IKLAN BULAN INI

Friday, 16 November 2012

Kisah Orang Sukses di Indonesia - William Soerjadjaja

Kisah orang sukses di Indonesia berikut ini adalah tokoh pendiri Asuransi Astra Buana, Toyota Astra Motor, Astra Agro Lestari, dan sederetan perusahaan lainnya. Pengusaha sukses ini juga dalam kegiatan usahanya selalu menanamkan prinsip kerja keras dan berusaha untuk mengatasinya kegagalan demi kegagalan yang menerpa dirinya dalam membangun kerajaan bisnis yang mana hingga saat ini, tetap bertahan di zaman persaingan yang sudah memasuki babak hiper-kompetitif. Namun berkat tangan dinginnya pula, perusahaan yang didirikan 51 tahun silam ini menjadi perusahaan raksasa di panggung perbisnisan Indonesia dengan nama Group Astra.

Kisah orang sukses di Indonesia ini merintis usahanya dengan merasakan jatuh bangun terlebih dahulu. Beliau merintis usaha, ternyata Jepang sudah menduduki wilayah Indonesia, namun bagi beliau, rintangan tersebut tidak menghalangi niat sucinya untuk mencari sesuap nasi. Dalam kesempitan pada waktu itu, beliau mencuri kesempatan untuk menikmati manisnya peluang. Agar lebih terinspirasi akan kisah perjalanannya, marilah kita simak pemaparan profil pengusaha berikut ini.
profil pengusaha sukses indonesia
 
William Soerjadjaja


William Soerjadjaja (lahir di Majalengka, 23 Desember 1923 – meninggal di Jakarta, 2 April 2010 pada umur 86 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang menjadi terkenal karena suksesnya membangun PT Astra Internasional, sebuah perusahaan besar di Indonesia. William dikenal dengan sebuatan "Oom Willam".

Masa kecil

William dilahirkan dengan nama Tjia Kian Liong, sebagai anak kedua dari enam bersaudara. Namun di antara saudara-saudaranya, ia adalah anak laki-laki yang pertama.

Kedua orangtuanya meninggal pada waktu ia berusia 12 tahun.Ayahnya meninggal dunia pada Oktober 1934, disusul oleh ibunya pada Desember 1934. William, dalam usia yang masih sangat muda, melanjutkan usaha ayahnya, berjualan hasil bumi.Ia tampaknya mewarisi bakat dagang ayahnya.

Sewaktu bersekolah di HCZS (Hollands Chinesche Zendingsschool) di Kadipaten, pada masa penjajahan Belanda, ia sempat tidak naik kelas. Namun karena ketekunannya, ia berhasil melanjutkan pendidikannya ke MULO di Cirebon. Namun kembali ia tinggal kelas. Dari pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah, William paling menyukai pelajaran ekonomi dan tata buku. Dengan kedua pelajaran inilah ia membangun seluruh usahanya.

Menikah dan berkeluarga

William kemudian pindah ke Kota Bandung, disana ia bertemu dengan jodohnya, Lily Anwar, dan mereka menikah pada 15 Januari 1947. Pernikahan mereka berlangsung dengan sangat sederhana.

"Kami ke kantor catatan sipil naik becak. Kami menikah tanpa dihadiri tamu undangan. Kami pun hanya mengenakan baju biasa saja. Benar-benar sangat sederhana. Tidak ada tukang potret yang hadir, itu sebabnya kami tidak punya potret pernikahan. Setelah selesai nikah, kami pulang ke Jalan Merdeka naik becak lagi," begitu kisah William.

Pernikahan ini dikaruniai empat orang anak, yaitu Edward Soeryadjaja (17 Juli 1942), Edwin Soeryadjaya (21 Mei 1948), Joyce (14 Agustus 1950), dan Judith (14 Februari 1952).

Belum dua minggu menikah, William berangkat untuk belajar di Belanda untuk mempelajari ilmu penyamakan kulit. Ia lalu mendirikan pabrik penyamakan kulit pada tahun 1949. Tahun 1948, ketika Edward lahir, kedua pasangan ini hidup dengan berjualan kacang dan rokok yang dikirim dari Bandung. Mereka hidup dengan penuh perjuangan, kerja keras, dan doa. Dalam kehidupan yang sangat sederhana, mereka masih dapat menyewa satu kamar di sebuah hotel di Amsterdam.

Pola hidup hemat ini tampak jelas ketika pada suatu kali keluarga muda ini pergi ke Basel, Swiss. Dalam perjalanan yang berlangsung satu minggu itu mereka hanya hidup dengan roti, bubur, dan susu untuk berhemat.

Bulan Februari 1949 keluarga William kembali ke Indonesia.

Mendirikan Astra

Pada tahun 1957, William bersama adiknya, Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong, mendirikan PT Astra yang belakangan berkembang menjadi PT Astra Internasional.Astra awalnya memasarkan minuman ringan dan mengekspor hasil bumi. Usaha otomotif dimulai pada tahun 1968-69. Saat itu Astra mulai mengimpor truk Dalam waktu 13 tahun saja, sudah 72 perusahaan yang bernaung di bawah bendera grup itu. Pada akhir tahun 1992, jumlah perusahaannya sudah mencapai sekitar 300 buah, bergerak di berbagai sektor: otomotif, keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.

William selalu mengutamakan pengembangan kemampuan dan peningkatan pendidikan sumber daya manusia. Hal ini dijalankannya dalam berbagai program pelatihan dan beasiswa untuk karyawan. Pada tahun 1970-an, banyak karyawannya yang dikirimnya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang untuk belajar.

William tidak membeda-bedakan karyawannya. Di Astra, banyak tenaga kerja pribumi yang dipekerjakannya, dari tingkat karyawan biasa hingga pimpinan. Ini merupakan wujud kecintaan dan kebanggaannya sebagai orang Indonesia.

William sangat mengutamakan nilai-nilai naluri, loyalitas, dan rasa percaya dalam merekrut karyawan.Karyawan dipacu untuk mengembangkan kreativitas mereka dengan menghargai inovasi bisnis mereka untuk diuji coba.

Pada 1992-1993 Astra sempat jatuh ketika bisnis Edward Soerjadjaja, anak sulungnya, ambruk. William pun terpaksa melepaskan banyak sahamnya di PT Astra sebagai bentuk tanggung jawab pribadinya dan pengorbanannya demi anaknya.William menjalani semuanya dengan pasrah dan penyerahan. Belakangan William berhasil bangkit lagi. Ia membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance dan berinvestasi dalam pengembangan usaha petani kecil serta usaha-usaha kecil dan menengah.

Sebagai pengusaha sukses, William mendapatkan banyak penghargaan dan pengakuan dari dalam maupun luar negeri.

Akhir hayat

William meninggal dunia pada tanggal 2 April 2010 pukul 22.43 di RS Medistra, Jakarta Selatan, Indonesia setelah sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. William terakhir dirawat pada tanggal 10 Maret dan sejak 1 April dia dirawat di Unit Rawat Intensif (ICU).(sumber: wikipedia.org)

William memang bukan sekedar figur pembisnis yang sukses dalam sektornya. Sebagai pendiri PT Astra Internasional, beliau bukan saja telah membangun sebuah perusahaan yang dihormati dan disegani. Lebih dari itu, lewat visi dan komitmennya, ia juga telah membuktikan kontribusinya kepada bangsa Indonesia dalam mengangkat ekonomi nasional dalam arti seluas-luasnya, diantaranya menciptakan lapangan pekerjaan bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia. Saya harap kisah orang sukses di Indonesia di atas bisa menginspirasi dan menambah semangat anda dalam berwirausaha. Jaga terus antusias anda untuk menjadi entrepreneur, salam sukses selalu!
Read more ...

Buku Pengusaha Sukses - Ippho Santosa

Buku pengusaha sukses seri otak kanan terbaru karya Motivator Kenamaan, Ippho Santosa, berjudul "Hanya 2 Menit anda bisa tahu potensi rezeki anda" kini menjadi Best seller Top ten di Toko Buku Gramedia. Tokoh pengusaha sukses ini sangatlah menginspirasi banyak pengusaha. Lewat karya tulisnya yang dituangkan dibeberapa bukunya, mengajak para pembaca untuk terjun menjadi wirausaha yang mandiri. Melalui seminar-seminarnya telah membuis jutaan pesertanya untuk menguatkan pilihannya untuk menjadi seorang pedagang atau entrepreneur.

Setelah anda membaca kisah perjalanan tokoh ini saya yakin anda akan merasakan apa yang saya rasakan. Terlebih-lebih jika anda langsung membaca buku pengusaha sukses ini yang telah diterbitkan. Nah... untuk mengenal lebih dalam tokoh pengusaha sukses ini marilah kita ikuti profil beliau lebih lengkapnya.

profil pengusaha sukses indonesia
Ippho Santosa

Ippho Santosa dilahirkan tanggal 30 Desember 1977 di Pekanbaru (Riau), dari orang tua yang berasal dari Jawa dan Sumatera. Setelah berkarier sebagai marketer di Malaysia dan Indonesia, kemudian Ippho Santosa mendirikan dan menjalankan EnterTrend Training, di mana puluhan puluhan ribu orang dan ratusan perusahaan di Indonesia dan Singapura telah menjadi peserta pelatihan dan seminarnya. Kini, publik dan media massa mengenalnya sebagai:

• Pakar otak kanan (creative marketer).
• Penulis buku-buku mega-bestseller.
• Pembicara seminar di Indonesia dan Singapura.
• Penerima MURI Award.
• Pendiri belasan TK dan PG Khalifah di Indonesia.
• Kontributor di EnterTrend, InspirAction, Entrepreneur University (EU), Entrepreneur Association (EA), dan Young Entrepreneur Academy (YEA), Universitas Internasional Batam (UIB), dan berbagai media massa.
Ia telah menulis belasan buku bisnis dan motivasi. Dua buku masing-masing ia tulis bersama Tantowi Yahya (2006) dan Aa Gym (2005). Buku-bukunya yang paling laris, selalu diseminarkan, dan menjadi seri otak kanan adalah:
• 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa? • 13 Wasiat Terlarang! Dahsyat dengan Otak Kanan!
• Marketing is Bullshit… Meledakkan Profit dengan Kreativitas & Otak Kanan.
• Muhammad Sebagai Pedagang: Akhirnya Terbongkar Juga Pelajaran-Pelajaran Tersembunyi dari Sang Khalifah tentang
Otak Kanan, Entrepreneurship & Kekayaan.
• 7 Keajaiban Rezeki: Rezeki Bertambah, Nasib Berubah, Dalam Waktu Kurang dari 99 Hari (Masterpiece dengan
100% Money-Back Guarantee dan Bonus Langsung Rp 1.350.000).

