IKLAN BULAN INI

Monday, 12 November 2012

Kisah Orang Sukses Berwirausaha - Jakob Oetama

Kisah orang sukses berwirausaha yang berikut ini akan menambah wawasan anda bahwa ternyata dari berbagai bidang usaha yang berbeda bisa mencapai kesuksesannya. Sebuah tulisan bisa saja menginspirari bagi para pembacanya. Bidang jurnalistik sangatlah berperan penting tumbuhnya bangsa ini. Banyak sekali tokoh-tokoh jurnalistik telah mengilhami tulisannya baik itu di media cetak maupun media informasi lainnya.

Tokoh pengusaha sukses kali ini yang diangkat dalam artikel berikut tidak hanya tokoh jurnalistik tapi kiprahnya di dunia wirausaha sangat memberi semangat bagi banyak pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia. Beliau sangatlah tangguh, pekerja keras, ulet dan selalu bersemangat dalam setiap apa yang dilakukannya. Selanjutnya tidak perlu panjang lebar lagi, mari kita ikuti kisah perjalanan sukses beliau.


profil pengusaha sukses indonesia
Jakob Oetama

Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun), adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.

Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta.

Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.


Pendidikan

    SD, Yogyakarta (1945)
    SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
    Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
    Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
    Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)

Pengalaman Bekerja

    Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
    Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
    Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
    Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
    Ketua Editor majalah bulanan Intisari
    Ketua Editor harian Kompas
    Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
    Presiden Direktur Kompas Gramedia
    Presiden Komisaris Kompas Gramedia

Karya Tulis

    Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun 1962)
    Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
    Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
    Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)

Keanggotaan Organisasi

    Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
    Anggota DPR Utusan Golongan Pers
    Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
    Anggota Dewan Penasihat PWI
    Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
    Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
    Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.

Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau. Banyak orang yang terinspirasi dari kisah orang sukses berwirausaha dan menetapkan diri untuk setia pada langkah utama untuk menjadi entrepreneur yang mandiri. Semoga pemaparan artikel di atas bisa memberi sesuatu yang berarti bagi para pembaca sekalian. Salam semangat wirausaha, salam sukses selalu!
Read more ...

Pengusaha Muda Yang Sukses - Hendy Setiono

Pengusaha muda yang sukses sangat banyak menginspirasi entrepreneur lainnya terutama generasi sekarang. Tokoh pengusaha sukses ini sudah mencapai kesuksesan diusia dibawah 30 tahun. Telah menciptakan lapangan pekerjaan hingga keseluruhan wilayah tanah air Indonesia.  Telah membuka cabang bisnisnya hingga  di setiap kota yang ada di Indonesia.

Tidak hanya orang tua saja yang bisa sukses, tapi anak muda juga bisa berkarya hingga patut dipertimbangkan untuk masuk dalam deretan pengusaha-pengusaha sukses di Indonesia yang tangguh dan Inovatif. Ya... pemilik kebab turki ini telah menginspirasi banyak pemuda untuk mengikuti jejaknya terjun menjadi entrepreneur. Mulai muda sudah menjadi pengusaha pastilah kelak diusia tuanya akan mencapai kesuksesan yang luar biasa. Nah.. sekarang mari kita ikuti kisah pengusaha muda yang sukses ini dan semoga menambah semangat anda untuk berwirausaha sejak di masa muda.

Hendy Setiono   

Jika sekarang makanan kebab tidak terlalu asing di telinga orang Indonesia, barangkali hal itu tidak lepas dari usaha Hendy Setiono yang sejak tahun 2003 lalu mempopulerkan makanan khas Timur Tengah itu di tanah air.

Hendy Setiono, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983 itu adalah sosok pengusaha muda yang cukup fenomenal. Dialah Pemilik usaha waralaba “Kebab Turki Baba Rafi”. Memulai usaha pada tahun 2003, kini beliau memiliki lebih dari 750 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di Indonesia.  Dan bukan hanya itu. Bahkan usahanya kini telah merambah negeri jiran Malaysia. Sebuah perusahaan dengan bendera Baba Rafi Malaysia Sdn. Bhd. telah berdiri di sana.

Kiprah Hendy menggeluti bisnis fast food ala Timur Tengah ini bermula ketika Hendy menyambangi sang ayah, yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Kedai kebab di kota itu begitu menjamur, layaknya pedagang bakso di sini. Selama di sana, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat.


Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. Lidahnya terkesan dengan kelezatan kebab. Saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah  yang menyebar di berbagai kota.

Kembali dari Qatar, Hendy terdorong menjajal peruntungan. Dia ingin berjualan kebab di Surabaya. Namun, dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia susun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.

Mengingat kebab asli Timur Tengah berukuran besar, mereka berusaha untuk memodifikasi agar lebih familier dengan orang Indonesia. Juga soal rasa. Rasa kapulaga dan cengkeh dibuat sedemikian rupa sehingga kekuatannya rasanya tidak terlalu.

Dengan modal 4 juta rupiah , uang pinjaman dari teman dekat dan kerabat, Hendy memulai usaha. Agar menarik, produknya diberi nama “Kebab Turki Baba Rafi”. Nama Rafi sendiri diambil dari nama anak sulungnya bernama Rafi Darmawan. Adapun Baba berarti ayah dalam bahasa Arab, sehingga Baba Rafi berarti Ayahnya Rafi.

September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Dengan bantuan satu orang karyawan, pria yang gemar naik sepeda ini mulai merintis jalan. Gerobak dorong warna kuning dibuatnya sendiri. Dia mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tak mau setengah hati dengan usahanya itu, Hendy nekat berhenti kuliah. Padahal sudah empat semester ia lalui di Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Orang tuanya, Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, kalang-kabut. Mereka menentang keputusan sulung dari dua bersaudara itu. Hendy bergeming. Keputusannya sudah bulat.

Rupanya, berdagang kebab itu sulit. Tak seindah impian. Baru seminggu berjualan, karyawannya yang cuma seorang sakit dan tidak dapat bekerja. Terpaksa Hendy menjajakan sendiri dagangannya. Nahas, saat itu hujan deras. Dia cuma bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu. Padahal modalnya Rp 50 ribu.


Apes tak cuma sekali. Pernah suatu ketika uang hasil dagangan yang tak seberapa raib dibawa karyawan pengganti. Namun, arek Suroboyo ini pantang menyerah. Jatuh-bangun bersama Nilamsari, sang istri, terus dilakoni. Dagang roti kebab jalan terus.

Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan. Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.

Bentuk usaha pun sudah berubah menjadi PT Baba Rafi Indonesia. Pada 2008 gerai kebab telah mencapai 325 di 50 kota. Total jumlah karyawan Baba Rafi ada 700 orang. Omzetnya melambung menjadi Rp 4 miliar per bulan.

Sukses Hendy membangun usaha dari kecil hingga menjadi besar telah diakui berbagai kalangan. Majalah Tempo pada 2006, misalnya, memilih Hendy sebagai satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Majalah Business Week International juga menobatkan Hendy sebagai “Asia’s Best Entrepreneur Under 25″. Tahun 2007,  Hendy menyabet gelar “Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007″ dalam perhelatan yang digelar Bank Mandiri.

Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari METAL.

L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu. (sumber: hendysetiono.com)

Setelah anda membaca kisah pengusaha muda yang sukses tersebut di atas saya berharap bisa memicu semangat anda untuk semakin yakin bahwa jalur untuk menjadi pengusaha sangatlah tepat. Terutama disaat anda masih muda, karena waktu sangat bagus untuk memulai sebuah usaha yang dirintis mulai dari sekarang. Nah... saya harap anda bisa mengambil sesuatu dari kira yang dilalui oleh Hendy Setiono dalam menjalankan bisnisnya. Tetap jaga semangat wirausaha, salam sukses selalu para entrepreneur muda mandiri. 
Read more ...

Kisah Para Pengusaha Sukses - Mooryati Soedibyo

Kisah para pengusaha sukses sangatlah diperlukan bagi para pengusaha lainnya yang ingin mengikuti langkah tokoh pengusaha yang di idolakan. Untuk Tokoh pengusaha yang satu ini sangatlah terkenal di Indonesia karena disamping sebagai pembisnis wanita yang handal , beliau juga mengharumkan budaya bangsa dengan mengangkat produk-produk tradisonal asli dari Indonesia. Kipahnya di dunia entrepreneur sangat menginspirasi kaum wanita yang tergerak dalam bidang wirausaha.

Banyak sekali karya-karyanya yang sudah dirasakan tidak hanya di dalam negeri saja, bahkan sudah sampai di beberapa negara lain. Kita patut bangga dengan tokoh yang satu ini. Orang sering menyebutkan Kartini-kartini Indonesia masa kini. Semoga dengan mengangkat kisah para pengusaha sukses ini, bisa membantu pembaca yang terutamanya pengusaha wanita, bahwa wanita juga bisa sukses seperti laki-laki. Mari kita ikuti perjalanan pengusaha sukses Indonesia ini.

profil pengusaha sukses indonesiaMooryati Soedibyo

Mooryati Soedibyo yang bernama lengkap Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum. (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1928; umur 84 tahun) adalah Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat, Presiden Direktur Mustika Ratu, dan salah satu pencetus ide kontes pemilihan Putri Indonesia yang digelar setiap tahun. Mooryati Soedibyo tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia, dan sebagai "Empu Jamu". Ia juga masuk sebagai urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.

