nilai gleasonnya, maka semakin tinggi pula derajat keganasan kanker.

Ada pula cara sederhana mendeteksi kanker prostat, yaitu lewat colok dubur. “Untuk mendeteksi apakah ada benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan, sebaiknya melakukan pemeriksaan colok dubur,” ujar spesialis bedah urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) ini. Colok dubur ini direkomendasikan pada pria usia lanjut (40-50 tahun), atau mereka yang merasa nyeri saat buang air kecil dan ereksi.

Selain itu, setiap tahun pria berusia di atas 50 tahun dan memunyai garis keturunan dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA (Prostat Specific Antigen). “Apabila ada anggota keluarga yang menderita kanker prostat, dianjurkan melakukan skening sejak usia 40 tahun,” anjur Rainy.

PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat yang berfungsi mengencerkan cairan ejakulasi, hingga memudahkan sperma keluar. Pada keadaan normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Apabila terjadi peradangan atau kerusakan jaringan prostat maka kadar PSA dalam darah akan meningkat.

Untuk membedakan apakah kadar PSA disebabkan oleh kanker prostat atau pembesaran prostat jinak (benign prostate enlargement/BPH), Rainy menganjurkan melakukan pemeriksaan rasio free PSA total, terutama bagi mereka yang memiliki kadar PSA-nya 2,6–10 nanograms per milliliter (ng/ml).

Pemeriksaan kanker prostat juga bisa dilakukan melalui ultrasonografi (USG) dan rontgen atau skening tulang. Dengan menggunakan metode ini, pasian juga bisa mengetahui apakah penyebaran kanker sudah sampai ketulang atau belum. Selain itu, juga bisa melalui pemeriksaan analisa air kemih, sitologi air kemih, cairan prostat, dan biopsi prostat.

Setelah diketahui kanker prostat, lanjut Rainy, maka bisa diklasifikasikan berdasarkan stadiumnya. Kanker prostat stadium awal (stadium I dan II) apabila sel-sel kankernya masih berada di kelenjar prostat dan belum menyebar ke luar. Kanker prostat stadium III (locally advanced) jika sel kankernya sudah menyebar ke luar dari kalenjar prostat, dan menyebar ke kantong air mani (vesika seminalis). Sedangkan kanker prostat stadium IV kalau sel-sel kanker sudah menyebar ke jaringan lain, seperti kelenjar getah bening atau organ lain seperti tulang dan paru-paru.

Dalam beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan belakang) atau ke ginjal. Ini bisa menyebabkan gagal ginjal, dan kanker tulang, serta menimbulkan rasa nyeri dan tulang menjadi rapuh serta mengalami fraktur (patah tulang). Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Bukan hanya itu, pada tahap selanjutnya kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan penderita kejang-kejang. faisal chaniago

Sumber: Koran Jakarta, Tanggal 17 Juli 2011

Linked Posts:
Mengobati Pembesaran Prostat | Penyakit Kanker | Tumor
Read more ...

Tuesday, 2 June 2009

PROPOLIS

PROPOLIS --- Untuk Benteng Kesehatan
Propolis berasal dari bahasa Yunani yang secara umum berarti pertahanan kota. Propolis merupakan campuran resinous yang dikumpulkan oleh lebah madu dari pohon buds, getah mengalir, atau sumber botani lainnya. Lebah menggunakan propolis sebagai sealant untuk ruang terbuka atau celah yang tidak diinginkan dalam sarang lebah. Propolis digunakan untuk celah kecil (sekitar 6,35 millimeters (0,3 in) atau kurang), sementara ruang yang lebih besar biasanya diisi dengan melilininya. Warna propolis berbeda-beda, tergantung pada sumber botani, yang paling umum adalah coklat gelap. Propolis itu lengket (sticky) di atas suhu kamar. Pada temperatur rendah menjadi keras dan sangat rapuh.

Selama berabad-abad, peternak lebah menganggap bahwa lebah menambal sarangnya dengan propolis untuk melindungi koloni dari unsur-unsur, seperti terpaan hujan dan musim dingin . Namun, abad ke-20 penelitian telah menunjukkan bahwa lebah tidak hanya mampu bertahan, namun juga berkembang pesat, dengan meningkatkan ventilasi selama bulan-bulan dalam musim dingin.

Bagi Lebah Propolis diyakini memiliki manfaat sebagai berikut:

1. memperkuat stabilitas struktural dari sarang lebah
2. mengurangi getaran
3. membuat sarang lebah lebih terlindungi dengan menambal celah masuk.
4. mencegah penyakit dan parasit yang masuk sarang lebah
5. mencegah pembusukan di sarang lebah. Lebah biasanya membawa limbah keluar dari sarang lebah. Namun jika cicak atau tikus kecil, misalnya masuk ke dalam sarang lebah dan mati di sana, lebah tidak dapat membawanya keluar dari sarang lebah. Dalam hal ini, lebah akan berusaha membungkus bangkai tersebut dengan propolis, membuatnya menjadi mumi sehingga tidak berbau dan tidak berbahaya.