Profil & Kontak
Setelah berkarier di dalam dan luar negeri, kemudian ia berbisnis dan menulis belasan buku, yang telah tersebar sampai ke Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Australia, Jerman, Perancis, Belanda, dan Amerika.

Buku-buku terbaiknya adalah:

    7 Keajaiban Rezeki: Rezeki Bertambah Nasib Berubah Dalam 99 Hari Dengan Otak Kanan (buku terlaris dan seminar terbesar 2010-2011 se-Indonesia)
    Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan.
    10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa?
    13 Wasiat Terlarang! Dahsyat dengan Otak Kanan!
    Marketing is Bullshit… Meledakkan Profit dengan Otak Kanan.

Kini publik mengenalnya sebagai:

    Pakar otak kanan.
    Penulis mega-bestseller (masuk MURI).
    Pembicara seminar di Asia.
    Pendiri 60-an cabang TK Khalifah se-Indonesia.

Perusahaan, komunitas, atau EO yang ingin mengundangnya memberikan seminar dan pelatihan, maka investasinya adalah:

    Rp 20 – 25 juta (durasi 3 jam).
    di luar biaya transportasi dan akomodasi

Jadwal seminarnya dapat dilihat di:

    Ippho Santosa & Tim Khalifah (halaman di Facebook)
    7 Keajaiban Rezeki (halaman di Facebook)
    @ipphoright (Twitter) (sumber : ippho.com)

Ippho merupakan pengusaha muda yang telah sukses, disamping tulisan-tulisan yang dibagikan melalui buku pengusaha sukses, beliau juga telah membuktikan kiprahnya dalam bisnis, buktinya beliau memiliki beberapa perusahaan dan bisnis yang telah dijalankan. Coba anda bayangkan jika kita belajar langsung dari para pakarnya maka yang kita dapatkan akan lebih maksimal dibandingkan hanya cuma teori saja. Nah, ssetelah anda mengikuti kita artikel diatas saya berharap anda bertambah semangat, jaga terus semangat anda, salam sukses selalu!
Read more ...

Thursday, 15 November 2012

Sejarah Pengusaha Sukses - Sukyatno Nugroho

Sejarah pengusaha sukses ini ketika berumur enam tahun ibunya harus meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Semasa duduk di bangku sekolah, tokoh pengusaha sukses ini dikenal sebagai anak yang tidak begitu sukses dengan nilai pelajaran. Buktinya ia dua kali tidak naik kelas. Jikapun ia naik kelas, ia biasanya ia biasanya menduduki peringkat kelas ke 40-an diantara 50 siswa yang ada. Beranjak remaja, beliau bersekolah  di sebuah SMA. Namun sangat disesalkan , ia mengenyam pendidikan di bangku SMA hanya tiga bulan saja. Maka, melihat kondisi seperti ini, ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke Jakarta tinggal bersama sang paman. Alih-alih untuk melanjutkan sekolah, malah di Jakarta beliau diajarkan cara berdagang oleh sang paman.

Mungkin karena keterbatasan pendidikan, ia pun tidak memilih dalam melaksanakan usaha. Apa saja ia lakukan untuk bertahan hidup. Terkadng sejarah pengusaha sukses memang dilalui dengan berbagai rintangan dan cobaan. Para pengusaha sukses tersebut mengajarkan kepada kita akan pentingnya perjuangan dan sikap untuk berusaha keras untuk menaklukan kehidupan ini. Untuk lebih jelasnya marilah kita ikuti kisah perjalanan pengusaha sukses berikut ini

profil pengusaha sukses indonesia
Sukyatno Nugroho

Nama: lahir dengan nama Hoo Tjoe Kiat
Tanggal lahir: 3 Agustus 1948
Kota kelahiran: Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia
Pendidikan akhir: SMP 3

Sukyatno Nugroho (atau Hoo Tjioe Kiat; lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 3 Agustus 1948 – meninggal di Jakarta, 9 Desember 2007 pada umur 59 tahun) adalah wiraswastawan, pendiri dan Presiden Komisaris Grup Es Teler 77.

Meskipun hanya lulus SLTP, ia orang yang gigih. Usaha penjualan es telernya bermula dari usaha kecil-kecilan menggunakan resep dari ibu mertuanya. Salah satu mottonya adalah "Kalau perlu, saya akan bekerja 76 jam sehari untuk bisnis ini." Ia menjadi salah satu ikon waralaba lokal Indonesia.

Sukyatno dikenal sebagai orang yang eksentrik, penuh ide aneh, dan filantropis. Untuk yang terakhir ini ia memiliki Yayasan Perjalanan Mencerdaskan Bangsa demi merealisasi gagasannya bagi kegiatan untuk anak-anak, remaja, dan kelompok terpinggirkan. Ia selalu berupaya menyajikan yang "paling dan pertama". Beberapa kegiatan eksentrik yang dilakukan adalah acara melukis di atas kanvas "paling panjang di dunia", 1.100 meter di Pantai Mutiara, Jakarta, lomba melukis di batu sebagai jawaban atas tawuran anak sekolah yang saling melempar batu, lomba seni dari barang bekas, lomba melukis layang-layang, lomba melukis di hutan, festival melukis di dasar danau kering Telaga Prigi (Jawa Tengah), serta kompetisi melukis untuk kaum tunanetra.

Ia dianugerahi beberapa penghargaan penting, seperti The Best Asean Executive Award dan Satya Lencana Pembangunan (1995). Berkali-kali namanya dicatat oleh Museum Rekor Indonesia. Ia juga menulis buku 18 Jurus Sakti Dewa Mabuk Membangun Bisnis.

Sukyatno meninggal dunia dalam penerbangan menuju Singapura setelah mendapat serangan stroke yang ketiga kalinya.(sumber: wikipedia.org)

Sejarah Es Teler 77

Pada awalnya, ES TELER 77 hanyalah sebuah kantin kecil yang dibuka di sebuah tenda di pelataran gedung pertokoan Duta Merlin di Jakarta. Kantin tersebut hanya memiliki lima karyawan tetap. Sering kali kantin tersebut harus ditutup akibat banjir yang terjadi pada saat-saat hujan lebat. Usaha kecil ini berjalan dengan cukup baik, tetapi sebagai pedagang kecil ES TELER 77 sering kali diperlakukan tidak adil oleh pihak manajemen gedung. Suatu saat pihak manajemen gedung menaikan harga sewa sampai tiga kali lipat tanpa alasan yang jelas. Tentunya ES TELER 77 yang hanya sebagai kantin kecil tidak bisa berbuat banyak, akhirnya kantin tersebut harus ditutup dalam waktu singkat yang diberikan oleh pihak manajemen gedung.

Kejadian tersebut tidak membuat Ibu Murniati putus asa. Dengan bantuan suaminya dan juga putra-putrinya mereka membuka satu lagi ES TELER 77 yang lebih baik dan lebih besar. Cabang ES TELER 77 ini dibuka di Jalan Pembangunan 1, di sebelah gedung pertokoan Gajah Mada Plaza. Di lokasi ini bisnis ES TELER 77 ini berkembang dengan pesat dan merek ES TELER 77 menjadi lebih dikenal.

Setelah beberapa tahun kemudian Ibu Murniati Widjaja dan keluarganya mendirikan badan usaha swasta bernama CV ES TELER 77 yang kemudian menjadi dasar bisnis keluarga ini. Perusahaan ini dipimpin oleh Bapak Trisno Budijanto dan dikelolah oleh putra-putrinya. Perusahaan ini kemudian berkembang dengan membuka beberapa cabang ES TELER 77 lainnya di wilayah Jakarta. Meskipun demikian ES TELER 77 sebagai produk lokal Indonesia seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak adil oleh pihak pemilik tempat atau manajemen gedung yang seringkali lebih mementingkan perusahaan dengan merek-merek asing. Tetapi perusahaan ES TELER 77 tidak pernah menyerah. Sebaliknya mereka lebih bersemangat lagi setiap kali mereka harus menutup salah satu restorannya. Mereka bertekad untuk membuka lima cabang baru ES TELER 77 setiap kali mereka harus menutup satu cabang ES TELER 77. Dengan komitmen ini timbul ide untuk menggunakan sistem waralaba atau franchise untuk memperluas jaringan usaha ini.

Pada tahun 1987, cabang ES TELER 77 pertama yang dibuka oleh seorang franchisee atau mitra kerja dibuka di Solo, Jawa Tengah. Sejak itu banyak anggota masyarakat dari berbagai kalangan yang tertarik untuk membuka ES TELER 77. Dengan menggunakan sistem franchise ini banyak outlet-outlet baru ES TELER 77 yang dibuka di kota-kota seluruh Indonesia. Sampai di Banda Aceh maupun Sampit pun ES TELER 77 sudah pernah dibuka. Perkembangan ini tentunya tidak mudah tercapai dan banyak hal-hal yang harus dipelajari oleh tim manajemen ES TELER 77. Untungnya, tim manajemen ES TELER 77 yang dipimpin oleh Bapak Sukyatno Nugroho, mantu tertua Ibu Murniati, siap untuk bekerja keras, terus memperbaiki dan belajar banyak dari pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Sampai akhirnya, mereka sendiri pun jadi ahli dalam sistem franchise ini.

Dengan dibukanya banyak outlet-outlet ES TELER 77, kebutuhan bahan-bahan baku ES TELER 77 pun meningkat. Peruhaan ini kemudian mendirikan satu dapur pusat beserta pusat distribusinya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Fasilitas di dapur sentral tersebut digunakan untuk membuat bahan-bahan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh outlet-outlet ES TELER 77. Pusat distribusi digunakan untuk menyimpan dan mengirim semua bahan-bahan tersebut ke outlet-outlet ES TELER 77 di seluruh Indonesia. Dengan fasilitas-fasilitas ini ES TELER 77 dapat menyediakan bahan-bahan kebutuhan dengan standar kualitas yang terbaik. Dapur sentral dan pusat distribusi yang pertama didirikan di Jakarta Barat pada tahun 1997 dan baru saja dipindahkan ke lokasi yang baru di Serpong, Tangerang dengan fasilitas yang lebih baik.

Saat ini outlet-outlet ES TELER 77 dapat ditemukan di pusat-pusat pertokoan di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Di negara lain pun ES TELER 77 sudah dibuka dengan sukses. Di kota Penang, Malaysia, kota Melbourne, Australia dan Singapore ES TELER 77 dibuka.