Latar belakang

Cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta ini terkenal dengan segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional, dan lingkungan keraton. Sejak usia 3 tahun ia tinggal di Keraton Surakarta yang dikenal sebagai sumber kebudayaan Jawa. Di keraton itu, ia mendapat pendidikan secara tradisional yang menekankan pada tata krama, seni tari klasik, kerawitan, membatik, ngadi saliro ngadi busono, mengenal tumbuh-tumbuhan berkhasiat, meramu jamu, dan kosmetika tradisional dari bahan alami, bahasa sastra Jawa, tembang dengan langgam mocopat, aksara Jawa Kuno, dan bidang seni lainnya.

Tahun 1973, hobi minum jamu Mooryati Soedibyo yang dilakukan sejak masih belia, akhirnya dikembangkannya sebagai usaha. Ramuan jamu resep Keraton Surakarta yang semula diberikan kepada teman-temannya, akhirnya berubah menjadi bisnis. Produknya mulai diekspor ke kurang lebih 20 negara, diantaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei. Produknya juga berkembang menjadi 800 buah produk, mulai dari balita, umum, super, dan premium. Diawali dengan produk untuk orang tua sampai dengan remaja puterinya.

Tahun 1990 ia meluncurkan ajang Puteri Indonesia, yang dikembangkannya setelah menyaksikan acara Miss Universe di Bangkok tahun 1990. Mooryati yang sering berkunjung ke luar negeri untuk mengadakan seminar, pameran mau pun sendiri mulai ingin membuat ajang Puteri Indonesia. Dari sini timbul keinginannya untuk membuat wanita Indonesia percaya diri tampil di dunia internasional.Hal ini sebelumnya telah dipelopori oleh Andi Nurhayati yang semenjak tahun 70-an menjadi pemegang franchise pengiriman Miss-miss-an kelas internasional, begitu pula nama majalah Femina yang sudah bertahun-tahun sebelumnya menyelenggarakan pemilihan Putri Remaja Indonesia, yang menghasilkan gadis-gadis paling enerjik, cerdas dan modern se Indonesia. Kini Mooryati Soedibyo, berupaya menggabungkan kesemua itu dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia.

Lalu ia mengeluarkan ide tersebut ke Badan Pengembangan Eksport Nasional, dan disetujui. Mooryati akhirnya membentuk Yayasan Puteri Indonesia dan menjadi Ketua Umum. Tapi ajang Pemilihan Puteri Indonesia tak sepenuhnya disetujui masyarakat. Bahkan menjadi polemik sampai sekarang. Mooryati sendiri telah berhasil mengadakan ajang Pemilihan Puteri Indonesia sampai yang ke-enam kalinya. Dan pernah vakum selama 3 tahun (1997,1998,1999) karena kondisi dan situasi negara yang tidak memungkinkan. (sumber : wikipedia.org)

Dari deretan kisah para pengusaha sukses yang telah ternama di Indonesia, Mooryati bisa dikatakan sebagai pendekar pengusaha wanita yang sangat tangguh. Semangat, kerja keras, dan inovasinya telah membuat banyak wanita di Indonesia bersemangat untuk mengikuti jejak beliau yang tidak takut mengambil peran sebagai pengusaha wanita yang sukses. Semoga para pembaca bisa terinspirasi setelah membaca kisah perjalanan beliau. Saya berharap agar semua tetap semangat dan termotivasi pada jalur wirausaha. Maju terus entrepreneur Indonesia, Jaga selalu semangat Anda. 
Read more ...

Data Pengusaha Sukses - Hermawan Kartajaya

Data  pengusaha sukses mencatat bahwa tokoh yang satu ini merupakan pengusaha dan sekaligus pakar marketing yang ternama di Indonesia. Kiprahnya di dunia marketing telah mengilhami banyak para marketer di Indonesia. Pemikiran dan inovasinya dibidang marketing sangatlah fenomenal dan wajib bagi marketer untuk bisa berguru padanya.

Sungguh peranan marketing dalam dunia wirausaha merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mungkin kita bisa menyebutkan jantung dari suatu usaha ialah marketing. Jadi menurut saya pribadi tokoh yang satu ini sangatlah penting dalam membawa perubahan pola pikir dan mental bagi seorang pengusaha yang utamanya di bidang marketing. Oke...marilah kita ikuti beberapa data dari pengusaha sukses ini yang bisa disajikan dan saya berharap akan memberi wawasan dan ide baru bagi kebaikan bisnis atau usaha kita.

profil pengusaha sukses indonesia
Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 18 November 1947; umur 64 tahun) adalah seorang pakar pemasaran berkewarganegaraan Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris ia dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing. Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus&Co, perusahaan konsultan manajemen yang berbasis di Asia yang dirintisnya sejak tahun 1990. Ia juga aktif menulis buku-buku seputar dunia pemasaran. Kartajaya merupakan orang Indonesia pertama yang memasuki ranah pemasaran internasional dengan model yang ia buat sendiri. Ia adalah seroang yang unik kombinasi dari orang yang memiliki pemikiran akan konsep bisnis yang strategis dalam bidang marketing dan seorang praktisi.  Hermawan yang juga founder dan President MarkPlus itu selalu mengatakan bahwa jika ingin membangun brand yang kuat perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus melakukan sesuatu yang mengena di benak konsumen, tidak sekadar menjual tetapi memiliki implikasi jangka panjang.

Riwayat Pendidikan dan Karir

    Ia pernah mengenyam Pendidikan Tinggi di Teknik Elektro ITS, namun harus keluar karena permasalahan ekonomi
    Ia menyelesaikan gelar sarjana di Universitas Udayana, Bali.
    Ia mendapatkan gelar master di University of Strathclyde Graduate School of Business, Scotland 1995
    Pada 1990 membentuk MarkPlus, perusahaan konsultan marketing di Surabaya, Indonesia.
    Sejak 2002 Hermawan Kartajaya menjadi presiden dari World Marketing Association
    is also the one the few Asians who has been invited to give a speech in the American Marketing Association (AMA) Educators Conference
    Dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing

Hermawan Kartajaya telah menulis banyak buku, di antaranya adalah:
Buku (Internasional)

    Attracting Investors: A Marketing Approach to Finding Funds For Your Business, with Philip Kotler (Kellogg School of Management) and S. David Young (INSEAD), published by John Wiley & Sons, New Jersey, 2004.

    Rethinking Marketing: Sustainable Market-ing Enterprise in Asia, with Philip Kotler (Kellogg School of Management), Hooi Den Huan (Nanyang Business School) and Sandra Liu (Purdue University), published by Prentice Hall Asia, 2002. This book is launched at the University of Chicago Graduate Business School—Asian Campus, Singapore, September 2002. Currently, this book is being used as second textbook for Marketing Course at Nanyang Business School, Singapore. This book has been translated into several languages.

    Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy, with Philip Kotler (Kellogg School of Management) and wholly supported by Andersen Consulting Asia Pacific, published by John Wiley & Sons, Singapore, 2000. This book was bestseller in Asia. This book has been translated into several languages.

    The 18 Guiding Principles of Marketing Company in Warren J. Keegan (Pace University), Global Marketing Management, Prentice Hall, New Jersey, 1999.

    The Strategic Marketing Plus 2000 Conceptual framework for Competitive Audit, Strategy Formulation and Capability Enhancement in Warren J. Keegan (Pace University) and Mark C. Green (Simpson College), Principles of Global Marketing, Prentice Hall, New Jersey, 1997.

Buku (Nasional)

#    Attracting Tourist, Traders & Investors, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.

#   4G Marketing: A 90-Year Journey in Creating Everlasting Brands, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2005. This book is about journey of HM Sampoerna of creating everlasting cigarette brands in Indonesia.

#   Aa Gym: A Spiritual Marketer, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2005.

#    Winning the Mom Market in Indonesia, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2005.

#    Marketing in Venus Playbook Volume I, II, III, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2005.

#    Marketing in Venus: The Garuda Indonesia Story, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2005.

#    Metrosexuals in Venus, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2004.

#    Marketing Yourself, diterbitkan oleh MarkPlus&Co, Jakarta, 2004.

#    Berbisnis dengan Hati (Compassionate Marketing), with K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), published by MarkPlus&Co, Jakarta, 2004.

#    Positioning Differentiation Brand, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.

#    On Becoming a Customer-Centric Company, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004. This book is a about the transformation of PT Pos Indonesia of becoming the customer-centric company.

#    Hermawan Kartajaya on Positioning, diterbitkan oleh Mizan Media Utama, Bandung, 2004.

#    Hermawan Kartajaya on Differentiation, diterbitkan oleh Mizan Media Utama, Bandung, 2004.

#    Hermawan Kartajaya on Brand, diterbitkan oleh Mizan Media Utama, Bandung, 2004.

#    Marketing in Venus, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Media, Jakarta, 2003. This book is a bestseller in Indonesia.

#    Hermawan Kartajaya on Marketing, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002.

#    MarkPlus on Strategy, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002.

#    Marketing Plus 2000, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.

#    Bridging the Network Company, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999. This book is about on the transformation of PT Pos Indonesia of becoming the network company.