Komposisi Propolis

Komposisi propolis akan berbeda pada setiap sarang , satu tempat dengan tempat lain, dan dari musim ke musim. Biasanya propolis berwarna coklat gelap, namun dapat ditemukan bercorak warna hijau, merah, hitam dan putih, tergantung pada sumber-sumber damar /resin yang ditemukan di wilayah tertentu sarang lebah tersebut.

Propolis yang dikumpulkan lebah dari getah pohon poplar kaya akan flavonoids. Secara tipical propolis dari daerah utara memiliki sekitar 50 konstituen, terutama balsams (50%), waxes (30%), esensial oil (10%), dan pollen (5%).

Di beberapa wilayah Chili, propolis mengandung viscidone, sebuah terpene dari pohon semak Baccharis . Dan di Brazil, baru-baru ini telah berhasil diisolasi naphthoquinone epoxide dari propolis merah, dan asam-asam prenylated (prenylated acids) seperti asam 4-hydroxy-3 ,5-diprenyl cinnamic acid telah didokumentasikan. Analisis terhadap propolis dari Henan, Cina, menemukan sinapic acid, isoferulic acid, caffeic acid, dan chrysin, yang mana tiga senyawa yang disebutkan pertama tadi menunjukan kemampuan anti-bacterial.

Kandungan propolis jelas sangat bergantung dari sumber yang digunakan oleh setiap sarang lebah. Hal inilah yang bertanggung jawab terhadap banyak dan beragamnya klaim sehubungan dengan kandungan medisnya, dan kesulitannya dalam mereplikasi study ilmiah sebelumnya untuk meneliti/menyelidiki klaim-klaim tersebut. Bahkan sample propolis yang diambil dari satu sarangpun dapat berbeda, sehingga untuk melakukan control secara klinis menjadi sulit.

Penggunaan secara Medis

Propolis umumnya dipasarkan oleh toko-toko makanan kesehatan (health food stores) sebagai suatu obat tradisional (traditional medicine). Para praktisi pengobatan alam menggunakan propolis untuk bantuan dari berbagai kondisi, termasuk inflammations, penyakit karena virus (viral deaseases), ulcers, juga luka bakar dangkal.

Propolis juga diyakini untuk meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat sistem kekebalan dan mengurangi risiko katarak. Para peternak lebah dulu menganjurkan sedikit propolis disimpan di dalam mulut sebagai obat untuk sakit tenggorokan. Propolis lozenges dan propolis tinctures dapat dibeli di banyak negara. Meskipun propolis telah diklaim untuk digunakan dalam merawat allergi, propolis dapat menyebabkan reaksi alergi parah jika pengguna adalah sensitif terhadap produk lebah atau lebah.

Beberapa klaim kini sedang diinvestigasi secara klinis dan beberapa studi diterbitkan dalam literature Biomedis. Oleh karena komposisi kimia propolis sangat bervariasi tergantung pada musim, spesies lebah dan lokasi geografis, kita harus berhati-hati sebagaimana hasilnya yang masih diteliti (seperti di atas).

Sebagai antimicrobial

Tergantung dengan komposisi, propolis mampu menunjukkan sebagai bahan antibiotik dan anti jamur (antifungal) yang kuat.

Sebagai emmolient
Studi juga menunjukkan bahwa propolis mampu cecara efektif dalam merawat kulit luka bakar.

Sebagai immunomodulator / Pembentuk Kekebalan Tubuh

Propolis juga menunjukan efek immunomodulator / membentuk kekebalan tubuh .

Sebagai dental anti-plaque agent / anti-plaq pada gigi

Propolis telah menjadi subjek penelitian kedokteran gigi baru-baru ini, karena ada beberapa bukti bahwa propolis mampu secara aktive melindungi terhadap caries gigi dan bentuk-bentuk lain dari penyakit mulut, karena kandungan antimicrobial-nya. Propolis juga efektif digunakan untuk mengobati sariawan (canker sores)

Sebagai anti-tumor growth agent

Penggunaan propolis dalam menghambat pertumbuhan tumor telah diteliti pada tikus di Jepang.

Baca juga info kesehatan "Tukak Lambung Disebabkan oleh Bakteri Helicobacter Pylori"; "Kanker Serviks /leher rahim ---Apa yang menyebabkannya ?"


Sumber: wikipedia dan berbagai sumber

Read more ...