Meskipun menghadapi kompetisi yang ketat terutama dengan merek-merek fast-food asing ES TELER 77 terus berkembang karena ES TELER 77 memiliki tekad dan komitment untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.
Atas keberhasilannya ES TELER 77 telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain:
• 10 Nopember 2000     Enterprise 50 Award dari Andersen Consulting (sekarang Accenture) dan SWA majalah bisnis.
• 9 Februari 1999     Sukyatno Nugroho tercatat sebagai orang yang memecahkan Rekor Indonesia terbanyak di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia.
• 21 Desember 1998     Sukyatno Nugroho mendapatkan gelar Doktor (honoris causa) dari American World University, Iowa, USA, dengan thesis berjudul “Look Globally but Think and Act Locally”.
• 13 Oktober 1998     Penghargaan Parama Boga Nugraha dari Menteri Pangan dan Hortikultur Indonesia.
• 12 Februari 1998     “Recession Marketing of the Month Markplus Strategic Forum” dari MarkPlus.
• 26 Agustus 1995     Asean Best Executive 95-96 kepada Sukyatno Nugroho dan Yenny Setia Widjaja.
• 12 Juli 1995     Satya Lencana Pembangunan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, Soeharto.(Sumber: esteler77.com)

Itulah perjuangan keras Sukyano Nugroho pencetus lahirnya waralaba Es Teler 77. Keberhasilan yang diperolehnya memang sangat wajar. Berbekal ketekunan, kerja keras, dan pantang menyerah yang tak pernah padam, akhirnya mengantarkan nama usahanya menjadi perusahaan yang sangat mudah diingat dan dikunjungi oleh konsumen loyalnya, Es Teler 77 yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman favorite Anda sekalian. Semoga dari kisah sejarah pengusaha sukses tersebut bisa memberikan masukan ide atau semangat baru bagi pembaca sekalian dan menambah semangat untuk memulai melakukan dari apa yang kita bisa, mulai dari sekarang untuk kelangsungan bisnis kita. Jaga selalu semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!
Read more ...

Profil Pengusaha Sukses Dunia - Hadi Surya

Profil pengusaha sukses dunia dari Indonesia mempunyai perusahaan yang berkutat di sektor transportasi hingga melambungkan nama pendirinya masuk pada jajaran 40 orang terkaya se Indonesia versi majalah Forbes Asia tahun 2007, tepatnya ia berada di posisi ke-23 dengan jumlah kekayaan sekitar 345 juta dollar AS.

Namun siapa sangka laki-laki yang banyak menghabiskan waktu kecilnya di pesisir laut ini mampu meraih cita-citanya. Bermodalkan semangat kemandirian dan kerja keras berjibah di dalam dunia bisnis, tak pelak, pengusaha sukses ini memiliki berbagai armada kapal dengan berbagai jenis. Namun di sisi lain, ia terlebih dahulu dihadapi dengan berbagai kesulitan dan rintangan. Tetapi dengan langkah pasti untuk menggapai harapan, ia berusaha untuk mengatasinya. Mari kita ikuti kisah perjalanan pengusaha sukses ini.


profil pengusaha sukses indonesia
Hadi Surya

Hadi Surya membangun Berlian Laju Tanker dari berdagang komoditas. Kendati kerap bertransaksi dengan dolar, Berlian tidak roboh oleh krismon tujuh tahun lalu. Sebaliknya, malah bisa menambah armada kapalnya. Besar di pesisir, akhirnya mendulang sukses dari bisnis kelautan. Banyak orang yang mengalami hal seperti itu, tapi sedikit yang bisa menjaga kejayaan. Salah satunya adalah pendiri Berlian Laju Tanker, Hadi Surya. Ia sangat familiar dengan kehidupan laut lantaran menghabiskan masa kecil di pesisir Madura. Orangtua Hadi adalah pedagang besar ikan asin. Dari merekalah, Hadi mengenal dunia bisnis.

Pertama kali menjadi pengusaha, Hadi mencoba berdagang sendiri. Ia tidak bergelut dengan ikan asin, tapi hasil bumi seperti jagung, kedelai, gaplek, kopi, dan karet. Tak puas dengan pasar lokal, dia mencoba pasar ekspor. Belum cukup berdagang komoditas, Hadi juga mencoba berbisnis kayu. Bisnis inilah yang menuntunnya kembali ke laut yakni perkapalan. Awalnya, pada 1977 Hadi mendirikan PT Arpeni Pratama Ocean Line. "Waktu itu, tak gampang mendapatkan izin pelayaran," kenang Hadi.

Arpeni mengantongi izin pelayaran khusus bulk carrier, seperti kayu gelondongan. Tahun 1981, pemerintah membuka kesempatan bagi pengusaha yang berminat dalam bidang angkutan barang cair. Hadi tak melewatkannya. Ia lantas mendirikan Bhaita Laju Tanker demi menjalankan usaha angkutan cair tersebut. "Dalam bahasa Sansekerta, bhaita berarti kapal," ujarnya. Modalnya adalah dua buah kapal berkapasitas 6.000 ton, seharga Rp 5,6 juta. "Saya masih ingat betul, karena itulah cikal bakal Berlian Laju Tanker," papar Hadi. Kedua kapal itu diberi nama Anjasmara dan Brotojoyo.Dengan Anjasmara dan Brotojoyo itulah Hadi melayani pengangkutan bahan baker minyak Pertamina.

Sebagai pendatang baru, Berlian belum mendapat kontrak yang sifatnya carter jangka panjang. "Kami hanya mendapatkan kontrak dua tahun," terang Hadi. Baru setelah itu diadakan tender ulang. Setelah kontrak ulang, barulah Bhaita mendapat tender long term charter sampai tahun 2002 lalu. Kembar dengan bisnis saudara menteriBiarpun mendapat kontrak jangka panjang, sewa dari Pertamina kurang menguntungkan. Hadi mulai mencari celah lain, meski ia tetap ingin berbisnis pengangkutan benda cair.

Berbarengan dengan itu, kebetulan banyak industri kimia mulai berpikir untuk menggunakan angkutan laut. Maka, tahun 1986 Hadi memulai bisnis angkutan kimia cair berbekal satu buah kapal tanker bekas. Sejak itu Bhaita punya dua bisnis: pengangkutan BBM dan kimia cair. Belakangan, tampak bahwa pilihan Hadi ini tepat karena kebutuhan kimia di mana pun tumbuh pesat. "Konsumsi produk kimia itu berkembang cepat," ujar ayah tiga anak ini. Sayang, nama Bhaita Laju Tanker tak kunjung mendapatkan pengesahan dari Departemen Kehakiman. Dari informasi yang diperoleh, nama Bhaita ternyata telah dipakai oleh perusahaan lain yang pemiliknya masih bersaudara dengan Menteri Kehakiman. "Ya, sampai mampus saya tidak bisa mendapatkan pengesahan itu," ujar Hadi. Wajar kalau Hadi kesal. Soalnya, simbol BLT telanjur terpampang di cerobong asap armadanya. Terpaksa Hadi mencari nama lain yang mempunyai awal huruf B untuk menggantikan Bhaita. Dari situlah ketemu sebutan Berlian.

Pada 1988, bergantilah nama perusahaan pelayaran milik Hadi menjadi Berlian Laju Tanker. Kerja keras Hadi mengembangkan Berlian sebagai pengangkutan bahan kimia cair dan BBM mulai menampakkan hasilnya. Laba selalu mewarnai perjalanan Berlian di sekitar perairan Indonesia dan negara Asia lain. Dari keuntungan tersebut, Hadi membangun armada kapalnya. "Kalau ada keuntungan, gunakanlah untuk ekspansi. Jangan lantas foya-foya," ujar Hadi mantap.

Sampai tahun 1989, Hadi telah memiliki empat kapal tanker, dua dipakai untuk membawa BBM, satu untuk kimia cair, dan satu lagi untuk angkutan gas elpiji. Justru tertolong oleh krismonKarena perkembangannya pesat, tahun 1990 Berlian bisa menawarkan sahamnya pada masyarakat. Ia menjadi perusahaan pelayaran nasional pertama yang menggelar initial public offering di Bursa Efek Jakarta. Aktivitas tersebut ternyata mengundang perhatian bank asing untuk memberi pinjaman kepada Berlian. Alhasil, "Kami jadi mengembangkan sayap dengan lebih cepat dan mudah," katanya. Bermodal penyertaan masyarakat, Berlian lantas membeli tiga kapal tanker dan satu kapal pengangkutan LPG.

Di tengah pesatnya bisnis pelayaran Berlian, tiba-tiba ada badai krismon alias krisis moneter yang datang. Hadi bilang bahwa Berlian tak luput dari pukulan tersebut. "Banyak pencarter yang telat pembayarannya," tutur Hadi. Namun, mereka juga mendulang banyak laba, soalnya pencarter membayar mereka dengan dolar AS, sementara nilai tukar dolar terhadap rupiah meningkat tajam. Keuntungan ini segera digunakan sebagai modal tambahan. "Saat itulah kesempatan membangun kapal dengan harga yang relatif murah," cetus Hadi. Berkat krismon, Berlian malah bisa menambah jumlah armada. Sekarang, mereka mengoperasikan 51 kapal dengan awak lebih dari 1.300 orang. Jenis pengangkutannya pun beragam: ada BBM, bahan kimia cair, hingga gas baik LPG maupun LNG.

Bahkan, kini mereka sedang membangun kapal-kapal lain yang berangsur-angsur akan selesai hingga tahun 2008. "Masih ada 10 kapal dalam pembangunan," terang Hadi yang kini sudah duduk di kursi Presiden Komisaris PT Berlian Laju Tanker. Berkah Ikan AsinAroma garam yang kuat sangat akrab di hidung Hadi Surya. Maklum, ia melalui masa kecilnya di pesisir pantai. Bahkan, "Saya dulu adalah penyuluh ikan asin di Desa Sepuluh, Pesisir Madura," ucap Hadi yang asli Surabaya ini. Ceritanya, sekitar 1950-an Hadi yang masih SMA kerap melihat nelayan sedang menjemur ikan asin. Kebetulan, orang tua Hadi adalah juragan ikan asin. Lama-kelamaan, Hadi pun ikut turun tangan membantu dan memberi pengarahan kepada nelayan untuk memilah ikan yang mereka produksi sesuai dengan kualitasnya. "Mereka akan menyetor ikan asin pada orang tua saya untuk dikirim ke Bandung," jelasnya.