#    Kiat Memenangkan Persaingan di Era Krisis (Winning in the Era of Crisis), diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998.

#    Siasat Bisnis: Menang dan Bertahan di Abad Asia Pasifik (Business Strategy: Winning and Sustaining in Asia Pacific), diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama in cooperation with Majalah Berita Mingguan Gatra, Jakarta, 1997.

#    Seri 36 Kasus Pemasaran Asli Indonesia: Rangkaian Strategi, Siasat, dan Taktik Jitu (Series of 36 Indonesia Business Cases: Strategy and Tactic), with Dyah Hasto Palupi, diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, Jakarta. This series consist of 2 books.

#    Marketing Plus Series, diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. This series consist of 5 books.

#    On Becoming a Customer-centric Company
#    Marketing in Venus
#    Hermawan on Marketing
#    Rethinking Marketing
#    Sustainable Marketing Enterprise in Asia

Jurnal

#    Guest Editor, with Philip Kotler (Kellogg School of Management) and Karthik Siva (Global Brand Forum), Nanyang Business Review, Special Global Brand Forum edition 2004.

#    Guest Editor, with Philip Kotler (Kellogg School of Management), Nanyang Business Review, Vol. 2 No. 1, January-June 2003.

#    Only the Sustainable Succeed: Lessons from Asian Survivors, Nanyang Business Review, Vol. 1 No. 1 January-June 2002, with Philip Kotler (Kellogg School of Management).

#    Consumer Behavior in the Economic Crisis and Its Implication for Marketing Strategy, Kelola Gadjah Mada University Business Review, No.18/VII/1998.

#    Marketing Audit: Based on Strategic Marketing Plus 2000, Kelola Gadjah Mada University Business Review, No.9/IV/1995. (sumber:wikipedia.org)

Sungguh banyak sekali karya tokoh yang disajikan dalam data pengusaha sukses Hermawan Kertajaya tersebut. Kita patut mencontoh langkah-langkah yang diambil beliau walaupun hanya sedikit mungkin itu bisa membantu untuk percepatan usaha kita.  Yang tak kalah pentingnya semangat untuk selalu mengembangkan usaha kita dan tidak lupa memikirkan cara-cara marketing yang diinspirasi pengusaha sukses ini. Semoga para pembaca dapat sesuatu yang berharga setelah membaca artikel diatas. Pesan saya untuk selalu menjaga selalu semangat wirausaha. Maju terus Entrepreneur Indonesia, salam sukses selalu!
Read more ...

Profil Pengusaha Muda Sukses - Bong Chandra

Profil pengusaha muda sukses yang menginspirasi banyak orang sangatlah perlu kita angkat agar semangat berwirausaha semakin melambung tinggi. Siapa bilang anak muda tidak bisa sukses? Ini buktinya, pemuda ini diusia yang relatif muda dan disaat masa seusianya teman-temannya yang lain masih bisanya bersenang-senang saja, tapi pemuda ini sudah mengambil jalur mulai membangun usaha. Waoh...sungguh luar biasa sekali.

Disini penulis ingin mengangkat toko profil pengusaha muda sukses ini dengan harapan agar banyak membantu mendorong terjadinya dan terciptanya pengusaha dari kalangan pemuda. Dengan banyaknya pemuda yang memerankan pengusaha sejak dini maka kelak Indonesia mempunyai entrepreneur yang handal dan alhasil perekonomian bangsa ini akan semakin menuju ke arah yang lebih baik. Untuk lebih jelannya marilah kita simak pemaparan sekilas perjalan tokoh pengusaha yang satu ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Bong Chandra

Bong Chandra (lahir di Jakarta, 25 Oktober 1987; umur 25 tahun) adalah seorang pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer asal Indonesia. Pada tahun 2010, ia mendapatkan gelar "motivator termuda se-Asia", yakni ketika berusia 23 tahun.Dia sering mengadakan acara seminar motivasi di berbagai kota, khususnya di Indonesia. Dia juga menulis buku motivasi berjudul Unlimited Wealth.Dia mengaku sengaja tidak menyelesaikan kuliahnya untuk memfokuskan diri sebagai pembicara dan motivator.Kumpulan Kata Motivasi Bong Chandra, berita baru banget. Diakses pada 27 January 2012.
Riwayat

Kesuksesan ini tak diraih dengan mudah. Bong harus menempa dirinya dengan kerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, Bong memilih berjibaku membangun bisnis ketimbang bersenang-senang seperti remaja seusianya. Kerja keras Bong dimulai sejak krisis ekonomi 1998. Bencana itu membuat bisnis ayahnya, Aditya, terempas. Pabrik kuenya terancam gulung tikar. “Rumah sampai nyaris dijual,” katanya saat ditemui di salah satu tempat usahanya, Free Car Wash Serpong, Tangerang Selatan, Kamis lalu.

Bong, yang kala itu berusia 11 tahun, berempati atas terpuruknya ekonomi keluarga. Kebutuhan sekolah diusahakan sendiri. Contohnya ia lebih memilih kertas bekas dan memfotokopi buku pelajaran milik temannya ketimbang membeli baru. Beberapa alat tulis juga dibuatnya sendiri. “Saya menggunakan karet (gelang) untuk penghapus,” tuturnya.

Bong kecil juga menjual sisa potongan kue di pabrik ayahnya ke sekolah. Semula ia gengsi. Apalagi dia minder karena penyakit asma, yang membuat tubuhnya ringkih, sehingga kerap dicemooh oleh rekannya. Namun motivasi dia bertahan hidup lebih besar. Bong malah makin giat mengembangkan usaha. “Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat).”

Saat masuk SMA, ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung meski tak punya duit. “Modalnya kepercayaan,” katanya. Pagi hari mereka berangkat, sore kembali ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya.

Bong sadar motivasi perlu dipertahankan karena cemoohan berpotensi mengendurkan semangatnya. Apalagi rekannya kerap menyindir Bong. “Seumuran kita harusnya bersenang-senang,” ujar Bong menirukan rekannya. Tapi ia berkukuh. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat. Bong pun gemar membaca buku motivator dunia, seperti Donald Trump. “Keinginan sukses makin besar,” katanya. Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.

Ia makin yakin akan kualitas bakatnya memotivasi orang. Bersama lima rekannya, Bong membuat event organizer untuk pelatihan motivasi. Sasarannya orang-orang dekat. “Saya diminta beberapa rekan satu jemaat di gereja,” ujarnya. Bong awalnya memotivasi para karyawan pemasaran. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional. “Ini investasi saya,” katanya. Apalagi tujuan bisnis ini tidak untuk mencari uang. “Saya memperluas pertemanan,” katanya.

Tak sulit bagi alumnus SMA Kalam Kudus Jakarta ini mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakan pelaku bisnis. “Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses,” katanya. Keyakinan Bong yang kerap mengisi pelatihan di kalangan pebisnis properti ini benar. Ia mulai diajak sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur.

Awalnya Bong diminta mencarikan investor pembangunan properti seluas 5,1 hektare di Ciledug, Tangerang. Meski gagal, rekannya tak kecewa. Ia justru diminta bergabung menjalankan bisnis ini. Akhirnya Bong dan dua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari lalu. “Ini modal networking,” katanya.

Keberuntungannya terus bergulir. Pelan-pelan banyak tawaran mengajaknya berbisnis bersama. Selain properti, Bong mendirikan bisnis pencucian mobil. Usaha ini dibangun di Buah Batu, Bandung, dan Serpong. Kini ia menjalankan tiga usaha dengan karyawan mencapai 100 orang. Menjadi pembicara motivasi membuat Bong memutuskan berhenti kuliah di Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara. Setelah tidak kuliah, satu-satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses.

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong menyebut dirinya sebagai pribadi yang tertutup. “Saya tidak mudah akrab,” katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. “Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir.” (sumber: wikipedia.org)

Kalau anda berpikir pemuda tidak bisa menjadi pengusaha dan hanya bisanya bersenang-senang saja, anda salah, Bong Chandra telah membuktikan bahwa diusianya yang masih muda dia sudah menjadi pengusaha muda yang telah sukses. Semoga profil pengusaha muda sukses ini bisa membantu pembaca semua menemukan ide-ide baru dalam memulai usaha atau yang telah punya usaha bisa semakin meningkatkan usahanya lagi. Tetap pertahankan semangat kewirausahaan ini, tetapkan dijalur entrepreneur dan semoga sukses!


Read more ...

Profil Pengusaha Sukses Di Indonesia - Aam Amirudin

Profil pengusaha sukses di Indonesia sangatlah membantu kita dalam meningkatkan semangat dan mengispirasi kita sehingga kita bisa tambah berani dalam mengambil keputusan untuk bisnis kita. Kisah-kisah sukses para pengusaha Indonesia banyak sekali membakar semangat generasi muda untuk memulai belajar membuka usaha sendiri.

