
Anak dan imajinasinya. Gak bisa punya piaraan tikus beneran, tikus komputer pun okelah. Kalo tikus beneran emaknya bisa ngacir kali... hihihi





Radang Tenggorokan Radang tenggorokan adalah suatu peradangan pada daerah tenggorokan atau pharynx. Radang tenggorokan sesungguhnya bukanlah nama penyakit. Ia hanyalah gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau faringitis.
Seperti pada banyak jenis radang, radang tenggorokan dapat bersifat akut - ditandai dengan cepat dan biasanya mulai yang relatif singkat saja - atau kronis.
Radang tenggorokan akut dapat mengakibatkan tonsil membengkak yang menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan, kadang-kadang disertai oleh batuk atau demam.
Radang tenggorokan bisa disebabkan bermacam-macam penyebab, bisa karena infeksi virus, infeksi bakteri,infeksi fungal hingga alergi dan iritasi,di antaranya adalah:
Dari berbagai penyebab tersebut, penyebab tersering adalah infeksi virus. Adapun bakteri yang paling sering menyebabkan radang tenggorokan adalah bakteri streptococcus sekitar 15-30 persen kasus
Gejala
Radang tenggorokan karena infeksi bakteri streptokokus dapat dikenali gejalanya sebagai berikut:Baca juga info kesehatan "Tonsilitis atau Radang Amandel"
ARTIKEL KESEHATAN | Artikel Info Kesehatan
Sumber: dari berbagai sumber, obatpropolis.com
Testimoni Penyembuhan:Radang Tenggorokan Menahun Sembuh





Bener-bener napsu maenan bolanya ck ck ck... udah nungging masih dipepet juga... hihihihi... Sabar ya, mas. Entar aja mepetnya kalo udah di rumah, jangan di lapangan bola gini... idih, malu diliat orang banyak.


THALASSEMIA (Talasemia) --- Penyakit Darah Turunan
Thalassemia (Talasemia) merupakan penyakit darah resesif autosomal yang diwariskan atau diturunkan. Pada penderita thalassemia, cacat genetic menyebabkan tingkat pembentukan salah satu rantai-rantai globin yang menyusun hemoglobin menjadi berkurang . Sintesa salah satu rantai globin yang berkurang tersebut dapat menyebabkan pembentukan molekul hemoglobin yang abnormal, sehngga menyebabkan anemia, sebagai gejala khas thalassemia yang nampak.
Penderita Talasemia mempunyai masalah dengan jumlah globin yang disintesis terlalu sedikit, sedangkan “anemia sel sabit” (hemoglobinopathy atau kelainan pada hemoglobin) adalah masalah kualitatif dari sintesis globin yang berfungsi tidak benar. Talasemia biasanya menyebabkan rendahnya produksi protein-protein globin yang normal. sering kali melalui mutasi pada gen pengatur. Hemoglobinopathy (kelainan pada hemoglobin) menunjukan kelainan struktural dalam protein globin itu sendiri. Dua kondisi bisa terjadi overlap, namun, karena sebagian kondisi yang menyebabka abnormalitas pada protein-protein globin (hemoglobinopathy) juga mempengaruhi pada hasilnya (talasemia). Dengan demikian, beberapa thalassemia adalah hemoglobinopathy, tapi sebagian besar bukan. Salah satu atau kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan anemia.
Penyakit talasemia sangat umum di kalangan orang-orang Mediterania, sehinga kaitan geografis inilah yang menjadi sejarah penamaan penyakit talasemia ini: Thalassa (θάλασσα) adalah bahasa Yunani untuk laut, Haema (αἷμα) adalah bahasa Yunani untuk darah.
Umumnya, talasemia adalah lazim dalam populasi yang berevolusi pada iklim lembab di mana penyakit malaria merupakan endemik. Thalassemia bisa menyerang semua ras, para penderita thalassemia harus dicegah dari malaria karena sel-sel darahnya mudah degradasi.
Di Eropa, konsentrasi tertinggi penyakit ini ditemukan di Yunani dan di bagian Italia, khususnya, Italia Selatan dan bagian bawah lembah
Penderita talasemia diklasifikasikan menurut rantai mana dari molekul hemoglobin-nya yang terkena. Pada penderita α thalassemia, produksi rantai α globin itulah yang terkena, sedangkan pada talasemia β produksi rantai β globin-nya yang terkena.
Talasemia menghasilkan suatu kekurangan α atau β globin, tidak seperti penyakit sel sabit (sickle-cell disease) yang menghasilkan bentuk mutan spesifik dari β globin .
Rantai β globin disandikan oleh suatu gen pada kromosom 11; rantai α globin dikodekan oleh dua gen yang terkait erat pada kromosom 16. Dengan demikian, pada orang normal dengan dua salinan dari setiap kromosom, ada dua lokus pengkodean pada rantai β, dan empat lokus pengkodean pada rantai α. Penghilangan salah satu lokus α memiliki prevalensi tinggi pada orang-orang keturunan Afrika atau Asia, membuat mereka lebih mungkin untuk terserang thalassemia α. Thalassemia β pada umumnya diderita oleh orang-orang Afrika, juga di Yunani dan Italia.
ANEMIA --- KEKURANGAN DARAHAnemia berasal dari bahasa Yunani kuno “anaimia” yang berarti kekurangan darah. Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan jumlah sel-sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam darahnya kurang dari normal.
Anemia menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) pada organ penderitannya sebab hemoglobin dalam sel darah merah yang berkurang berakibat oksigen yang dibawa dari paru-paru ke jaringan tubuh juga menjadi berkurang. Oleh karenanya berbagai tingkat anemia dapat memiliki berbagai konsekuensi klinis. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak.
1. Perdarahan (hemorrhaghe) yang berlebihan
Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
Gejala
Gejala-gejala yang ditunjukan karena pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kurang tenaga, kepala terasa melayang, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Kondisi anemia yang bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Pencegahan & Pengobatan
Kadar hemoglobin dapat diditeksi melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Pemerikasaan darah meliputi pemeriksaan sel darah merah (RBC), hematokrit, hemoglobin, sel darah putih (WBC), komponen sel darah putih, dan trombosit.
Penderita anemia dapat mengonsumsi suplemen besi untuk memulihkan kekurangan sel darah merah tersebut. Selain itu, vitamin B12 juga diperlukan. Jalan terakhir jika anemia sudah mencapai stadium akut adalah dengan transfusi darah.
Baca juga info kesehatan “Thalassemia --- Penyakit Darah Turunan"
Linked Site: PROPOLIS | Obat Propolis