Biarpun tumbuh bersama ikan asin, Hadi tidak tertarik bisnis ikan. Justru ia ingin berdagang komoditas hasil bumi. Nah, dari situlah ia lantas merintis bisnis pelayaran. Terjun ke Sawah Setelah bertahun-tahun mendalami bisnis pelayaran, tahun 2002 Hadi Surya melepas jabatan Presiden Direktur Berlian Laju Tanker. Ia memang masih menjabat sebagai presiden komisaris, namun kesibukannya tidak lagi seperti dulu. Alih-alih mendekati laut, Hadi malah mengaku kembali ke sawah. Maklum, tiga tahun belakangan, Hadi menggarap proyek padi hibrida di 14 kabupaten di Jawa Timur. Proyek padi hibrida tersebut membuat Hadi merelakan simpanannya miliaran rupiah untuk modal. Ia juga mau kepanasan di tengah sawah demi memberikan penyuluhan kepada mereka. Semua dilakukan, lantaran dia merasa tersentuh ketika tahu kecilnya penghasilan petani di Indonesia. "Saya ingin membantu petani," ujarnya. Tentu saja, meski terjun ke sawah, Hadi tidak meninggalkan begitu saja semua bisnisnya yang lain, seperti bisnis kayu dan pertambangan. "Sampai sekarang masih ada. Semua yang ada itu tidak boleh dilepas," jelas Hadi serius. (sumber: buildfortune.blogspot.com)

Sungguh profil pengusaha sukses dunia ini menginspirasi kegigihan dan pantang menyerah beliau untuk membangun usaha. Hadi Surya telah membuktikan bahwa beliau mampu menjadi pengusaha sukses di Indonesia. Walaupun hidup dilingkungan keluarga pedagang, namun ia lebih memilih untuk hidup mandiri memulai usaha.  Bekal semangat pantang menyerah, ia mampu menghadapi perjalanan bisnis yang berliku. Selain itu, ketajamannya didalam menggeluti usaha merupakan salah satu kunci kesuksesannya. Itulah sekelumit kisah Hadi Surya dalam merintis usaha hingga masuk pada jajaran orang terkaya di Indonesia pada tahun 2007. Semoga bisa menambah semangat anda, salam sukses selalu!
Read more ...

Orang Cacat Yang Sukses - Irma Suyanti

Orang cacat yang sukses tokoh berikut ini sangatlah luar biasa dan bermental baja. Keterbatasannya tidak menghalangi untuk mencapai kesuksesan. Beliau adalah pengusaha penyandang cacat yang mempunyai karyawan hampir 2.500 orang. Wow ... angka yang sangat fantastis bagi kebanyakan orang normal lainnya. Bisa anda bayangkan bagaimana kerja keras dan keuletan beliau dalam memimpin perusahaannya mulai dari nol.

Tokoh orang cacat yang sukses ini sangatlah wajib untuk diangkat dan disejajarkan pada kalangan pengusaha sukses Indonesia karena kisah perjalanan beliau yang sangat inspiratif sekali. Besar harapan saya, pembaca sekalian bisa mengambil hikmah di dalam isi artikel pengusaha sukses Indonesia ini. Selanjutnya mari kita simak kisah perjalanan dan liku-liku tokoh pengusaha sekses ini.


profil pengusaha sukses indonesia
Irma Suyanti

Peyandang cacat adalah orang-orang yang selalu terpinggirkan, peminta-minta, pelengkap kehidupan maupun hal-hal yang serba kurang mengenakkan yang didapatkan. Hal itulah yang selama ini kita lihat dalam keseharian. Setiap kali kita berkendara di lampu merah, biasanya disitulah mereka mangkal untuk sekedar meminta belas kasihan pengendara yang lewat. Jika ada suatu kabar berita / cerita tentang penyandang cacat yang sukses besar, ah itu khan hanya dalam cerita yang telah didramatisir.Jika pemikiran saudara seperti kalayak banyak kayak di atas, bersiap-siaplah untuk menanggung malu dan kecewa berat. Karena hal itu tidak pernah terjadi pada diri IRMA SUYANTI. Seorang penyandang cacat lumpuh kaki akibat polio ini. Suami dari Agus Priyanto ini mampu memutar balikkan keadaan yang selama ini ditasbihkan pada diri seorang penyandang cacat.

Melawan keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran dan pelecehan
Saya beberapa kali menyimak secara detail wanita lulusan SMA 1 Semarang ini, melalui acara stasiun televisi maupun media online. Irma Suyanti mampu melawan terhadap keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran maupun pelecehan yang selama ini disandangkan kepada sesamanya.

Sejak tahun 1999, selepas menikah dengan Agus Priyanto (seorang penyandang cacat juga), berusaha untuk melawan keterbatasannya melalui usaha mandiri yang bermanfaat. Ia berusaha memanfaatkan potongan-potongan kain (kain perca) menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mempunyai daya guna yang lebih. Ia dibantu oleh suaminya membuat usaha keset dari kain perca yang didapatkan dari penjahit-penjahit dilingkungannya. Ditangan Irma dan suaminya, kain perca ini disulap menjadi keset yang menarik.

Pada awalnya, untuk pemasaran ia`pun menawarkan produknya kepada tetangga-tetangganya yang membutuhkan dan dijual ke pasar terdekat. Mungkin bias saja terjadi, pada saat awal melakukan pemasaran produknya ini, pembeli hanya kasihan kepadanya, sehingga membelinya walaupun tidak membutuhkan. Terkadang hal semacam ini menjadi dilematis terhadap pembeli, karena kasihan semata. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Irma dan suaminya untuk berusaha. Semakin lama usahanya semakin bertambah, maka iapun tidak mampu mengatasi permintaan pelanggan. Maka selanjutnya Irma dan suaminya mencari orang untuk membantunya. Pada awalnya ia mengoptimalkan temen-teman penyandang cacat untuk membantu memproduksi. Harapannya untuk memberikan bekal terhadap teman-teman senasib agar lebih produktif.


Lambat-laun ia mampu produk yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar. Sehingga produk yang dihasilkanpun semakin banyak dan semakin beragam. Tidak hanya keset saja, tetapi juga merambah produk-produk lain yang berbahan dasar kain perca. Pada akhirnya kebutuhan tenaga kerjapun harus terus ditambah untuk memenuhi kuota, sehingga harus terus menambah jumlah tenaga kerja. Hingga saat jumlah tenaga yang mengolah kain perca inipun telah mencapai 2.500 orang, dengan 150 orang di antaranya adalah penyandang cacat. Bahkan iapun menyediakan tempat menginap bagi penyandang cacat yang bekerja ditempatnya. Selain hal itu, iapun mengoptimalkan masyarakat sekitar desanya di Karangsari, Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Selain memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, Irma juga melakukan pendampingan untuk produksi bagi kelompok-kelompok kerja maupun secara individual. Pendampingan yang dilakukan Irma pun pada akirnya telah menyebar seluruh Kebumen maupun Jawa Tengah.

Sejalan dengan perkembangan usahanya, akhirnya berbagai kesempatan datang menghampirinya, termasuk perhatian dari pemerintah daerah maupun propinsi. Berbagai udangan untuk mengikuti pameran produk datang padanya. Di antaranya adalah kesempatan untuk memamerkan produknya di showroom miliki Kementerian Pemuda dan Olah Raga di Jakarta. Pameran produk di Melbourn Australia bersama Kemenporapun pernah dilakukan.

Dengan adanya pengenalan produk inilah, pada akhirnya produk dari Irma tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi mampu menembus pasar ekspor. Hingga saat ini Irma telah mampu menciptakan puluhan jenis produk dari memanfaatkan kain perca ini. Kualitaspun terus ditingkatkan demi terjaganya produk dan memberikan kepuasan pelanggan. Hingga saat ini produk yang dihasilkan telah diekspor ke Australi, Jerman, Turki dan Jepang.

Irma telah menerima banyak penghargaan, antara lain Wirausahawati Muda Teladan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen (2008), dan Penghargaan dari Jaiki Jepang, khusus untuk orang cacat (indonesiaproud.wordpress.com/). Dan yang terakhir adalah penghargaan dari SCTV Award 2012. (sumber:kompasiana.com)

Siapa bilang orang cacat tidak bisa sukses? Anda tentunya telah membaca kisah perjalanan Irma diatas. Sekarang bagi anda yang tidak menyandang cacat seperti beliau apakah sudah puas dengan keaadan saat ini? Padahal yang cacat saja bisa sukses apalagi kita yang dalam keadaan normal tentunya kita semakin terpacu untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Semoga kisah tadi bisa mengispirasi pembaca sekalian. Tambah semangat dan bisa menambah semangat pembaca dalam menjalankan bisnis usaha anda. Jaga selalu semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!
Read more ...

Motto Hidup Orang Sukses - Sukanto Tanoto

Motto hidup orang sukses ini adalah do the right thing, do the thing right. Do the on right thing maksudnya adalah sebagai suatu pedoman pada pola manajemen, sedangkan Do the thing right memiliki arti sebagai penekanan terhadap pentingnya suatu action (tindakan). Siapa yang menyangka anak seorang pedagang ini mampu berkiprah di jagat bisnis Indonesia. Berkat kerja keras dan ketekunan dalam membangun kerajaan bisnisnya, Raja Garuda Mas International dan PT Inti Indorayon a Utama, beliau berhasil membawa namanya bertengger diurutan pertama orang terkaya di Indonesia versi Forbes Juli 2006.

Pentingnya mempunyai motto hidup orang sukses ini menguatkan dirinya dalam menghadapi tantangan hidup sejak beliau masih kecil. Tokoh pengusaha sukses ini adalah anak dari Amin Tanoto. Ia adalah sulung dari tujuh beraudara. Kehidupannya cukup sederhana. Sepulang sekolah, harus membantu sang ayah menjual minyak, peralatan mobil, dan bensin. Di sela-sela kesibukannya membantu sang ayah berdagang, beliau masih menyempatkan untuk membaca buku kegemarannya yaitu buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia. Disini semangat bisnis sang pengusaha sukses ini semakin tercermin. Tak berpanjang lebar, mari kita simak pemaparan kisah perjalanan beliau sang pengusaha sukses Indonesia ini.

profil pengusaha sukses indonesia

Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto (lahir dengan nama Tan Kang Hoo di Belawan, Medan, 25 Desember 1949; umur 62 tahun) adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Ia adalah CEO Raja Garuda Mas, sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dengan usaha di berbagai bidang, terutamanya kertas dan kelapa sawit. Tanoto dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes pada September 2006, namun pada tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-6 dengan total kekayaan US$ 2,8 miliar

Forbes memiliki daftar orang terkaya di seluruh dunia. Dan beberapa orang dari Indonesia mampu masuk ke dalam daftar tersebut termasuk seorang pengusaha yang bernama Sukanto Tanoto. Kesuksesan beliau pun dinilai dari jumlah Dollar Amerika yang sudah beliau hasilkan. Sangat menakjubkan sekali bahwa ada orang Indonesia yang bisa menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Hal ini pasti didukung oleh sumber daya manusia yang sangat baik dari pribadi orang tersebut. Beliau memasuki urutan ke 284 pada tahun 2008 karena memiliki kekayaan sebesar US$ 3.8 trilyun. Hal ini sungguh pencapaian yang sangat bagus sekali. Usaha yang telah dan masih akan dijalankan oleh Tanoto sanggup membawanya ke kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

Sukanto Tanoto adalah orang yang telah menghasilkan trilyunan rupiah dalam menjalankan bisnisnya. Pada awalnya, bisnis yang dilakukan oleh beliau adalah menjadi pemasok dari alat-alat dan barang-barang untuk perusahaan negara Pertamina. Pada awalnya mungkin pekerjaan ini bisa dianggap pekerjaan yang kecil. Namun karena kerja kerasnya telah membuat pekerjaan ini dapat diselesaikannya dengan baik.