Toko yang satu ini termasuk pengusaha yang sukses di Indonesia yang telah ikut serta menyebarkan virus wirausaha khususnya di Indonesia sendiri. Perjalanan bisnisnya bisa menjadikan pelajaran yang berguna bagi kita semua. Besar harapan penulis untuk bisa ikut menyajikan konses wirausaha yang telah pernah dilakukan para pelaku usaha tersebut. Mari kita ikuti pemaparan kisah profil pengusaha sukses berikut ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Aam Amirudin

Biasa di panggil Ustadz Aam ini, (lahir di Bandung, Jawa Barat, 14 Agustus 1965; umur 47 tahun) . Anak pertama dari dua belas bersaudara pasangan bapak Nurdin (alm) dan Ibu Siti Asiah ini, banyak menghabiskan masa kecilnya di Bandung. Ustadz Aam, dikenal sebagai pribadi yang sederhana, santun dan lemah lembut.

Riwayat Hidup

Setelah tamat dari SD Pabaki I, ia melanjutkan sekolahnya ke Tsanawiyah dan Mualimin Persantren Persatuan Islam Bandung. Pada tahun 1984, ia hijrah ke Jakarta untuk menimba ilmu di Ma'had Ta'lim Lughah Al' Arabiyyah (Sekolah milik kedutaan Saudi Arabia), FISIP UI, dan IKIP Jakata. Tahun 1986, mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Saudi Arabia untuk menekuni bidang Islamic Studies di International Islamic Educational Institute. Karenanya, ia hanya sempat mengenyam kuliah di UI selama dua semester dan IKIP Jakarta empat semester. Yudisium Cum Laude program S1 bidang Islamic Studies dapat ia selesaikan dalam tempo tiga setengah tahun. Tahun 1991-1995, ia menekuni bidang ilmu Public Relations di Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba. Mei 2004, Menamatkan program Magister Sains (M.Si) Bidang Kajian Utama Ilmu Komunikasi di Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, bidang kajian utama Ilmu Komunikasi. Agustus 2004, namanya tercatat kembali sebagai “santri” program Doktor (S3) Konsentrasi Ilmu Komunikasi di Universitas yang sama.

Kehidupan Pribadi

1 Oktober 1989, ia menikah dengan Sasa Esa Agustiana dan diberkahi satu putera; Iqbal Rasyid Ridha (Ridha) dan dua puteri; Tsania Shofia Afifa (Sofie) dan Tsalisa Syifa Afia (Syifa).
Riwayat Pendidikan

Setelah tamat Tingkat SLTP (Tsanawiyah) dan SLTA (Mualimin) di Pesantren Persatuan Islam No. 1 Bandung, kemudian melanjutkan studi nya di perguruan tinggi diantaranya,

    1. Diploma di Ma’had Ta’lim Lughah Al-‘Arabiyyah (LIPIA – Jakarta)
    2. S1 – Fakultas Ilmu Komunikasi – Universitas Islam Bandung
    3. S2 – Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung – Bidang Ilmu Komunikasi
    4. S3 – Program Pascasarjana Doktoral Universitas Padjadjaran Bandung – Bidang Ilmu Komunikasi. Lulus dg Yudisium CumLaude.

Kegiatan dan Karier

Direktur Media Percikan Iman ini, selain aktif sebagai dosen di Program Pasca Sarjana (S2) Universitas Islam Bandung, juga menjadi narasumber di acara “Catatan Sergap” di Hikmah Fajar RCTI, seminar, talk show, dan berbagai diskusi. Jadwal tetapnya sebagai nara sumber di Radio OZ 103,1 FM Bandung yang disiarkan setiap pukul 05.15-06.00 WIB.dan Radio DAKTA FM Bekasi.

Kegiatan kesehariannya cukup beragam; sebagai narasumber di sejumlah media cetak dan elektronik, pendidik, konsultan, jurnalis, penulis buku dan sebagai professional. Diantara kegiatannya :

    1. Narasumber acara dakwah di sejumlah TV swasta seperti tvOne, RCTI, Trans TV, dll.
    2. Hikmah Fajar RCTI
    3. Narasumber acara Percikan Iman di Radio OZ 103,1 FM – Bandung setiap pagi jam 05.15-06.00
    4. Komisaris Utama PT. Khazanah Intelektual
    5. Direktur Utama PT. Percikan Iman Tour & Travel
    6. Ketua Pembina Yayasan Dakwah Percikan Iman
    7. Konsultan Corporate Religious di sejumlah perusahaan swasta dan pemerintah
    8. Dosen Luar Biasa pada Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung

Buku dan Karya Tulis

Selain menjadi nara sumber di berbagai media, dan penceramah  diberbagai Pesantren, terutama Pesantren Persatuan Islam, beliau juga telah menulis lebih dari selusin buku, diantaranya:

    Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma (3 jilid) (Terbit thn. 2004, 956 hal.)
    Bedah Masalah Kontemporer (2 jilid) (Terbit thn. 2005, 542 hal.)
    Dzikir Orang-Orang Sukses (Terbit thn. 2008, 250 hal.)
    Kunci Sukses Meraih Cinta Illahi (Terbit tahun 2008 , 240)
    Sudah Benarkah Shalatku? (Terbit tahun 2008, setebal 274)
    Melangkah ke Surga dengan Shalat Sunat (Terbit tahun 2009, 160 hal)
    Ketika Shofie Bertanya (Buku For Teenager) (Terbit 2005, 172 hal.)
    Menelanjangi Strategi Jin (Terbit 2005, 200 hal.)
    Doa Orang2 Sukses (Terbit 2004, 128 hal.)
    Seks Tak Sekadar Birahi-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2005, 216 hal.)
    Kehamilan yang Didamba-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2007, 132 hal.)
    Cinta dan Seks Rumah Tangga Muslim – ditulis bersama dr. Untung Sentosa-(Terbit 2006, 226 hal.)
    Anak anda bertanya seks? -ditulis bersama Dra. Alfa Handayani-(Terbit 2008, 160 hal.)
    Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga-ditulis bersama Priyatna Muhlis-(Terbit 2006, 194 hal.)

Seluruh buku tersebut diterbitkan oleh Khazanah Intelektual Bandung.

Sungguh menarik sekali apa yang kita dapatkan dari artikel yang tersusun diatas tentang profil pengusaha sukses di Indonesia. Mudah-mudahan sedikit untaian tadi bisa menambah khasanah perbendaharaan kita untuk maju terus dalam dunia usaha atau bisnis kita untuk semakin maju dan berkembang. Bagi yang baru memulai semoga ada sesuatu yang bisa diambil dari kisah sukses pengusaha tersebut. Marilah Kita semua ikut menyebarkan semangat wirausaha ini kepada saudara-saudara kita terutama pemuda generasi yang akan datang untuk terbentuk mental berwirausaha. Tetap semangat, salam sukses selalu!
Read more ...

Tentang Pengusaha Sukses - Tjong A Fie

Tentang pengusaha sukses yang satu ini mungkin sebagian dari kita belum pernah mendengarnya tentang kiprahnya di dunia wirausaha. Tapi yang paling penting profil tokoh ini bisa membuat kita tambah semangat dalam menjalani bisnis kita. Dalam perjalanan usaha kadang dibutuhkan waktu untuk kita belajar berproses untuk menjadi pengusaha yang mandiri, tanggung dan bisa menolong banyak orang.

Saya berharap kisah tentang pengusaha sukses yang satu ini bisa membantu menemukan beberapa ide-ide untuk mempertajam langkah dalam pengambilan kepautusan di dalam dunia usaha. Terkadang kita butuh sosok orang lain yang lebih sukses sebagai panutuan dalam menemukan jati diri dalam berwirausaha. Tak usah berlama-lama lagi mari kita ikuti kisah perjalanan pengusaha sukses berikut ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Tjong A Fie


Tjong A Fie (Guangdong, 1860-Medan, 1921) adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera, Indonesia. Tjong A Fie membangun bisnis besar yang memiliki lebih dari 10.000 orang karyawan. Karena kesuksesannya tersebut, Tjong A Fie dekat dengan para kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasjid serta pejabat-pejabat kolonial Belanda. Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai "Kapitan Tionghoa" (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian. Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik. Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.

Kehidupan awal

Tjong A Fie dilahirkan dengan nama Tjong Fung Nam (orang Hakka), di Sungkow, Meixian, Guangdong, (Tiongkok) pada tahun 1860.

Ia berasal dari keluarga yang sederhana. Bersama kakaknya Tjong Yong Hian (1850-1911), Tjong A Fie meninggalkan bangku sekolah dan membantu menjaga toko ayahnya. Walaupun hanya mendapatkan pendidikan seadanya, tetapi Tjong A Fie sangat cerdas dan menguasai cara-cara berdagang sehingga usaha keluarganya cukup sukses.

Tjong A Fie memutuskan untuk merantau ke Hindia Belanda (Indonesia) untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Pada tahun 1875 Tjong A Fie pergi ke Medan (Sumatera Utara) untuk mengadu nasib. Saat itu ia baru berusia 18 tahun. Dengan berbekal sedikit uang, ia menyusul kakaknya, Tjong Yong Hian, yang sudah terlebih dahulu datang ke Medan dan tinggal selama 5 tahun. Pada saat itu kakaknya sudah menjadi kapitan (pemimpin) Tionghoa di Medan. Tjong A Fie bekerja di toko milik teman kakaknya yang bernama Tjong Sui Fo. Di toko tersebut, Tjong bekerja dari memegang buku, melayani pelanggan, menagih utang serta tugas-tugas lainnya. Ia dikenal pandal bergaul, tidak hanya dengan orang Tionghoa, namun juga dengan warga Melayu, Arab, India, dan orang Belanda. Ia mulai belajar berbicara dengan bahasa Melayu yang menjadi bahasa perantara masyarakat di tanah Deli.