GLAUKOMA --- Si Pencuri Penglihatan Yang Datang Diam-diamGlaukoma merujuk pada sekelompok penyakit yang menyerang saraf optik dan melibatkan hilangnya sel ganglion retina dalam pola yang khas. Glaukoma adalah sejenis neuropati (penyakit saraf) optik. Tekanan intraocular yang meningkat merupakan faktor risiko yang signifikan pada perkembangkan glaukoma (di atas 22 mmHg atau 2,9 kPa). Seseorang bisa mengalami kerusakan saraf pada tekanan yang relatif rendah, sementara orang lain mungkin mempunyai tekanan bola mata tinggi selama bertahun-tahun tapi tidak pernah mengalami kerusakan. Penyakit Glaukoma yang tidak diobati akan mengakibatkan kerusakan saraf optic yang permanen dan pada gilirannya akan kehilangan bidang penglihatan, yang dapat berkembang menjadi kebutaan.
Glaukoma dapat dibagi menjadi dua kategori utama, "Glaukoma sudut terbuka (open angle)" dan "Glaukoma sudut tertutup (closed angle)". Penutupan sudut pandangan dapat muncul tiba-tiba dan sering menyakitkan. Hilangnya visual dapat berkembang dengan cepat tetapi rasa sakit tersebut seringkali membuat penderita untuk mencari bantuan medis sebelum terjadi kerusakan permanen. Glaukoma sudut terbuka / glaukoma kronis cenderung berkembang lebih lambat dan penderita mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan penglihatan hingga penyakit itu telah berkembang secara signifikan.
Glaukoma juga dijuluki "sneak thief of sight” karena hilangnya penglihatan biasanya terjadi secara bertahap selama jangka waktu lama dan sering diketahui hanya pada saat penyakit ini sudah cukup parah. Sekali hilang, bidang visual yang rusak tersebut tidak pernah dapat dipulihkan. Di seluruh dunia, penyakit glaukoma adalah penyebab kebutaan nomer dua. .Glaukoma menyerang 1 dari 200 orang yang berusia lima puluh dan yang lebih muda, dan 1 dari 10 di atas usia delapan puluh. Jika kondisi terdeteksi lebih awal glaukoma mungkin bisa dicegah perkembangannya melalui penanganan medis dan bedah.
Penyakit glaukoma sangat jarang menunjukan gejalanya pada tahap awal sehingga sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Ophthalmologists dan optometrist akan mendiagnosis glaukoma berdasarkan tekanan intraokular, uji bidang visual dan penampakan kepala saraf optik .
Penderita glaukoma kadang-kadang akan mengetahui hilangnya sebagian sekeliling penglihatan atau penglihatan kejernihan warna yang berkurang pada saat memeriksakan diri sehingga penderita memerlukan penanganan oleh ahli spesialis mata.
Gejala glaukoma menutupnya sudut pandangan dapat termasuk rasa sakit di dalam atau di sekitar bola mata, sakit kepala, mual / muntah-muntah dan gangguan visual misalnya lingkaran cahaya di sekitar lampu. Namun dalam beberapa kasus gejala-gejala tersebut tidak tampak.
Baca juga info kesehatan "katarak--- kabut pada mata"
Sumber: Wikipedia
Linked Site : PROPOLIS | Obat Propolis