Sukanto dilahirkan di kota Medan pada tanggal 25 Desember 1949 dan sudah memiliki banyak sekali pengalaman dalam bidang bisnis. Setelah menjadi pemasok untuk perusahaan sebesar Pertamina, beliau merambah ke industry perusahaan. Beliau berhasil membawa perusahaannya menjadi salah satu perusahaan pulp dan kertas di Asia yang masuk ke dalam Bursa Efek New York. Hal tersebut adalah satu pencapaian yang sangat luar biasa sekali. Tidak banyak pengusaha yang mampu menembuskan bisnis mereka ke bursa saham di Amerika Serikat tersebut. Perusahaannya menjadi sangat besar dan mulai merentangkan sayapnya untuk merengkuh bisnis-bisnis lainnya yang masih berhubungan dengan bisnis perusahaannya yang sekrang. Kertas, minyak sawit, konstruksi dan energi adalah beberapa hal yang menjadi bisnis dari beliau pada saat sekarang ini.


Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang sangat keras ternyata telah memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat serius kepada keberhasilannya memimpin beberapa perusahaan miliknya. Kehidupan masa kecil yang diskriminatif terhadap ras yang mengalir ditubuhnya membuatnya bertahan untuk mendapatkan haknya. Perjalanannya sebagai seorang pebisnis pun tidak langsung berada di garis yang paling atas. Beliau memulai semuanya dari karir yang rendah. Namun secara dramatis, beliau mampu bertahan dan bahkan mengambil keuntungan dari krisis yang terjadi di Indonesia. Profil Sukanto Tanoto sangat baik sekali untuk di baca karena akan memberikan inspirasi yang sangat baik untuk perkembangan diri pribadi. Kerja keras yang dilakukan oleh beliau pun mampu membuatnya menjadi salah seorang yang terkaya di dunia. Semua keringat yang dikeluarkan pasti mampu membuat kerja keras beliau menjadi keuntungan yang sangat besar yang terlihat disekitar beliau. (sumber:orangterkayaindonesia.com)

Pria yang hobi mendengarkan musik klasik ini terus berekspansi ke dunia bisnis. Tidak hanya dalam negeri, di luar negeri Sukanto ikut memiliki perkebunan kelapa sawit Nasional Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filiphina. Keinginan untuk memajukan bisnis nasional semakin menjadi. Obsesi yang ingin menjadi salah satu pengusaha Indonesia agar mampu bersaing di arena global tampak jelas dari pandangan bsinis Indonesia. Buktinya Juli 2006, Sukanto menduduki orang terkaya nomor wahid di Indonesia. Jauh dibanding tahun sebelumnya. Demikianlah kisah perjalanan pengusaha sukses Indonesia yang dapat saya bagikan kepada para pembaca sekalian, semoga bermanfaat dan menambah semangat kita dalam menjalankan bisnis kita, jaga terus semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!

  
Read more ...

Wednesday, 14 November 2012

Tambahkan Emoticon pada Blog

Sekarang ini saya berbagi untuk kawan Blogger yang suka pernak pernik seperti emoticon pada Blog yang biasanya disisipkan dipostingan maupun pada Komentar :z; seperti pada Blog saya ini, bagaimana kawan suka, kalau kawan suka ikuti caranya sebagai berikut :
  • Masuk Account Blogger dengan ID kawan
  • Pada Dasbor pilih Template - Edit HTML - Lanjutkan
  • Copas Script berikut dibawah ]]></b:skin> atau diatas </body> 
<script src='https://sites.google.com/site/blogbegocreation/javascript/Editor_Smyle.js' type='text/javascript'/>

  • Untuk Template dengan Komentar Default / standar [Template yang belum beralih ke Thread] bisa ditampilkan pada posting dan Komentar, sedangkan Template kawan yang sudah beralih ke Thread Comment cuma bisa pada postingan saja
  • Cara pemanggilan atau penulisan :[Titik dua] Abjad/huruf kecil [a - z] ;[titik koma] tanpa spasi

:a ;   :b ;   :c ;   :d ;   :e ;   :f ;   :g ;   :h ;   :i ;   :j ;  

:k ;   :l ;   :m ;   :n ;   :o ;   :p ;   :q ;   :r ;   :s ;  

:t ;   :u ;    :v ;   :w ;   :x ;   :y ;   :z ; 

 [INGAT TANPA SPASI


  • Khusus untuk Template yang sudah beralih ke Thread Comment, Copas Kode berikut diatas </body> sedangkan untuk pemanggilan / penulisannya sama seperti diatas


<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function replaceText(){if(!document.getElementById){return;}
bodyText = document.getElementById("comment-holder");
theText = bodyText.innerHTML;
theText = theText.replace(/\[nct\].*?'.*?\[\/nct\]/gi, "");
theText = theText.replace(/&amp;feature=/gi, "?rel=0' '");
theText = theText.replace(/\[\/nct\]/gi, "' quality='high' wmode='transparent' type='application/x-shockwave-flash'></embed>");
theText = theText.replace(/:a;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gif'/>");
theText = theText.replace(/:b;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif'/>");
theText = theText.replace(/:c;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif'/>");
theText = theText.replace(/:d;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/2.gif'/>");
theText = theText.replace(/:e;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif'/>");
theText = theText.replace(/:f;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif'/>");
theText = theText.replace(/:g;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/11.gif'/>");
theText = theText.replace(/:h;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/41.gif'/>");
theText = theText.replace(/:i;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/109.gif'/>");
theText = theText.replace(/:j;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/111.gif'/>");
theText = theText.replace(/:k;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/33.gif'/>");
theText = theText.replace(/:l;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/36.gif'/>");
theText = theText.replace(/:m;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/8.gif'/>");
theText = theText.replace(/:n;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/28.gif'/>");
theText = theText.replace(/:o;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/63.gif'/>");
theText = theText.replace(/:p;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/39.gif'/>");
theText = theText.replace(/:q;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif'/>");
theText = theText.replace(/:r;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif'/>");
theText = theText.replace(/:s;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/40.gif'/>");
theText = theText.replace(/:t;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/69.gif'/>");
theText = theText.replace(/:u;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/7.gif'/>");
theText = theText.replace(/:v;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/65.gif'/>");
theText = theText.replace(/:w;/gi, "<img src='http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif'/>");
theText = theText.replace(/:x;/gi, "<img src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4HetCi0a6F-Ul2iNsZK5Vj8AlKWs8EdKihRwFpnie7ZIsp3HsKCxVQfR4bKdtQ5eRBL8CXBw86meKeuSZwB3QQbY2RlVlvdEm8owzamNvJa3Auml5_1W88UiZ-9kQnppAUf-miI5vMIM/s1600/buatD.gif'/>");
theText = theText.replace(/:y;/gi, "<img src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZBugjhMcC9GBpi3W5TBteuGZ55NYzs9nyTH3L_toiTwrpU7aMSqT_h8YvMiJQkL7kAqPSOV72s2K56zxX5ucd6U7zSrTBTITtDguG30IrvOmLZpGNw-9oMr28XkCpd3fxKNmrUpf3Sy4/s1600/joget.gif'/>");
theText = theText.replace(/:z;/gi, "<img src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOWbYEjTQbUbqd1zhpR4Br4lNWPW4ag11g6MCzufr7U89OrI0rmOI7lMt-lE3JMakHOCnbv4_POaXRB1MuhihtPyOwQZlR-Pts-BrrkCS_hH863k4n8cfP2TzK6Xxv4Q1KOTvJeVEkpaE/s1600/xKopi.gif'/>");
bodyText.innerHTML = theText;
}replaceText();
//]]>
</script>


  • Jangan lupa simpan Template kawan


Read more ...

Tuesday, 13 November 2012

Cerita Pengusaha Sukses - Tjio Wie Tay (Haji Masagung)

Cerita pengusaha sukses sebagai perintis toko buku dan stationary terkemuka di Indonesia memang layak diberikan kepada toko buku yang satu ini. Ternyata, toko buku yang mendatangkan omzet jutaan rupiah / bulannya ini adalah karya besar Tjio Wie Tay alias Haji Masagung sebagai pendiri yang sudah bersusah payah merintis usaha dari nol dan kini mampu bertahan disaat persaingan yang semakin memanas. Ia pun berhasil melambungkan nama toko bukunya di kancah nasional ataupun internasional.

Cerita pengusaha sukses dari tokoh ini adalah anak ke empat dari lima bersaudara dari pasangan Tjio Koan An dan Tjoa Poppi Nio.  Kerja keras dan perjuangannya patut kita tiru karena akan membuat kita semakin menambah wawasan dan meningkatkan semangat untuk mengembangkan usaha kita. Kisah perjalanan pengusaha sukses ini sangat menginspirasi semua orang dan saya berharap ini juga terjadi pada pembaca sekalian. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti perjalanan cerita pengusaha sukses ini.
profil pengusaha sukses indonesia

Tjio Wie Tay (Haji Masagung)

Sejarah keberadaan Toko Gunung Agung, tidak lepas dari akrobat-akrobat bisnis yang dilakukan tokoh kuncinya, Tjio Wie Tay alias Haji Masagung. Terlahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara pasangan Tjio Koan An dan Tjoa Poppi Nio, Wie Tay sebenarnya bisa menikmati masa kecil yang indah. Ayahnya seorang ahli listrik tamatan Belanda, sedangkan kakek seorang pedagang ternama di kawasan Pasar Baru, Bogor. Tapi kebahagiaan itu tidak dikecapi terlalu lama, karena kala dia berusia empat tahun, sang ayah meninggal dunia. Sejak saat itu kehidupan ekonomi mereka menjadi sangat sulit.