Tjong A Fie tumbuh menjadi sosok yang tangguh, menjauhi candu, judi, mabuk-mabukan dan pelacuran. Ia menjadi teladan dan menampilkan watak kepemimpinan yang sangat menonjol. Ia sering menjadi penengah jika terjadi cekcok antara orang Tionghoa dengan etnis lain. Di daerah perkebunan milik Belanda sering terjadi keributan di kalangan buruh yang menimbulkan kekacauan dan karena kemampuannya, Tjong A Fie sering diminta Belanda untuk membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Ia lalu diangkat menjadi Letnan Tionghoa dan pindah ke kota Medan. Karena prestasinya yang luar biasa, dalam waktu singkat Tjong A Fie naik pangkat menjadi Kapitan pada tahun 1911, untuk menggantikan kakaknya yang telah wafat. Dengan rekomendasi Sultan Deli, Tjong A Fie menjadi anggota gemeenteraad (dewan kota) dan cultuurraad (dewan kebudayaan) selain menjabat sebagai penasehat pemerintah Hindia Belanda untuk urusan Tiongkok.

Keluarga

Ketika masih berada di Tiongkok, Tjong A Fie telah menikahi seorang gadis yang bermarga Lie. Saat tiba di Deli ia menikah dengan Nona Chew dari Penang dan memilki tiga orang anak, yakni Tjong Kong Liong, Tjong Song-Jin dan Tjong Kwei-Jin. Namun istri keduanya meninggal dunia. Untuk ketiga kalinya ia menikah dengan Lim Koei Yap dari Timbang Langkat, Binjai, putri seorang mandor perkebunan tembakau di Sungai Mencirim. Bersama Lim Koei Yap, Tjong A Fie memiliki tujuh orang anak, yakni Tjong Foek-Yin (Queeny), Tjong Fa-Liong, Tjong Khian-Liong, Tjong Kaet Liong (Munchung), Tjong Lie Liong (Kocik), Tjong See Yin (Noni) dan Tjong Tsoeng-Liong (Adek).

Membangun usaha

Di tanah Deli, Tjong A Fie menjalin hubungan baik dengan Sultan Deli, Makmoen Al Rasjid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Muda sehingga membuka jalan baginya untuk menjalankan usaha. Sultan memberinya konsesi penyediaan atap daun nipah untuk keperluan perkebunan tembakau untuk pembuatan bangsal.

Tjong A Fie dikenal menjadi orang Tionghoa pertama yang memiliki perkebunan yang sangat luas. Ia mengembangkan usaha perkebunan tembakau di Deli, teh di daerah Bandar Baru, dan Si Bulan, serta perkebunan kelapa. Di Sumatera Barat, ia menanamkan modalnya di bidang pertambangan di Sawah Lunto, Bukit Tinggi. Perkebunan yang dimilikinya mempekerjakan lebih dari 10.000 orang tenaga kerja dan luas kebunnya mengalahkan luas perkebunan milik Deli Matschapaij yang dirintis oleh Jacobus Nienhuys. Bahkan, ketika itu pemerintah Belanda memberikan 17 kebun kepadanya untuk dikelola.

Bersama kakaknya Tjong Yong Hian, Tjong A Fie bekerjasama dengan Chang Pi Shih, paman sekaligus konsul Tiongkok di Singapura mendirikan perusahaan kereta api The Chow-Chow & Swatow Railyway Co.Ltd. di Tiongkok Selatan. Karena jasanya tersebut mereka berkesempatan bertemu muka dengan Ibu Suri Cixi di Beijing.

Dalam menjalankan bisnisnya, Tjong A Fie selalu mengamalkan 3 hal yakni, jujur, setia dan bersatu. Ia selau berprinsip "di mana langit dijunjung di situ bumi dipijak". Ia pun membagikan lima persen keuntungannya kepada para pekerjanya.

Akhir hayat dan wasiat

Prosesi pemakaman Tjong A Fie di Medan, 1921.

Tjong A Fie tutup usia pada tanggal 4 Februari 1921 karena menderita apopleksia atau pendarahan otak. Seluruh masyarakat kota Medan turut berduka, ribuan orang pelayat datang dari kota Medan dan Sumatera Timur, Aceh, Padang, Penang, Malaya, Singapura dan Pulau Jawa. Prosesi Pemakaman Tjong A Fie berlangsung dengan megah sesuai dengan tradisi dan jabatannya.

Empat bulan sebelum menghembuskan napas terakhir, Tjong A Fie mewasiatkan agar seluruh kekayaannya di Sumatera maupun di luar Sumatera kepada Yayasan Toen Moek Tong yang harus didirikan di Medan dan Sungkow pada saat ia meninggal dunia. Ia menuliskan permintaanya agar yayasan tersebut memberikan bantuan keuangan kepada pemuda berbakat dan berkelakuan baik dan ingin menyelesaikan pendidikannya, tanpa membedakan kebangsaan. Tjong juga berpesan agar yayasan membantu mereka yang tidak mampu bekerja dengan baik karena cacat serta membantu para korban bencana alam tanpa memandang kebangsaan atau etnis.

Jasa

Tjong A Fie dikenal sangat berjasa dalam membangun kota Medan yang pada saat itu dinamakan Deli Tua, terutama kawasan pemukiman etnis Tionghoa (Kampung Tionghoa). Beberapa jasanya dalam usaha mengembangkan kota Medan adalah menyumbangkan menara lonceng untuk Gedung Balai Kota Medan yang lama, pembangunan Istana Maimoon, Gereja Uskup Agung Sugiopranoto, Kuil Buddha di Brayan, kuil Hindu untuk warga India, Batavia Bank, Deli Bank, Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin serta mendirikan rumah sakit Tionghoa pertama di Medan bernama Tjie On Jie Jan. Ia dikenal pula sebagai pelopor industri perkebunan dan transportasi kereta api pertama di Sumatera Utara, yakni Kereta Api Deli (DSM), yang menghubungkan kota Medan dengan pelabuhan Belawan.

Tjong A Fie dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyarakat pribumi dan Tionghoa kota Medan sehingga ia disenangi orang-orang. Sebagai dermawan, ia banyak menyumbang untuk warga yang kurang mampu. Ia sangat menghormati warga muslim, bahkan berperan serta dalam mendirikan tempat ibadah yakni Masjid Raya Al-Mashum dan Masjid Gang Bengkok serta ikut merayakan hari-hari besar keagamaan bersama mereka. Nama Tjong A Fie pernah akan dijadikan sebagai nama sebuah jalan di kota Medan, tapi dibatalkan dan jalan itu menjadi Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Karena sifatnya yang dermawan dan toleran tanpa membeda-bedakan bangsa, ras, agama dan asal-usul, Tjong A Fie senantiasa dikenang oleh warga Medan dan sekitarnya.

Rumah

Bangunan kediaman Tjong A Fie berada di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, yang didirikan pada tahun 1900, saat ini dijadikan sebagai Tjong A Fie Memorial Institute dan dikenal juga dengan nama Tjong A Fie Mansion. Rumah ini dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie yang ke-150.

Rumah ini merupakan bangunan yang didesain dengan gaya arstitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco dan menjadi objek wisata bersejarah di Medan. Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto-foto, lukisan serta perabotan rumah yang digunakan oleh keluarganya serta mempelajari budaya Melayu-Tionghoa.

Dari perjalanan kisah tentang pengusaha sukses ini diharapkan ada beberapa ada sesuatu yang bisa kita ambil pelajaran dari perjuangannya. Besar harapan saya untuk bisa membantu para pembaca sekalian penemukan semangat akan beriwirausaha karena dengan manjadi pengusaha berarti akan terbentuk kemandirian yang tahan terhadap berbagai kondisi. Dengan banyaknya tercipta pengusaha-pengusaha baru akan menambah perbendaharaan bangsa dan segera memutar perekonomian ke arah yang lebih baik. Maju terus para pengusaha Indonesia, Salam sukses selalu!
Read more ...

Profil Pengusaha Yang Sukses - Ciputra

Profil pengusaha yang sukses akan membuat kita semakin bersengat untuk menjalakan bisnis kita. Bayangkan seperti halnya sebuah mobil yang di isi bahan bakar. Motivasi profil dari pengusaha yang sukses tersebut menjadi bagian penting yaitu sebagai bahan bakar untuke berjalannya usaha kita.

Tokoh yang satu ini adalah pengusaha yang sukses dibidang properti. Beliau sangat menginspirasi para pengusaha lainya yang ada di Indonesia. Banyak yang salut dengan sepak terjang ataupun trobosan yang dilakukan pengusaha ini. Yah...Ir.Ciputra namanya yang tak asing lagi dikalangan pembisnis di Indonesia. Beliau juga menyebarkan virus entrepreneur memalui program pendidik sekolah properti yang didirikannya. Untuk lebih jelasnya mari simak perjalanan profil pengusaha yang sukses ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Ir. Ciputra

Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 81 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta.