Dalam buku Bapak Saya Pejuang Buku yang ditulis putranya, Ketut Masagung dan disusun kembali oleh Rita Sri Hastuti dikisahkan bahwa Wie Tay tumbuh sebagai anak nakal yang suka berkelahi. Ia juga punya kebiasaan “suka mencuri” buku-buku pelajaran kakak-kakaknya untuk dijual di pasar Senen guna mendapatkan uang saku. Karena kenakalan ini, ia tidak bisa menyelesaikan sekolah, meski sudah dikirim sampai ke Bogor dan sempat masuk di dua sekolah berbeda.

Justru karena kenakalannya, Wie Tay tumbuh sebagai anak pemberani. Ia tidak takut berkenalan dengan siapa saja, termasuk dengan tentara Jepang yang kala itu mulai masuk ke Banten. Bahkan dari tentara Jepang, ia mendapatkan satu sepeda. Modal “berani” ini yang kemudian dia bawa masuk ke dalam dunia bisnis, dan tidak bisa dipungkiri, menjadi salah satu senjata andalannya dalam menggerakkan roda bisnisnya.

Setelah diusir pamannya dari Bogor dan harus kembali ke Jakarta saat berusia 13 tahun, Wie Tay menemukan kenyataan bahwa keadaan ekonomi ibundanya belum membaik jua. Tak ada jalan lain baginya kecuali harus mencari uang sendiri. Awalnya, ia kembali ke “kebiasaan” lama mencuri buku pelajaran kakaknya untuk dijual guna mendapatkan 50 sen. Setelah stok buku pelajaran habis, ia mencoba menjadi “manusia karet di panggung pertunjukkan” senam dan aerobatik. Tapi penghasilannya ternyata tidak seberapa banyak.

Pedagang Asongan


Ia kemudian banting setir menjadi pedagang rokok keliling. Di sinilah sifat beraninya mulai terlihat. Wie Tay yang digambarkan sebagai anak yang banyak kudis di kepala dan borok di kaki ini nekat menemui Lie Tay San, seorang saudagar rokok besar kala itu. Dengan modal 50 sen, ia memulai usaha menjual rokok keliling di daerah Senen dan Glodok. Di sini ia mulai rajin menabung, karena sudah merasakan betapa susah mencari uang. Hasil tabungannya kemudian dibelikan sebuah meja sebagai tempat berjualan di daerah Glodok. Karena belum memiliki kios sendiri, meja tersebut dititipkan pada sebuah toko onderdil di Glodok, sampai akhirnya ia mampu membuka kios di Senen.

Menjadi pedagang rokok keliling membuka mata Wie Tay remaja bahwa ada tempat partai rokok besar selain Lie Tay San, yaitu di Pasar Pagi. Maka, setelah membuka kios dia mulai membeli rokok di Pasar Pagi. Selanjutnya, Wie Tay juga berkenalan dengan The Kie Hoat, yang bekerja di perusahaan rokok Perola, salah satu merek rokok laris kala itu. The Kie Hoat kemudian akrab dengan Wie Tay dan Lie Tay San. Suatu hari, The Kie Hoat ditawari relasinya untuk mencarikan pemasaran.

Kie Hoat lalu merundingkan dengan kedua sahabatnya tadi. Saat Lie Tay San masih ragu, Wie Tay yang masih sangat belia dalam bisnis itu malah langsung setuju. Ia yakin bisa cepat dijual dan mendatangkan keuntungan besar. ternyata benar. Sayang buntutnya tidak enak. The Kie Hoat akhirnya dipecat dari Perola karena dinilai melanggar aturan perusahaan, menjual rokok ke pihak luar yang bukan distributor.

Ketiga sahabat ini kemudian bergabung dan mendirikan usaha bersama bernama Tay San Kongsie, tahun 1945. Di sinilah awal pergulatan serius Wie Tay dalam dunia bisnis. Mereka memang masih menjual rokok, tapi melebar ke agen bir cap Burung Kenari. Pada saat bersamaan mereka juga mulai serius berbisnis buku. Atas bantuan seorang kerabat, mereka bisa menjual buku-buku berbahasa Belanda yang diimpor dari luar. Buku-buku ternyata laku keras. Mereka berjualan di lapangan Kramat Bunder, tidak jauh dari rumah Lie Tay San. Setelah itu mereka membuka toko 3×3 meter persegi, kemudian diperluas menjadi 6×9 meter persegi. Lantaran keuntungan dari penjualan buku sangat besar, mereka lalu memutuskan berhenti berjualan rokok dan berkonsentrasi hanya menjual buku dan alat tulis menulis.

Tahun 1948, mereka sepakat mengukuhkan bisnis mereka dalam bentuk firma, menjadi Firma Tay San Kongsie. Saham terbesar dimiliki Lie Tay San (40%), The Kie Hoat (26,67%) dan Wie Tay (33,33%). Masagung ditunjuk memimpin perusahaan ini. Mereka kemudian membuka toko di kawasan Kwitang. Ketika orang-orang Belanda hendak meninggalkan Indonesia, Wie Tay mendatangi rumah orang-orang Belanda tersebut dan meminta buku-buku bekas mereka untuk dijual dengan harga murah.

Membangun Toko Gunung Agung

Pada 13 Mei 1951, Wie Tay menikahi Hian Nio. Setelah menikah, Wie Tay berpikir untuk mengembangkan usaha menjadi besar. Dia mengusulkan kepada kedua rekannya untuk menambah modal. Lie Tay San keberatan. Dia memutuskan mundur dan tetap dengan toko bukunya di lapangan Kramat Bunder, (kini Toko Buku Kramat Bundar). Sementara Masagung alias Tjio Wie Tay bersama The Kie Hoat membangun toko sendiri di Jln Kwitang No 13, sekarang menjadi Gedung Idayu dan Toko Walisongo. Saat itu, Kwitang masih sepi. Jangankan kios buku, toko lainnya pun belum ada. Baru ketika Wie Tay membuka toko di sana, keramaian mulai tercipta. Sejumlah gerobak buku mulai kelihatan. Sejak saat itu Kwitang menjadi ramai.

Cukup lama Tjio Wie Tay mencari nama untuk toko barunya. Kemudian baru muncul ide untuk menerjemahkan namanya sendiri ke dalam bahasa Indonesia. Tjio Wie Tay dalam bahasa Indonesia berarti Gunung Besar atau Gunung Gede tapi Wie Tay mengubahnya menjadi Gunung Agung. Toko buku mereka berkembang pesat. Pesanan dari luar Jakarta berdatangan, tidak hanya buku tapi juga kertas stensil, kertas tik dan tinta. Melihat perkembangan ini, tercetuslah ide untuk membina usaha dengan kalangan yang dekat dengan buku, antara lain kalangan wartawan dan pengarang. Sejumlah wartawan senior kala itu ikut bergabung, termasuk sejumlah saudagar tingkat atas. Tidak heran kalau buku-buku yang diterbitkan pada awal berdirinya adalah buku-buku sastra tulisan tangan para “orang dalam” tersebut. Bentuk usaha firma lalu diubah menjadi NV.

Saat peresmian NV Gunung Agung, Wie Tay membuat gebrakan dengan menggelar pameran buku pada 8 September 1953. Dengan modal Rp 500 ribu, mereka berhasil memamerkan sekitar 10 ribu buku. Tanggal ini yang kemudian dianggap sebagai hari lahirnya Toko Gunung Agung –yang juga menjadi hari kelahiran Wie Tay sendiri. Menggelar pameran buku, seolah menjadi “trade mark” bentuk promosi yang dilakukan Gunung Agung. Tahun 1954, Wie Tay mengadakan lagi pameran buku tingkat nasional bertajuk Pekan Buku Indonesia 1954. Pada acara inilah Wie Tay bertemu dan berkenalan dengan dua tokoh nasional yang sangat dikaguminya, yakni Bung Karno dan Bung Hatta. Bagi dia, pertemuan dengan Bung Karno adalah hal yang menakjubkan. Selain sebagai presiden, Bung Karno adalah tokoh yang sangat dikaguminya sejak dia masih kecil.

Peran Bung Karno

Sukses menyelenggarakan Pekan Buku Nasional dan kedekatannya dengan Bung Karno, membuat Gunung Agung dipercaya membantu pemerintah menyelenggarakan Pameran Buku di Medan dalam rangka Kongres Bahasa Indonesia pada tahun yang sama. Dari sana dilanjutkan dengan pembukaan Cabang Gunung Agung di Yogyakarta, 1955. Tahun 1956, kembali Gunung Agung diminta pemerintah menyelenggarakan pameran buku di Malaka dan Singapura. Tahun 1963, Toko Gunung Agung sudah memiliki sebuah gedung megah berlantai tiga di Jln Kwitang 6. Acara ulang tahun ke-10 tersebut yang diikuti dengan peresmian gedung tersebut dihadiri langsung Bung Karno. Pada tahun itu juga, tepatnya 26 Agustus 1963, Wie Tay berganti nama menjadi Masagung.

Kalau padanya ditanyakan tokoh siapa yang paling berpengaruh dalam bisnis penerbitan dan toko buku, maka Masagung pasti akan menyebut nama Bung Karno. Ia pun selalu teringat akan pesan Bung Karno padanya. “Masagung, saya ingin saudara meneruskan kegiatan penerbitan. Ini sangat bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa, jadi jangan ditinggalkan,” ujar Bung Karno. Seraya memeluk Masagung, Bung Karno menyerahkan kepercayaan kepada Masagung untuk menerbitkan dan memasarkan buku-bukunya semacam Di Bawah Bendera Revolusi (dua jilid), Biografi Bung Karno tulisan wartawan AS, Cindy Adams, buku koleksi lukisan Bung Karno (lima jilid), serta sejumlah buku tentang Bung Karno lainnya. Penerbitan buku-buku Bung Karno inilah yang membawa Gunung Agung menanjak.

Bantuan Bung Karno tidak berhenti di situ. Bung Karno juga meminta Gunung Agung mengisi kebutuhan buku bagi masyarakat Irian Barat saat Trikora. Masagung lalu kemudian mengadakan pesta buku di Biak, Marauke, Serui, Fak Fak, Sorong, dan Manokwari. Tugas yang sama kembali diemban untuk masyarakat Riau dalam rangka Dwikora. Bukan cuma di Indonesia. Masagung juga agresif membangun jaringan di luar negeri. Tahun 1965, dia membuka cabang Gunung Agung di Tokyo, Jepang. Lalu mengadakan pameran buku Indonesia di Malaysia awal 1970-an.

Ternyata, kepak sayap bisnis Masagung tidak sebatas toko buku dan penerbitan. Ia juga merambah bisnis lain . Ia tercatat mengelola bisnis ritel bekerjasama dengan Departement Store Sarinah di Jln MH Thamrin, lalu masuk ke Duty Free Shop, money changer, dan perhotelan . Itulah akrobat bisnis yang dilakukan seorang “mantan” anak jalanan. Si anak nakal yang tidak tamat SD itu ternyata mampu mem-bangun kerajaan bisnis yang kokoh hingga kini. (Sumber: wikipedia.org)

Sebuah kerja keras, keberanian disertai dengan kesungguhan akan membawa keberhasilan. Demikian yang ditunjukkan oleh sosok Tjio Wie Tay alias Haji Masagung. Dulu Wie dikenal sebagai anak nakal yang tidak tamat SD, tetapi dibalik kenakalan itu terpancar naluri bisnis yang tajam. Ia mampi membuiktikan, bahwa dengan tekad bulat dan kerja keras, akhirnya ia berhasil mendirikan kerajaan bisnis yang kokoh hingga kini. Saya berharap anda bisa terinspirasi dengan cerita pengusaha sukses ini. Jaga terus semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!
Read more ...

Kisah Sukses Seorang Wirausaha - Djoenaedi Joesoef

Kisah sukses seorang wirausaha menjadikan kita akan tambah wawasan untuk menjalani bisnis dengan sangat efektif. Tokoh pengusaha sukses yang saya angkat kali ini adalah seorang anak dari pemilik toko obat yang mampu melejitbak meteor. Perusahaan yang dinaunginya tetap eksis di industri farmasi hingga saat ini. Kepiawaiannya dalam mengatur manajemen perusahaan dengan baik mengantarkan beliau meraih penghargaan bergengsi, yaotu Indonesia Entrepreneur Of The Year tahun 2003 oleh Ernst & Young's. Tak lepas dari penghargaan ini makan banyak penghargaan yang terus disabetnya. Semua ini tidak terlepas dari kerja kerasnya dalam menjalankan usaha dengan semangat 45.

Kisah sukses seorang wirausaha ini terus terang sangat menginspirasi saya pribadi dan saya berharap pembaca sekalian juga tertular semangat tersebut. Bisa anda bayangkan saat beliau kecil, telah tertanam jiwa bisnis yang sangat luar biasa. Berbagai cara ia lakukan untuk membantu orang tuanya bekerja. Konon, anak dari seorang sinshe ini harus membantu orang tuanya menjajakan obat-obatannya keliling kampung-kampung. Selain itu, ia harus membantu orang tuanya pergi ke pasar membeli bahan-bahan pembuat obat-obatan. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak dan ikuti perjalanan karir tokoh pengusaha sukses Indonesia ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Djoenaedi Joesoef

Di pinggiran Kota Solo masih ada tersisa lahan hijau. Hamparan sawah berdampingan dengan rumah penduduk membentuk lanskap alam nan menawan. Ada bangunan yang luas berkeliling tembok panjang. Pepohonan tertata rapi hijau menyembul dari balik tembok panjang itu. Tepat di sekeliling pepohonan tersebut berdiri gagah pabrik kebanggaan masyarakat Solo.

Ya, itulah pabrik yang memproduksi aneka produk farmasi, makanan kecil, permen dan berbagai produk lain sejenis. Konimex nama perusahaan tersebut. Djoenaedi Joesoef, sang maestro yang mendirikan perusahaan bersangkutan.

Sang maestro sudah berusia lanjut. Sudah tidak lagi mengendalikan Konimex. Hari-hari tuanya dihabiskan untuk tugas sosial sambil memberi kontribusi terbaik bagi Solo, kota kebanggaannya dan Indonesia negeri tercintanya. Konimex memang bukan perusahaan terbesar di bidangnya. Bukan pula perusahaan dengan jangkauan menggurita yang beroperasi di berbagai negara.

Konimex ‘hanyalah’ perusahaan dari daerah yang produknya mudah ditemukan dari Sabang sampai Merauke. Walaupun demikian, kepemimpinan Djoenaedi Joesoef dalam membesarkan Konimex layak dicatat dengan tinta emas.

Sebagai peraih Indonesia Entrepreneur of the Year 2003 dari lembaga prestisius Ernst & Young, kepemimpinan Djoenaedi Joesoef mendapat tempat terhormat di negeri tercinta dan meluas sampai negeri manca. Jiwa kewirausahaannya memberi inspirasi tidak saja pada ranah farmasi yang digeluti selama hidupnya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang ingin belajar menjadi wirausaha berbasis etika, moral dan spiritual.

Membangun keunggulan

Djoenaedi Joesoef layak mendapat julukan pemimpin unggul. Dimulai dari toko obat kecil lalu pada 8 Juni 1967 PT Konimex Pharmaceutical Laboratories didirikan dan sekarang mampu mempekerjakan ribuan karyawan, jelas membuktikan julukan itu. Menjadi pemimpin unggul memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan beberapa prasyarat yang mana keunggulan sang pemimpin dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hasil bisnisnya.

James Collins dan Jerry Poras melalui buku spektakulernya yang telah menjadi ‘kitab suci’ pemimpin bisnis, Built to Last, menulis referensi komplet tentang organisasi unggul. Walaupun Collin dan Poras meneliti tentang organisasi unggul, tetapi benang merahnya jelas. Organisasi unggul pasti dipimpin oleh pemimpin unggul. Berdasar kajian Collin dan Poras, ada lima karakter utama yang dimiliki oleh Djoenaedi Joesoef dalam memimpin Konimex.

Karakter pertama, mempunyai visi yang besar, berani dan mengagumkan. Visi Djoenaedi Joesoef adalah membuat obat murah yang terjangkau masyarakat luas. Obat murah tersebut harus mudah didapat dan selalu tersedia di pasar. Maka lahirlah obat kemasan isi empat dengan fungsi yang tidak kalah dibandingkan dengan obat resep dokter berharga mahal.

Dari tangan Djoenaedi Joesoef muncul merek kuat semacam Paramex, Inza, Inzana, Konidin yang sampai sekarang menjadi benchmarking obat murah sejenisnya.

Kedua, memiliki budaya perusahaan kuat. Budaya perusahaan pada dasarnya adalah praktik dari nilai-nilai yang menjadi acuan perusahaan bersangkutan. Dapat dipastikan hampir semua perusahaan mempunyai nilai-nilai ideal seperti disebut dalam profil perusahaan atau pernyataan visi dan misi.

Namun, nilai-nilai ideal tersebut sering mampat dalam pelaksanaan lantaran tidak ada konsistensi dari manajemen (pemilik, CEO dan direksi). Atau yang lebih parah tidak ada contoh peran dari pihak manajemen.

Hal demikian tidak berlaku di Konimex. Cara Djoenaedi Joesoef memimpin dan perilaku pribadi sehari-harinya membentuk budaya perusahaan kuat di Konimex. Nilai-nilai utama perusahaan dapat dengan mudah dipraktikkan dan menjadi perilaku seluruh karyawan Konimex karena contoh dari sang pemilik sekaligus CEO-nya.

Ketiga, selalu berjuang untuk mencapai kesempurnaan mutu. Wacana mutu yang bergulir sejak 80-an mendapat tempat tersendiri bagi Djoenaedi Joesoef. Beliau berpendapat bahwa mutu produk, manusia (karyawan) dan pemimpin merupakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam bersaing merebut pasar.

Menjadi tidak mengherankan walaupun Konimex beroperasi dari Solo tetapi kaidah-kaidah bisnis yang bersinggungan dengan kesempurnaan mutu menjadi wacana utama manajemen Konimex.

Tidak segan Konimex menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk memenuhi standar mutu internasional. Alhasil produk Konimex dapat dipastikan berkualitas. Dalam sejarah perusahaan, nyaris tidak terdengar keluhan atau protes besar dari konsumen karena konsumen semakin buruk kesehatannya setelah menelan Paramex.

Keempat, mempunyai mentalitas berspektrum lebar. Inti dari karakter empat ini-meminjam pendapat Stephen Covey-adalah mentalitas berkelimpahan untuk berbuat baik kepada karyawan, konsumen, pemasok, pengatur (pemerintah) serta lingkungan (manusia dan alam). Djoenaedi Joesoef percaya bahwa hukum kelimpahan yaitu ketika memberi berlebih akan mendapat keuntungan berlebih akan berjalan dengan sempurna.

Berpedoman pada hukum kelimpahan ini Djoenaedi Joesoef selalu memperhatikan tetesan keringat dari karyawannya untuk mendapat upah jauh dari layak sesuai dengan levelnya. Atau tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar dengan cara menjadi pemasok di Konimex.

Kelima, jiwa kewirausahaan untuk selalu berinovasi. Ada banyak inovasi produk yang dihasilkan oleh Konimex. Tanpa harus mengulang bentuk inovasi tersebut yang sering dibahas di media massa, penghargaan Indonesia Entrepreneur of the Year 2003 dari Ernst & Young membuktikan bagaimana sebagai seorang wirausaha Djoenaedi Joesoef selalu berinovasi untuk memberikan produk terbaik kepada konsumennya.

Lima karakter ini yang menjadikan Djoenaedi Joesoef layak disebut sebagai pemimpin unggul. Mengapresiasi pemikiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari buku teranyarnya Indonesia Unggul, inilah sosok pemimpin unggul untuk menjadikan Indonesia Unggul: Djoenaedi Joesoef. (Sumber : Bisnis Indonesia online)

Kerja keras Djonaedi dalam menggapai sesuatu memang tidak dapat dipungkiri. Jerih payahnya dalam membangun perusahaan berstandar nasional sudah diraihnya. Bak pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. itulah pepatah yang menggambarkan kehidupan Djonaedi. Sejak kecil ia sudah mandiri dan kerja keras serta didukung kejujuran kepada konsumen, menjadikan perusahaan Djoenaedi menjadi perusahaan yang unggul dan selalu menjadi terdepan. Semoga kisah sukses seorang wirausaha ini mengispirasi anda semua, tetap jaga semangat kewirausahaan, salam seukses sekalu!
Read more ...

Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol - Eka Tjipta Widjaja

Kisah pengusaha sukses dari nol tokoh yang satu ini adalah pengusaha yang memiliki mental baja. Mungkin anda telah mengenal namanya lewat Sinar Mas Grup yang kini menjadi perusahaan raksasa di Indonesia. Saat ini, ia berada di tiga besar orang-orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia 2008. Tentu sulit dilupakan bagaimana ia meraih segala harapan yang diinginkan dengan semangat pantang menyerah. Anda mungkin tidak merasakan apa yang dirasakan olehnya. Ia sering diterpa dengan kegagalan demi kegagalan dalam menjalankan usaha. Tapi, semua itu tidak mengurungkan niatnya untuk tetap bertahan di dunia bisnis Indonesia yang saat ini konon totatl kekayaan kurang lebih mencapai USD 3,8 miliar.