Masa muda

Ciputra, yang memiliki nama lahir Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Parigi, Sulawesi Tengah. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Bapaknya Tjie Siem Poe ditangkap oleh pasukan tak dikenal, karena dituduh sebagai mata-mata Belanda/Jepang dan tidak pernah kembali lagi pada tahun 1944.

Ketika remaja ia bersekolah di SMP dan SMA Frater Don Bosco di Manado. Setamatnya dari SMA, ia meninggalkan desanya menuju Jawa. Ia kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung. Pada tingkat empat, ia bersama dua temannya mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur pada tahun 1960, ia pindah ke Jakarta.

Karier dan bisnis

Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Bidang pendidikan

Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.

Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship / kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.

Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.

Sungguh mantab sekali paparan perjalanan karir Ir.Ciputra. Saya berharap artikel tersebut di atas bisa menginspirasi para pengusaha yang ada di Indonesia. Agar lebih maju dan semangat lagi dalam mengembangkan usahanya yang nantinya akan semakin berkembang dan melakukan percepatan dari segi bisnis masing-masing. Tetap semangat para pengusaha Indonesia, Salam wirausaha.
Read more ...

Sunday, 11 November 2012

Kisah Sukses Seorang Pengusaha - Chairul Tanjung

Kisah sukses seorang pengusaha yang bernama Chairul Tanjung ini patut menjadi referensi bagi kita semua. Liku-liku perjuangan dalam mendirikan kerajaan bisnisnya yang sangat menginspirasi para pengusaha lainnya di Indonesia.

Selain itu baru-baru ini CT sebutan akrabnya Chairul Tanjung ini menerbitkan buku yang berisi perjalanan hidupnya, karenanya  buku tersebut menjadi buku best saller yang disukai semua kalangan tua dan muda. Judul buku "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" menjadikan kepopuleran CT semakin dikenal di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke.  Tidak panjang lebar lagi mari kita ikuti perjalanan singkat kisah sukses seorang pengusaha berikut ini.

Chairul Tanjung

Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 50 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group.

Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.

Karier dan kehidupan

Chairul dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.

Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.

Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.

Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.


Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.

Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar.

Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam .
Latar belakang pendidikan

Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.

    SD Van Lith, Jakarta (1975)
    SMP Van Lith, Jakarta (1978)
    SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
    Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
    Executive IPPM (MBA; 1993)

Pemikiran

Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting.

Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Menurut Chairul, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis.

Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. (Sumber: wikipedia.org)

Nah, setelah kita mengetahui sederetan kisah sukses seorang pengusaha yang bernama Chairul Tanjung ini, diharapkan bisa membantu percepatan usaha dan bisnis kita, karena setelah membacanya kita akan semakin bersemangat untuk setidaknya mengambil beberapa sisi positif untuk bisnis kita. Dan terakhir saya berharap bisa membantu para pembaca yang budiman untuk memajukan wirausaha yang ada di Indonesia. Salam sukses selalu!
Read more ...

Pengusaha Muda Sukses Indonesia - Reza Nurhilman (AXL)



Pengusaha muda sukses Indonesia merupakan sosok yang melekat pada Reza Nurhilman yang akrab di panggil "AXL". Kerja keras dan inovasinya yang sangat luar biasa ini menjadikan produknya menjadi sangat fenomenal dan heboh di Indonesia. Pasar marketing yang dibidikpun unik dan inovatif, sangatlah mengikuti perkembangan jaman yang memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk media informasi pkeberadaan produknya.

Pengusaha muda yang sukses merupakan impian banyak remaja yang ada di Indonesia. Semoga kisah perjalanan bisnis Reza Nurhilman bisa menginspirasi kita semua, dan semakin membakar semangat kita untuk berjual keras di bidang wirausaha. Yang harapan akhirnya menjadikan terciptanya ribuan pengusaha muda yang mandiri dan mengharumkan nama bangsa karena bisa membantu peluang pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Mari kita simak selengkapnya kisah perjalanan  Reza Nurhilman (AXL) untuk menjadi pengusaha muda yang sukses.


profil pengusaha sukses indonesia
Reza Nurhilman (AXL)

Tokoh yang Sukses memanfaatkan marketing melalui media Jejaring Sosial
Biodata Owner Maicih :
1) Nama      : Reza Nurhilman
2) Panggilan  : Axl
3) TTL        : Bandung, 29 September 1987
4) Alamat    : Jl.Padaringan 40 A, Kompleks  KPAD,GegerKalong,
Bandung
5) Pendidikan      : SMPN 1 Cimahi 2002
SMAN 2 Bandung 2005
Univ. Kristen Maranatha , Jur   Manajemen 2009

Profil Produk

1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)
2. Baso Goreng
3. Gurilem
4. Seblak

Profil Bisnis

Dengan Tagline : “ For Ichiher With Love “ maicih ingin tampul dekat dengan para penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa yang berkualitas.

Awal Usaha :

·Dimulai pada pertengahan 2010
·Dengan modal 15 juta
·Produksi 50 bungkus per hari
·Varian awal yang keluar keripik dan gurilem
·Memproduksi level 1 sampai level 5
·Dipasarkan dengan cara kelililing

Maicih Masa Kini

·Membuat varian sampai level 10
·Demand konsumen sangat tinggi
·Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari
·Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )
·Memiliki 20-an jenderal as a marketer
·Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal
·Pegawai Produksi yang dimiliki 30-an

Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa Axl. Laki-laki berumur 23 tahun inilah yang menemukan resep keripik dari seorang nenek-nenek.Axl bertemu sosok emak-emak (Nenek-nenek )  yang memang mempunyai resep keripik lada atau keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih. Axl sendiri membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Sosok emak-emak ini identik dengan ke-icihan. Dia pake selalu pakai ciput. Nama aslinya bukan Mak Icih, biar nyeleneh saja jadi beri nama Maicih. Pertemuan Axl dengan Si Emak tersebut terjadi sekitar 3 tahun lalu di daerah Cimahi. Menurut Axl, Emak tersebut tidak menjual keripik setannya secara komersil. Keripik hanya diproduksi saat momen-momen tertentu saja. Sehingga pada tahun 2010.

Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran ingin mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter. Axl suskses karena berkat ketekunan dan keyakinan nya akan bisnis yang ia jalankan. Menjadi sukses adalah kewajiban dan hak setiap orang. Suskes tidak mungkin datang sendiri , tetapi melalui sebuah perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu adalah sangat wajar , orang mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya ada hikmah dibalik semua itu yaitu Keberhasilan.

Strategi Pemasaran

Ini merupakan titik berhasilnya maicih dimana dilakukan dengan strategi pemasaran yang out of the box. Axl memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini yaitu dengan media twitter dan Facebook. Axl sengaja membuatn produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi dimana para Jenderal ( agen ) maicih mangkal menjajakan dagangannya.

Pemasaran produk ini berbeda dengan kudapan unik kota Bandung lainnya. Calon pelanggan hanya bisa mengetahui dimana Maicih gentayangan tiap harinya melalui situs microblogging Twitter. Tiap hari @InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk Maicih bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan menjual produk Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor atau tempat keramaian lainnya. Pendek kata, tak ada yang abadi sebagai tempat membeli produk Maicih. Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti mendongkrak nama Maicih di jagat twitter. Banyak yang penasaran seperti apa produk Maicih gara-gara membaca kicauan pengguna Twitter yang  bersliweran tiap saat. Dan biasanya mereka yang sudah merasakan kripik setan Maicih pastinya bakal tericih-icih alias kepedasan.

Yang membuat pemasaran produk ini berbeda dengan produk produk lainnya
Twitter Ma Icih bambangworld.blogspot.com
. Hanya dengan berkampanye lewat social media twitter, Maicih, merek keripik pedas asal Bandung, berhasil menaklukkan hati para Icihers. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang ingin naik kelas menjadi “Jendral” Maicih. Efeknya, baru satu setengah tahun, omzet Maicih menembus Rp 7 miliar per bulan.  Bagaimana cara Republik Maicih membuat kalangan anak muda urban di Tanah Air bisa “tericih-icih”?

Siapa sih yang gak kenal kenal dengan Maicih? Itu loh, keripik pedas asal Bandung  yang sekarang sedang happening dan tengah “digilai-gilai” kaum muda. “Gak gaul kalau belum tahu dan nyoba Maicih sampai tericih-icih (tergila-gila—red),” demikian diungkapkan para icihers, sebutan untuk para penggemar keripik Maicih. Ruar biasa memang. Dalam seminggu terakhir misalnya, tak kurang 3800 percakapan di Twitter membicarakan Maicih.

Ya, salah satu yang membuat unik dari Maicih adalah sebutan atau istilah yang dilemparkan manajemen Maicih ketika berkomunikasi dengan para calon konsumen dan pelanggannya melalui Twitter. Ada “Emak” (nenek) untuk pembuat keripik Maicih dan “Cucu” untuk konsumennya. Kemudian, ada “Jendral” untuk reseller-nya, “Icihers” sebutan gaul penggemar Maicih, “Republik Maicih” untuk manajemen, hingga  istilah “tericih-icih” untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya Maicih.