Saya berharap para pembaca yang budiman bisa terinspirasi dari kisah pengusaha sukses dari nol ini. Semua yang dilakukannya, semua kerja kerasnya, dan semangat pantang menyerahnya patutlah kita tiru. Sungguh luar biasa tokoh pengusaha ini karena beliau dibesarkan dalam keluarga miskin. Tapi keadaan tersebut malah menjambut dan menggemblengnya sahingga mengantarkan beliau menjadi seorang pengusaha terkaya di Indonesia. Tidak sabar untuk untuk mengikuti kisah selanjutnya, mari kita simak perjalanan beliau untuk mencapai kesuksesannya.


profil pengusaha sukses indonesia
Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Beliau lahir di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober 1923 dan beliau merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit.


Pendidikan

Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, maupun gelar-gelar yang lain yang disandang para mahasiswa ketika mereka berhasil menamatkan studi. Namun beliau hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal ini dikarenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Ia harus merelakan pendidikannya demi untuk membantu orang tua dalam menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Saat baru pindah ke Makassar, Eka Tjipta Widjaja memang mempunyai hutang kepada seorang rentenir dan setiap bulan dia harus mencicil hutangnya tersebut.

Keluarga

Eka Tjipta Widjaja mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya dalam hal bisnis dan kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Melfie Pirieh Widjaja dan mempunyai 7 orang anak. Anak-anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja. Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai orang yang banyak mempunyai istri atau poligami.

Bisnis

Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur 15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia jajakan secara eceran dan hal tersebut bisa mendapatkan untung yang lumayan.

Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu karena Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya yaitu menjadi seorang entrepreneur seperti masa mudanya dulu. Ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak tanggung-tanggung, beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah. Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy, dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan.

Kekayaan

Eka Tjipta Widjaja merupakan orang kaya yang masuk sebagai orang terkaya di Indonesia nomor 3 versi Globe Asia 2008 dengan total kekayaan mencapai 6 Milliar Dollar atau setara dengan 54 trilliun rupiah. Demikian biografi singkat Eka Tjipta Widjaja.
(sumber : orangterkayaindonesia.com)

Itulah gambar kegigihan seorang Eka Tjipta Widjaja. Figurnya memang dikenal pantang menyerah. Berbagai pengalaman pahit dalam berdagang ia jalani dengan sikap optimis. Dengan kekayaan mental tersebut, usaha demi usaha yang telah dirintis olehnya membuahkan manis. Ia merupakan sosok manusia yang pantas dicontoh. Semoga pembaca sekalian dapat mengambil pelajaran dari kisah pengusaha sukses dari nol tokoh yang satu ini. Jaga terus semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!
Read more ...

Monday, 12 November 2012

Kisah Orang Sukses Berwirausaha - Jakob Oetama

Kisah orang sukses berwirausaha yang berikut ini akan menambah wawasan anda bahwa ternyata dari berbagai bidang usaha yang berbeda bisa mencapai kesuksesannya. Sebuah tulisan bisa saja menginspirari bagi para pembacanya. Bidang jurnalistik sangatlah berperan penting tumbuhnya bangsa ini. Banyak sekali tokoh-tokoh jurnalistik telah mengilhami tulisannya baik itu di media cetak maupun media informasi lainnya.

Tokoh pengusaha sukses kali ini yang diangkat dalam artikel berikut tidak hanya tokoh jurnalistik tapi kiprahnya di dunia wirausaha sangat memberi semangat bagi banyak pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia. Beliau sangatlah tangguh, pekerja keras, ulet dan selalu bersemangat dalam setiap apa yang dilakukannya. Selanjutnya tidak perlu panjang lebar lagi, mari kita ikuti kisah perjalanan sukses beliau.


profil pengusaha sukses indonesia
Jakob Oetama

Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun), adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.

Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta.

Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.


Pendidikan

    SD, Yogyakarta (1945)
    SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
    Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
    Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
    Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)

Pengalaman Bekerja

    Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
    Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
    Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
    Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
    Ketua Editor majalah bulanan Intisari
    Ketua Editor harian Kompas
    Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
    Presiden Direktur Kompas Gramedia
    Presiden Komisaris Kompas Gramedia

Karya Tulis

    Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun 1962)
    Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
    Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
    Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)

Keanggotaan Organisasi

    Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
    Anggota DPR Utusan Golongan Pers
    Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
    Anggota Dewan Penasihat PWI
    Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
    Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
    Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.

Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau. Banyak orang yang terinspirasi dari kisah orang sukses berwirausaha dan menetapkan diri untuk setia pada langkah utama untuk menjadi entrepreneur yang mandiri. Semoga pemaparan artikel di atas bisa memberi sesuatu yang berarti bagi para pembaca sekalian. Salam semangat wirausaha, salam sukses selalu!
Read more ...

Pengusaha Muda Yang Sukses - Hendy Setiono

Pengusaha muda yang sukses sangat banyak menginspirasi entrepreneur lainnya terutama generasi sekarang. Tokoh pengusaha sukses ini sudah mencapai kesuksesan diusia dibawah 30 tahun. Telah menciptakan lapangan pekerjaan hingga keseluruhan wilayah tanah air Indonesia.  Telah membuka cabang bisnisnya hingga  di setiap kota yang ada di Indonesia.

Tidak hanya orang tua saja yang bisa sukses, tapi anak muda juga bisa berkarya hingga patut dipertimbangkan untuk masuk dalam deretan pengusaha-pengusaha sukses di Indonesia yang tangguh dan Inovatif. Ya... pemilik kebab turki ini telah menginspirasi banyak pemuda untuk mengikuti jejaknya terjun menjadi entrepreneur. Mulai muda sudah menjadi pengusaha pastilah kelak diusia tuanya akan mencapai kesuksesan yang luar biasa. Nah.. sekarang mari kita ikuti kisah pengusaha muda yang sukses ini dan semoga menambah semangat anda untuk berwirausaha sejak di masa muda.

Hendy Setiono   

Jika sekarang makanan kebab tidak terlalu asing di telinga orang Indonesia, barangkali hal itu tidak lepas dari usaha Hendy Setiono yang sejak tahun 2003 lalu mempopulerkan makanan khas Timur Tengah itu di tanah air.

Hendy Setiono, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983 itu adalah sosok pengusaha muda yang cukup fenomenal. Dialah Pemilik usaha waralaba “Kebab Turki Baba Rafi”. Memulai usaha pada tahun 2003, kini beliau memiliki lebih dari 750 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di Indonesia.  Dan bukan hanya itu. Bahkan usahanya kini telah merambah negeri jiran Malaysia. Sebuah perusahaan dengan bendera Baba Rafi Malaysia Sdn. Bhd. telah berdiri di sana.

Kiprah Hendy menggeluti bisnis fast food ala Timur Tengah ini bermula ketika Hendy menyambangi sang ayah, yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Kedai kebab di kota itu begitu menjamur, layaknya pedagang bakso di sini. Selama di sana, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat.


Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. Lidahnya terkesan dengan kelezatan kebab. Saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah  yang menyebar di berbagai kota.

Kembali dari Qatar, Hendy terdorong menjajal peruntungan. Dia ingin berjualan kebab di Surabaya. Namun, dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia susun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.

Mengingat kebab asli Timur Tengah berukuran besar, mereka berusaha untuk memodifikasi agar lebih familier dengan orang Indonesia. Juga soal rasa. Rasa kapulaga dan cengkeh dibuat sedemikian rupa sehingga kekuatannya rasanya tidak terlalu.

Dengan modal 4 juta rupiah , uang pinjaman dari teman dekat dan kerabat, Hendy memulai usaha. Agar menarik, produknya diberi nama “Kebab Turki Baba Rafi”. Nama Rafi sendiri diambil dari nama anak sulungnya bernama Rafi Darmawan. Adapun Baba berarti ayah dalam bahasa Arab, sehingga Baba Rafi berarti Ayahnya Rafi.

September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Dengan bantuan satu orang karyawan, pria yang gemar naik sepeda ini mulai merintis jalan. Gerobak dorong warna kuning dibuatnya sendiri. Dia mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tak mau setengah hati dengan usahanya itu, Hendy nekat berhenti kuliah. Padahal sudah empat semester ia lalui di Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Orang tuanya, Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, kalang-kabut. Mereka menentang keputusan sulung dari dua bersaudara itu. Hendy bergeming. Keputusannya sudah bulat.

Rupanya, berdagang kebab itu sulit. Tak seindah impian. Baru seminggu berjualan, karyawannya yang cuma seorang sakit dan tidak dapat bekerja. Terpaksa Hendy menjajakan sendiri dagangannya. Nahas, saat itu hujan deras. Dia cuma bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu. Padahal modalnya Rp 50 ribu.


Apes tak cuma sekali. Pernah suatu ketika uang hasil dagangan yang tak seberapa raib dibawa karyawan pengganti. Namun, arek Suroboyo ini pantang menyerah. Jatuh-bangun bersama Nilamsari, sang istri, terus dilakoni. Dagang roti kebab jalan terus.

Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan. Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.

Bentuk usaha pun sudah berubah menjadi PT Baba Rafi Indonesia. Pada 2008 gerai kebab telah mencapai 325 di 50 kota. Total jumlah karyawan Baba Rafi ada 700 orang. Omzetnya melambung menjadi Rp 4 miliar per bulan.

Sukses Hendy membangun usaha dari kecil hingga menjadi besar telah diakui berbagai kalangan. Majalah Tempo pada 2006, misalnya, memilih Hendy sebagai satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Majalah Business Week International juga menobatkan Hendy sebagai “Asia’s Best Entrepreneur Under 25″. Tahun 2007,  Hendy menyabet gelar “Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007″ dalam perhelatan yang digelar Bank Mandiri.

Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari METAL.

L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu. (sumber: hendysetiono.com)

Setelah anda membaca kisah pengusaha muda yang sukses tersebut di atas saya berharap bisa memicu semangat anda untuk semakin yakin bahwa jalur untuk menjadi pengusaha sangatlah tepat. Terutama disaat anda masih muda, karena waktu sangat bagus untuk memulai sebuah usaha yang dirintis mulai dari sekarang. Nah... saya harap anda bisa mengambil sesuatu dari kira yang dilalui oleh Hendy Setiono dalam menjalankan bisnisnya. Tetap jaga semangat wirausaha, salam sukses selalu para entrepreneur muda mandiri. 
Read more ...