Sejak diluncurkan akhir Juni 2010 lalu, keripik Maicih memang menjadi salah satu hot isu dan fenomenal di kalangan anak muda urban, terutama para peselancar dunia maya. Maklum saja, cara memasarkan keripik Maicih memang beda dengan keripik pedas lainnya—yang notabene sudah lebih dulu beredar di Bandung. “Awalnya kami memasarkan tiga varian Maicih, keripik, seblak, dan  gurilem, lewat jaringan pertemanan dan kekeluargaan,” cerita Reza Nurhilman, pemilik sekaligus President Keripik Maicih yang akrab disapa Axl (baca: Axel).

Melalui jaringan kekerabatan, Axl mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM). Salah satunya, dengan tingkat kepedasan keripik. “Keripik yang kami jajakan memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Mulai dari level satu sampai lima, dan langsung ke level 10 yang tingkat pedasnya paling tinggi,” lanjutnya.

Walhasil, dengan diferensiasi seperti itu, produk pun direspon positif oleh lingkar kekerabatan Axl. Mereka pun tak segan-segan meng-endorse keripik Maicih lewat kicauan mereka di akun twitter  masing-masing. Dua bulan berjalan, permintaan untuk level tiga dan lima melonjak tajam. Oleh karena itu, produksi keripik pun lebih diperbanyak untuk dua level tersebut.

Melihat efektivitas kicauan teman-temannya di dunia maya, maka Axl pun memutuskan untuk fokus hanya berkomunikasi lewat twitter @infomaicih, facebook #maicih, dan situs www.maicih.co.id. Diterangkan Axl, jumlah follower Maicih saat ini sudah mencapai lebih dari 354 ribu, sedangkan jumlah fanpage mencapai 49.000-an.

Untuk itu, jangan harap Anda akan menemukan gerai fisik Maicih. “Kami memang sengaja tidak membangun gerai fisik. Dari sisi biaya operasionalnya sangat tinggi. Dan yang terpenting, gerai fisik  tidak mampu menciptakan interaksi antara brand Maicih dengan konsumen,” ungkap Axl beralasan.

Lantas, bagaimana cara Maicih dikomunikasikan dan dijajakan? Rupanya, Maicih punya sederet “jendral”—sebutan untuk pasukan penjual atau reseller Maicih. Jendral tersebutlah yang bertugas berkicau di akun twitter mereka masing-masing tentang lokasi-lokasi mana saja yang bakal disambangi mobil yang membawa keripik Maicih untuk dijajakan. Dan, tiap harinya lokasi yang disambangi berpindah-pindah, alias nomaden.
Konsep jualan nomaden itu rupanya justru menggelitik rasa penasaran sekaligus memicu antusiasme konsumen. Dampaknya, tak sedikit anak-anak muda justru menunggu-nunggu kicauan dari para jendral Maicih plus berharap lokasi kampus atau rumah mereka bisa disambangi mobil Maicih.
Melalui konsep nomaden itu, urai Axl, “Kami ingin mencapai misi pertama kami, yaitu  menciptakan gengsi di dalam diri  konsumen kalau bisa mengkonsumsi Maicih. Bahkan, punya gengsi jika bisa menjadi icihers.” Itu artinya, jika belum tahu dan mencoba Maicih, boleh dibilang mereka belum masuk kategori “bergaul”.

Kini, misi berikut dari Axl dan kawan-kawan adalah menciptakan gengsi profesi seorang jendral. Menjadi seorang jendral Maicih jelas tidak mudah. Seleksi dilakukan sangat ketat. “Ada tiga batch yang kami tawarkan kepada para calon jendral,” imbuhnya. Ketiga batch itu dibedakan berdasarkan pembelanjaan keripik Maicih.
Untuk batch pertama, nilai pembelanjaan para jendral minimal Rp 5 juta per minggunya. Batch dua, nilai pembelanjaan produk Maicih minimal Rp 10 juta per minggunya. Sementara batch tiga, kategori baru, nilai pembelanjaan minimal Rp 100 juta per minggunya. “Para jendral dibebaskan untuk berinovasi dalam memasarkan produk Maicih,” ungkap Axl.
Selain syarat pembelanjaan, yang terpenting adalah calon jendral Maicih harus datang ke Bandung untuk interview dan mengikuti Akademi Jendral Maicih. “Di sana, calon jendral di-training seputar team work, inovasi, character building, dan soft skill lainnya. Pendeknya, para calon jendral harus mampu menjadi Independent Bussiness Owner (IBO),”  tegas Axl.

Jangan heran, jika para jendral Maicih dituntut untuk inovatif memikirkan cara-cara efektif dalam memasarkan keripik Maicih di area mereka masing-masing. “Kami tidak men-support dana sepeser pun untuk para jendral. Mereka sendirilah yang harus mampu membangun brand Maicih dan memasarkannya di wilayahnya masing-masing,” ia menambahkan.
Axl mencontohkan, area Cirebon  memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah Jakarta. Di Cirebon, komunikasi jauh sangat efektif menggunakan medium radio. Maka, jendral di sana pun bekerja sama dengan sejumlah radio lokal untuk  menggelar talkshow seputar Maicih. Sementara di Jakarta, ketika Axl diundang hadir di salah satu program Metro TV dan Trans7, permintaan Maicih langsung booming. “Beda lagi dengan Bekasi. Pendekatan di sana justru sifatnya harus personal,” tuturnya. 

Kerja keras para jendral—yang merupakan anak-anak muda kelahiran era 80-an—itu tak percuma. Kini, Maicih sudah sampai seantero Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan, Maicih juga sudah menjangkau mancanegara. Sebut saja Jepang dan Singapura. Tak mengherankan, dengan modal awal yang hanya Rp 15 juta, kini omzet Maicih membengkak. Per bulan, omzet Maicih—yang didapat dari pembelanjaan keripik para jendral—sudah menembus Rp 7 miliar.

“Untuk jendral batch dua, tak sedikit pembelanjaan mereka tiap minggunya Rp 200 juta-Rp 300 juta. Kontribusi tertinggi memang masih di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogja, dan Semarang,” ia mengaku.
Lantas, berhasilkah Axl pada misi keduanya: membangun gengsi menjadi jendral Maicih? Jawabannya, jelas berhasil. Ini dibuktikan dengan membludaknya anak-anak muda yang ingin menjadi jendral Maicih. “Dalam sehari, lebih dari seribu orang yang ingin mendaftar menjadi jendral Maicih. Dan, ada dari kalangan artis muda yang sudah menjadi jendral Maicih,” terang Axl.

Namun, Axl mengaku tidak bisa sembarangan menerima para jendral. Lantaran, di tangan para jendral-lah reputasi dan nasib brand Maicih digantungkan. Selain reseller, para jendral juga menjadi endorser sekaligus talker brand Maicih. Oleh karena itu, seleksi para jendral dilakukan sangat ketat. “Selain harus memiliki mindset Independent Bussiness Owner dan lulus Akademi Jendral Maicih, kami lebih mendahulukan wilayah-wilayah yang masih kosong pemain dan memiliki potensial market,” jelasnya.

Setelah sukses dibincangkan di jejaring sosial serta  diliput banyak media elektronik, cetak, maupun online, diakui Axl, Maicih mulai kedatangan kompetitor. Di daerah asalnya di Bandung, tak kurang dari 30 brand keripik—dengan jenis varian yang serupa—mulai agresif memasarkan produknya.

Oleh karena itu, Axl mengaku, tidak bisa tinggal diam. Dalam waktu dekat, tepat di awal tahun 2012, diungkapkan Axl, “Kami akan re-packaging dan meluncurkan varian baru, seblak keju.” Jika saat ini kemasan Maicih masih terlihat biasa, bahkan terkesan jadul (jaman dulu—red), tahun depan akan segera berganti. Untuk re-packaging dan peluncuran varian baru itu, saat ini Axl dan tim sedang menggodok konsep event-nya.

Tak cukup, Republik Maicih pun akan jauh lebih agresif menjadi pembicara di acara seminar atau workshop, menjadi narasumber di media elektronik, cetak, maupun online, hingga menggelar program corporate social responsibility. Bahkan, untuk menunjukkan bahwa Maicih adalah sang pionir, tak segan-segan Republik Maicih memasang reklame Maicih di papan bilboard akbar di wilayah Bandung.(Dwi Wulandari – Majalah MIX-MarketingCommunications, Desember 2011)

Hasil pemasaran dari keripik “MAICIH”

Produk Maicih hasil kerja sama Reza (pemilik keripik “MAICIH”) dan kawan-kawan bersama warga setempat. Penduduk di sebuah kampung di Bandung, Jawa Barat, membuat kripik ini dibantu sejumlah orang. Ibu Ade, ditunjuk Reza menjadi mitra produksi rumahan maicih. Mereka mencari cara bagaimana mengemas jajaran kampung yang tradisional ini agar bisa naik kelas. Berkat pemasaran yang dikemas secara professional dengan metode gentayangan dimana pembeli yang mencari keripik, Ibu Ade merasakan perubahan yang signifikan. Penjualan yang dahulu hanya 100 biji tapi setelah sekarang sudah bermitra dengan maicih, sehari sekarang mencapai 2.000 per bungkus. Dalam sebulan omzet yang dikantongi bisa mencapai Rp 800 juta sampai Rp 900 juta. Di mana sehari saja, bisa mencapai keuntungan Rp 30 juta.

Cerita Dibalik sukses Maicih

Keripik pedas sering diidentikan dengan makanan kampung. Produk popular ini biasanya gampang ditemukan di warung dan dijual secara eceran. Namun, ada pula keripik pedas yang dapat dipesan melalui jejaring sosial Twitter atau Facebook. Reza Nurhilman, menyulap keripik pedas biasa menjadi keripik pedas yang dicari-cari oleh banyak konsumen. Dengan brand Maicih, keripik produksi Reza sedang digandrungi oleh masyarakat Bandung, terutama anak muda.

Nama brand Maicih diambil dari kisah masa lalu yang selalu teringat olehnya, “Maicih itu terlahir waktu saya masih kecil. Biasanya, kalau saya dibawa mama ke pasar, suka ada ibu-ibu tua pake ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja dia ngeluarin dompet, bonus dari toko emas yang ada resletingnya untuk masukin receh. Mama saya bilangnya itu dompet Maicih”.

Ungkapnya.Beberapa tahun lalu, ia ketemu ibu-ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memorinya. Ibu-ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional membuat bumbu kripik pedas. Kemudian ia terinspirasi untuk membuat brand Maicihdan ternyata orang lain sangat menyukainya, karena nyeleneh dan unik.

Maicih mampu diproduksi 75 ribu bungkus per minggu. Pada semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Dan, selalu habis. Ia mematok harga maicih di daerah Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak itu Rp11 ribu, untuk keripik yang level 10 Rp15 ribu. Di luar Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak Rp15 ribu, yang level 10 itu Rp18 ribu.
Memilih rasa pedas karena memberikan efek kecanduan untuk yang mencobanya. Namun konsumen tidak perlu khawatir karena dalam komposisi Maicih tidak memakai bahan pengawet dan bisa awet sampai delapan bulan. Rasa pedas Maicih dari rempah pilihan dan cabai yang segar. Dan produk ini sangat baik untuk kesehatan, fungsi jantung, dan detoksifikasi. Keripik Maicih juga enak dimakan pakai nasi, atau dicampur di lotek, mi rebus. Maicih lebih enak kalau dikombinasikan dengan makanan-makanan lainnya.

Awalnya, pemasaran Maicih melalui teman-teman saja yang bertestimoni di media sosial twitter. Kemudian ia lebih fokus untuk memasarkannya. “Mereka yang sudah merasakan Maicih punya testimoni masing-masing. Jadi, saya tidak usah capek-capek promosi. Dengan Twitter, promosi seperti bola salju, terus membesar.” Ujarnya. Alasan pemasaran hanya melalui Twitter dan Facebook. Selain gratis, promosi di Twitter bisa menjadi gong karena kekuatan marketingnya dibuat orang-orang yang beli Maicih. Orang yang belum tahu Maicih akan bertanya dan mereka yang nge-tweet soal Maicih akan dengan antusias menjelaskan.
Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Konsumen harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan keripik superpedas itu. Bahkan, antrean pernah memanjang hingga satu kilometer. Mereka rela mengantre walau hujan badai. Di setiap kota juga ngantre. Sekarang Jenderal-jenderal punya fans dan komunitasnya masing-masing.

Waktu awal-awal, ia masih memakai sistem cash on delivery (COD), ia mau mengantar walau satu bungkus. Waktu itu Ia percaya, “Sekarang saya ngejar-ngejar konsumen, tapi nanti suatu waktu konsumen yang ngejar-ngejar saya.” Dan, sekarang terbukti. Karena, memang pemasaran addicted.
Ia tidak mempunyai karyawan yang banyak, untuk segi pekerja itu sendiri sekitar 10 orang termasuk bagian packing, masak, pembuat bumbu, dan distribusi. Selebihnya agen, yang disebut  jenderal maicih. Ia membuat bahasa marketing dengan nuansa yang berbeda supaya lebih menarik. Menurutnya, kalau saya sebutnya, “ya ini agen maicih,” sepertinya kurang keren. Kalau disebut agen, seperti agen minyak dan kurang menjual. Bukan bermaksud mendeskritkan pekerjaan diluaran sana. Disebut jenderal agar value-nya bertambah, karena produk saya cuma keripik. Kami juga punya menteri perhubungan, yang megang jalur distribusi dan penjualan ke luar pulau. Ia seperti ingin membangun kerajaan sendiri.

Syarat untuk menjadi jenderal orang yang menjadi jenderal dipilih yang memiliki intelektual baik, dan berkompeten. Dari segi SDM, kami nggak hanya asal menerima jenderal, tetapi ada proses interview dan training. Kualitas mereka harus yang terbaik. Jenderal bukan karyawan tapi mitra usaha. Mereka membeli lisensi untuk izin usaha. Jadi istilahnya, mereka adalah distributor atau agen resmi yang menjual kripik Maicih. Jadi bisa dipertanggung jawabkan.

Karena banyak yang mengatasnamakan Maicih atau memakai nama maicih dengan cara yang tidak baik. Banyak konsumen yang dirugikan karena tertipu. Sementara maicih yang asli itu hanya diinfokan oleh akun twitter @infomaicih dan yang hanya dijual oleh para jenderal.
Training jenderal  seputar caracter building, knowledge, sikap, serta bagaimana menyikapi bisnis ini ke konsumen. Karena, mereka tidak hanya menjual keripik, tetapi juga education. Ia sendiri sering sharing knowledge di training. Dengan mengikuti training mereka akan siap menjadi pengusaha dari segi mental. Mereka tidak hanya jual beli putus, tapi juga bisa dibilang independent bussiness owner (IBO). Jadi, merasa sebagai pemilik Maicih di kotanya masing-masing. Dan setiap bulan ia dan para jenderalnya mengevaluasi penjualannya dengan mengadakan event-event.

Harapan kedepannya, ia ingin pemasaran tidak hanya nasional tetapi go internasional. Sekarang sudah masuk sampai singapura dan jepang. Tetapi masih sistem kirim, jendralnya para TKI di sana.
Anak-anak muda itu harus jauh lebih yakin. Jika ingin menekuni sesuatu harus konsisten dan antusias. Kita harus yakin dan semangat jika kita mempunyai cita-cita dan tujuan. Untuk menuju puncak itu memang tidak mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ketika kita mengejarnya dengan yakin dan percaya, pasti akan tercapai.

Namanya berkibar di dunia maya berkat strategi pemasaran lewat jejaring sosial Twitter. Ketenaran keripik pedas Maicih menimbulkan rasa penasaran bagi mereka yang belum mencoba, dan rasa ketagihan bagi mereka yang sudah. Maicih ingin mengangkat jajanan kampung untuk bisa ‘naik kelas. Bungkus keripiknya saat itu pun masih sederhana, polos tanpa sablonan logo. Berapa pun jumlah pesanan keripik, ia akan mengantarnya sendiri. Awalnya, Axl memasarkan keripik pedas Maicih dengan lima level atau tingkat kepedasan, mulai dari level 1 hingga 5. Setelah dua bulan, tes pasar menunjukkan bahwa keripik level 3 dan 5 adalah yang paling laris. Kini, dua level keripik itulah yang diproduksi massal.

Januari 2011, Maicih kembali berinovasi dengan menciptakan keripik Maicih edisi spesial, level 10. Ada orang-orang yang merasa tertantang, wah, level 5 ternyata kurang pedas dan mencari yang lebih. Berkat inovasi marketing cerdasnya itu, kini Maicih diproduksi sekitar 2.000 bungkus per hari untuk semua varian produknya. Ia memberi harga satu bungkus keripiknya sebesar Rp11 ribu. Axl pun ketiban rezeki, bisa meraih keuntung an per hari antara Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta. Tentu saja penghasilan itu lebih besar jika dibandingkan dengan gaji pejabat selevel menteri sekalipun. Mimpi Axl untuk terus memopulerkan Maicih pun tak tanggung-tanggung. Pemasaran luar kota akan diprioritaskan. Karena di Bandung sudah cukup happening, jadi kita akan ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Kita mengenal Sumedang dengan tahu, Bandung dengan peuyeum. Axl ingin Bandung juga bisa dikenal sebagai kota asal Maicih.

Pada bulan mei 2011 , tepatnya tanggal 07 mei 2011 maicih melaunching produk terbarunya yaitu seblak, sejenis krupuk pipih pedas, dengan varian level yang berbeda-beda. Axl akan terus melakukan inovasinya tetapi dengan tidak meninggalkan ciri khas mengangkat camilan kelas rendahan menjadi berkelas dan diminati orang banyak. Kemungkinan pada masa mendatang akan muncul produk-produk lain yang lebih Inovatif lagi. (Sumber : bambangsulistio.web.id)

Wow..wow sungguh luar biasa, perjalanan pengusaha muda sukses Indonesia ini pantang menyerah, pekerja keras dan sangatlah inovatif. Besar harapan saya agar semua pembaca bisa menambah ide-ide baru dan memperkuat usaha masing-masing untuk bisa lebih berkembang dan maju lagi. Semangat kewirausahaan ini semoga bisa mewabah dan menular bagi generasi muda lainnya sehingga majulah bangsa ini dengan banyaknya bermunculan para pengusaha muda yang Sukses di Indonesia, Amin. Jaga selalu semangat kewirausahaan kita, salam sukses!
Read more ...